DIUTUS SEPERTI DOMBA DI TENGAH SERIGALA


Bacaan Lukas  10 : 1 - 4
Saudara…
Hanya Injil Lukas yang menceritakan tentang pengutusan 70 murid, mengapa? Karena Lukas mempunyai perhatian juga terhadap bangsa - bangsa non - Yahudi. Ke 70 orang murid tersebut memberi kesan tentang 70 bangsa yang ada di dunia. Menurut Kejadian 10 : 1 - 32, keturunan Sem, Ham dan Yafet berjumlah 70 orang, yang kelak menjadi cikal bakal bangsa - bangsa di dunia. Sehingga, ke - 70 orang murid tersebut menyiratkan tentang semua bangsa di dunia. Jadi, ada 2 kelompok murid Yesus, yaitu : Kelompok 12 dan kelompok 70. Kelompok 12 diutus kepada bangsa Yahudi dan kelompok 70 kepada bangsa yang bukan Yahudi.
Di dunia ini, semua orang yang percaya kepada Yesus disebut murid Yesus. Setiap murid harus siap sedia di utus untuk memberitakan Injil, baik dengan perkataan ataupun dengan perbuatan. Kita, sebagai orang percaya atau murid Yesus, di utus Tuhan ke tengah - tengah dunia ini. Dunia ini adalah lading Tuhan. Ladang Tuhan sangat luas, tidak hanya   terbatas pada kegiatan di sekitar gereja, karena itu memerlukan begitu banyak pekerja.
Yesus mengutus kita bagaikan menempatkan domba di tengah - tengah serigala.    Mengapa kita disebut domba? Karena setiap domba mempunyai gembala. Gembala kita adalah Tuhan Yesus, yang tidak akan membiarkan kita begitu saja diterkam oleh serigala. Dunia ini memang keras, karena itulah digambarkan seperti serigala. Walaupun dunia ini keras seperti serigala, tetapi kita yang sedang melaksanakan tugas pekabaran Injil harus tetap bersikap lembut seperti domba. Kalau kita bersikap keras seperti serigala, maka kita sudah menjadi sama seperti dunia ini.
Ketika kita melaksanakan tugas pekabaran Injil, Yesus mengingatkan kita untuk tidak memikirkan hal - hal yang bersifat materi yang dapat menghalangi tugas kita. Uang memang diperlukan, tetapi janganlah hal itu menjadi halangan bagi kita untuk memberitakan Injil. Bahkan hal - hal yang bersifat tradisi pun jangan jadi halangan bagi kita untuk memberitakan Injil. Jadi bersiap sedialah selalu dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil.

Tidak ada komentar:

DOA; sangat besar kuasanya

Sesuatu yang indah terjadi bila kita berdoa, karena doa itu jauh lebih besar kuasanya daripada perkataan yang kita ucapkan.

Iman adalah percaya bahwa YESUS mendengar dan mempedulikan, dan IA menjawab dengan penuh kasih sayang setiap doa yang dipanjatkan dengan tidak bimbang.

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNYA tidak kurang tajam untuk mendengar (Yesaya 59:1)

YESUS MEMBUATMU BERHARGA

Dunia mengatakan bahwa aku hanyalah seperti percikan kembang api,
tetapi TUHAN YESUS mengajarkan bahwa aku bisa menjadi terang dunia.
Dunia mengatakan bahwa aku hanyalah seutas senar,
tetapi TUHAN YESUS mengajarkan bahwa hidupku memperindah petikan harpa.
Dunia mengatakan bahwa aku hanyalah setetes air yang tak berarti,
tetapi TUHAN YESUS mengatakan bahwa aku adalah aliran air yang akan menyegarkan dahaga sesamaku
Dunia mengatakan bahwa aku hanyalah sehelai bulu,
tetapi TUHAN YESUS mengatakan bahwa aku seperti bulu pada sayap rajawali.
Dunia mengatakan bahwa aku hanyalah seorang pengemis,
tetapi TUHAN YESUS menjadikanku sebagai seorang Maharaja