Pesan Natal Tahun 2014 Majelis Sinode GPIB

Para warga dan keluarga Jemaat GPIB yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Injil Lukas menyaksikan dan mengungkap kesejarahan kelahiran Yesus yang "dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan", Lk.2:12. Bungkusan adalah sesuatu yang lebih dulu terkesan oleh indera kita, ketimbang yang terbungkus atau terbalut dengan balutan itu. Injil Lukas mengisahkan peristiwa kelahiran Yesus secara apa adanya atau seperti yang telah terjadi. Dikisahkan oleh Lukas ; Bayi Yesus dibungkus dengan lampin dalam palungan, tidak ada pemilik penginapan yang melayani dengan sikap terbaik mereka bagi seorang Maria yang akan segera melahirkan, tidak ada kesan bagi Lukas untuk membungkus atau membingkai kisah kelahiran Yesus dengan cerita indah berwarna-warni.

Akan tetapi isi dan bobot berita kelahiran itu sangat bermakna bagi kita, yakni ; "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu : Kristus, Tuhan di kota Daud ( Lk.2:11 ). Hal tersebut diiringi pula dengan kidung merdu para malaikat"; "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi diantara manusia yang berkenan kepada-Nya". Lain halnya dengan Yohanes yang merenungkan kehadiran Sang Logos yang eksis sejak awal penciptaan. Kitab-kitab Injil mengisahkan peristiwa Kelahiran, Kehidupan Pelayanan serta Kematian dan Kebangkitan Yesus ; yang bagi umat Tuhan diyakini sebagai karya keselamatan dan anugerah bagi kita kita umat-Nya dan bagi seluruh dunia ciptaan-Nya. Karya keselamatan Allah ini kita peringati dalam kalender gereja sepanjang Tahun.
Salah satu kegiatan dalam kalender gereja adalah Ibadah natal yang diperingati setiap tanggal 25 Desember. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menghayati kembali kelahiran-Yesus, dan sekaligus pengharapan kepada-Nya selaku Tuhan dan Juruselamat dunia ; Hari itu merupakan kesempatan istimewa selaku umat Kristen didunia, di Indonesia dan khususnya warga GPIB untuk bersatu hati mengkhayati kehadiran-Nya yang membawa damai sejahtera dan kemudian meneruskan damai sejahtera itu dalam hidup kita di tengah keluarga, gereja dan masyarakat.
Perayaan-perayaan Natal yang nyatanya dilaksanakan sebelum dan sesudah tanggal 25 Desember adalah upaya dalam bentuk lain, untuk membungkus isi berita kelahiran Yesus Tuhan Sang Juruselamat itu ; yang tak jarang lebih mementingkan kemeriahannya, pestanya dan bukan kekhikmatannya. Kita ditantang agar menjadikan bungkusan bungkusan itu, perayaan-perayaan itu tidak menjadi lebih penting dari pada menghayati isi berita natal itu sendiri. Hal ini sejalan dengan sikap keseharian yang sedang dikembangkan dalam masyarakat. Kita diajak agar isi berita natal itu lebih berdampak positif bagi pertumbuhan spiritualitas pribadi, perilaku gerejawi dan kepedulian bersama masyarakat dalam situasi dan keadaan yang mengitari kita.
Berita natal adalah berita damai sejahtera bagi semua. Berita itu tak pernah usang karena semua orang membutuhkannya. Harus diakui dengan jujur, bahwa hal tersebut merupakan tantangan dan perjuangan yang membutuhkan energi besar sepanjang jalan kehidupan. Ketidakadilan, kemiskinan, korupsi, konflik dan berbagai tindak kejahatan serta penyakit-penyakit sosial dalam masyarakat masih merupakan berita koran, majalah dan televisi setiap hari. Tetapi tentu kita juga melihat sejumlah gagasan dan upaya yang kreatif dilakukan secara terus menerus oleh pemerintah dan masyarakat untuk berkomitmen bagi suatu tata kelola yang lebih baik, terbuka, bersih dan bertanggung jawab.
Visi GPIB yang berisikan nilai "damai sejahtera" dan Misi GPIB yang berakar pada teologi reformasi, secara jelas menyatakan menjadi "gereja yang terus menerus diperbaharui". Gambaran pencapaian bersama kita kedepan ini hendaknya mencerminkan hal-hal tersebut diatas, supaya Allah disembah dan dimuliakan. Syukur kepada Tuhan yang memberi kekuatan dan hikmat Roh Kudus-Nya, sehingga kita terus meyakini untuk menjadi murid-Nya dan berjalan dalam damai Sejahtera-Nya. Perjalanan gerejawi kita terus berlanjut. Sesudah hari Natal dan Tahun Baru 2015 telah menanti kerja besar dalam rangka Persidangan Sinode Tahunan 2015 yang akan diadakan pada tanggal 17 sd 20 Februari di Jakarta dan Persidangan Sinode XX GPIB pada bulan Oktober 2015. Mari kita songsong peristiwa-peristiwa tersebut dengan persiapan yang baik, gagasan dan kerja yang disertai hikmat dan Roh Tuhan.

Pada akhir tulisan ini Majelis Sinode GPIB menyampaikan beberapa pesan :
Pertama, marilah kita menyiapkan diri dalam Ibadah-ibadah Hari Natal ini dalam syukur dan sukacita, sehingga memperoleh makna yang dalam bagi kita selaku pribadi dan keluarga ditengah persekutuan umat Tuhan dalam masyarakat.
Kedua, lakukanlah doa dan ibadah dengan hikmat dalam suasana natal dan tahun baru ini ; supaya kita dapat saling menguatkan dalam iman, kasih dan pengharapan bagi persaudaraan antara kita selaku keluarga Allah. Rayakan natal dengan mementingkan maknanya bukan bungkusan dan pestanya yang bersifat sementara.
Ketiga, Beranikanlah diri untuk mewujudkan komitmen baru bagi pertumbuhan iman, kebersamaan gerejawi dan kepedulian terhadap sesama.

Majelis Sinode GPIB

SOLI DEO GLORIA !
Selamat Hari Natal 25 Desember 2014
&
Selamat Tahun Baru 01 Januari 2015

Ketua Umum : Pdt. Markus Frits Manuhutu
Ketua I : Pdt. Marthinus Tetelepta
Ketua II : Pdt. Poltak Halomoan Sitorus
Ketua III : Pdt. Rudy Imanuel Ririhena
Ketua IV : Pnt. Richard van der Muur
Ketua V : Pnt. Tony Waworuntu
Sekretaris Umum : Pdt. Adriaan Pitoy
Sekretaris I : Pdt. Jacoba Marlene Joseph
Sekretaris II : Pnt. Johan Tumanduk
Bendahara : Pnt. Adrie Petrus Hendrik Nelwan
Bendahara I : Pnt. Ronny Hendrik Wayong

Tidak ada komentar :

DOA; sangat besar kuasanya

YESUS MEMBUATMU BERHARGA