Tampilkan postingan dengan label TAHUN GEREJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAHUN GEREJA. Tampilkan semua postingan

TAHUN GEREJAWI GPIB : MINGGU TRINITAS


  | Warna Dasar : Putih  |
Lambang / Logo  : Segi tiga (Triquetra) |
Warna Lekukan   : Merah   |


TRINITAS                                                                                     
         TRINITAS ( Lat. Trinitatis = Trinitas ). Perayaan Hari Minggu Trinitas baru ditetapkan pada abad ke - 14. Dirayakan satu Minggu sesudah Pentakosta untuk menyaksikan Allah Yang Esa atau Allah Tritunggal (Bapa, Anak dan Roh Kudus). Disini penyataan Allah dan kekudusan                 keesaanNya menjadi pusat penyembahan Jemaat.
       entakosta berarti yang ke - 50 ), yakni hari ke - 50 sesudah Paska. Hari ke - 50 sesuai dengan Simbol Hari Minggu Trinitas adalah Segitiga (Triquetra) dengan warna dasar Putih, yang merupakan symbol mula - mula dari ketritunggalan.
       
      Arti :
      Tiga buah lekukan yang tidak terputus, saling bersambung, menyatakan kekekalan dari tritunggal tersebut pada pusat dari ketiga lekukan itu terbentuklah sebuah segitiga yang merupakan simbol warisan dari Tritunggal.

TAHUN GEREJAWI GPIB : MINGGU PENTAKOSTA


 
TAHUN GEREJAWI GPIB : MINGGU PENTAKOSTA

Warna Dasar  : Merah | Lambang : Lidah – Lidah Api | Warna Api        : Kuning | Warna Merpati : Perak |

PENTAKOSTA :
Pentakosta (Yunani berarti yang ke 50 ), yakni hari ke 50 sesudah Paska. Hari ke-50 sesuai dengan Ulangan 16:9-12 adalah suatu pesta Besar, yakni pesta Panen Raya dan pesta Kemerdekaan. Tidak kebetulan bahwa pada hari ke-50 Yerusalem penuh orang. Pada Hari Pentakosta, ROH KUDUS yang dijanjikan oleh YESUS KRISTUS ketika IA naik takhta di Surga, turun ke atas para murid. Artinya, mereka semua dibaptis dalam ROH KUDUS, sehingga mereka mendapat kekuatan dan keberanian untuk bersaksi (Kisah 2:14; 22-24, 32-33; 36).
Dengan demikian, ROH KUDUS panen pertama sesudah YESUS KRISTUS bangkit dan naik ke takhta di Surga. Dan juga orang-orang yang menjadi percaya oleh pemberitaan para Rasul dengan kuasa Roh Kudus (Kisah 2:37-42) adalah juga adalah panen pertama. Makanya hari Pentakosta diperingati juga sebagai Hari Kelahiran Gereja, dimana melalui kuasa Roh Kudus Gereja dilengkapi untuk melaksanakan tugas pengutusannya kepada bangsa-bangsa.

ARTI
Lidah-lidah api dan burung Merpati yang menukik menunjukkan pada peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kisah 2:2-3). Tujuh Lidah Api menyimbolkan ke tujuh suluh api, yaitu ketujuh Roh Allah (Wahyu 4:5) membentuk Lingkaran yang menghadirkan kekekalan, Keabadian.

Logo KENAIKAN YESUS KRISTUS


Logo KENAIKAN YESUS KRISTUS

Kenaikan Yesus Kristus ke  surga hendak menjelaskan bahwa Ia kembali naik takhta kemuliaanNya yang telah ditinggalkan ketika diutus ke dunia. Karena itu, Yesus Kristus diakui sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan (Timotius 6:). Pesta ini hendaknya dirayakan dengan kemeriahan dan kegembiraan oleh semua orang percaya.

Simbul untuk Kenaikan Yesus Kristus ke surga adalah Mahkota (kuning mas)  dan salip (kuning gading) dengan warna dasar putih.


ARTI:
Kemuliaan yang Yesus Kristus terima dengan kenaikanNya ke surga membuat mahkota duri yang diletakan di kepala-Nya ketika Ia menderita dan mati di salip berubah menjadi mahkota kemuliaan. Jadi, penderitaan maupun kematian yang dialami para pengikut-pengikut Kristus di dunia bukanlah tanpa maksud, sebab maksudnya adalah menerima mahkota kemuliaan. Barang siapa yang percaya kepada-Nya dan setia sampai mati, iapun akan mendapatkan mahkota kehidupan itu (bandingkan Filipi 2:19, 11; wahyu 2:10). Simbul ini berganti pada hari Sabtu malam menjelang Hari Minggu Pentakosta.

Minggu paska VII (Minggu I sesudah kenaikan (latin Exaudi=’Dengarlah’ (Mazmur 27:7). Ayat 10 dari Mazmur yang sama, ’Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku’, dapat dihubungkan dengan sabda Yesus dalam Yohanes 14:18), Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu’, yaitu sesudah kebangkitan dan kenaikan-Nya.

ICHTUS


Paska (Port, Pasca) yang dikembangkan dari  bahasa Latin dan Yunani adalah baerasal dari kata Ibrani Pesakh, yang berarti “lewat”. Yang Lewat adalah malaikat maut, yang dilewati adalah maut sendiri (Simbolnya ialah penyeberangan laut Tiberau dan Sungai Yordan). Kata Ibrani Pesakh, dalam bahasa Yunani menjadi Paskha (huruf terakhir ’kh’ pindah ke tengah). Makanya dalam bahasa Indonesia harus ditulis ’Paska’ (tanpa ’h’ di ujung). Paska Kristus (lewat kematian) adalah konsekuensi pengertian Paska dari kitab-kitab Perjanjian Lama (bandingkan Lukas 24 : 44 – 45). Paska adalah dasar eksistensi Gereja dan seyogianya dirayakan lebih intensif daripada Hari Natal.

Prapaska adalah persiapan sebelum paska. Masa Prapaska adalah masa dimana umat mengenang dan menghayati kembali seluruh pelayanan Yesus dengan penuh tantangan dan derita yang dimulai dari Kaisarea Filipi sampai di Yerusalem. Oleh karena itu, masa ini adalah merupakan kesempatan untuk umat berpuasa, meratap, sadar diri, menyesal dan bertobat.

Arti
Tanda ini merupakan suatu Sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang sedang mengalami penganiayaan. Pada masa penyiksaan dan penganiayaan yang hebat itu mereka tidak bisa saling menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Karena itu, agar mereka tetap bersatu dan saling mengenal diantara mereka sebagai pengikut  Yesus, dan terlebih tetap mengakui iman bahwa Yesus Kristus adalah Anak ALLAH dan Juruselamat maka mereka menggambarkan ikan di telapak tangan mereka masing-masing.

EPIFANI


EPIFANI (Yun. Epifani = penampakan). Istilah ini awalnya dipakai untuk penampakkan kaisar atau patungnya sebagai dewa pada puncak manifestasi di stadion atau amfiteater ( tempat tontonan besar untuk rakyat).
Umat Kristen pertama tidak mengakui kaisar, melainkan Yang Tersalib sebagai TUHAN. Istilah ’Epifani’ tetap mereka pakai untuk peringatan Penampakan (penyataan atau tampil di muka umum) Sang Juruselamat yang bernama YESUS. Makanya, epifani labih terkait dengan peristiwa-peristiwa sbb: penampakkan Bintang di Timur, penyembahan orang Majus, Bayi YESUS yang dibawa oleh orang tuanya ke Bait ALLAH untuk diserahkan kepada ALLAH, tampilnya YESUS di sungai Yordan untuk dibaptis Yohanes dan penetapanNYA (dengan suara dari atas: ’inilah ANAK-KU’)
Hari epifani dirayakan pada 6 januari; sedangkan minggu Epifani dimulai dengan Hari Minggu terdekat dengan tanggal 6 januari dan dirayakan selama 7 minggu, di mana minggu VII adalah merupakan Minggu transfigurasi (YESUS berubah wujud = Pemuliaan YESUS di atas gunung) dan penetapan kembali sebagai Anak ALLAH yang dikasihi dan dikenan oleh ALLAH. Dalam Lukas 9 : 31 dikatakan bahwa Musa dan Elia berbicara dengan Yesus tentang ’tujuan kepergian-NYA’ (Yun. Ekshodos atau exodus-NYA) ke Yerusalem, yakni agar paska digenapi oleNya. Minggu VII disebut  Esto Mihi = ’Jadilah bagiku’ (Mazmur 31 : 3b); yakni sebagai titk peralihan, menurut cerita Injil, dari perjalanan Yesus di galilea kepada perjalanNYA ke Yerusalem.
Minggu VII ini menandai berakhirnya lingkaran Natal dan dimulainya lingkaran Paska.
Simbul Hari dan Minggu Epifani adalah Bintang bersegi lima (warna putih) di dalam Lingkaran (warna kuning) dengan warna dasar Hijau.

Arti :
Bintang bersegi lima ini lebih dikenal sebagai bintang Yakub, atau menunjuk pada terbitnya bintang dari keturunan Yakub (Bilangan 25 : 17). Di kemudian hari, dimanifestasikan melalui kelahiran YESUS KRISTUS, yang  juga ditandai dengan munculnya/terbitnya bintang di Timur (matius 2 : 1-2). Bintang ini pula yang menunjukan pada penampakan kemuliaan YESUS KRISTUS bagi umat manusia.
Simbul ini berganti pada malam Hari Minggu Prapaska VI.

DOA; sangat besar kuasanya

YESUS MEMBUATMU BERHARGA