Harapan di Balik Tembok "Mustahil"

Dunia sering kali mendikte kita untuk menjadi realistis. Ketika pintu tertutup.diagnosa memburuk,atau jalan di depan tampak terputus. kata "mustahil" biasanya menjadi titik henti bagi banyak orang.


Namun, bagi kita, kata "mustahil" bukanlah titik akhir; ia hanyalah panggung di mana keajaiban sedang dipersiapkan.

 1.Harapan Bukan sekadar Optimisme

Optimisme adalah percaya bahwa hal baik akan terjadi karena situasinya mendukung. Namun, Harapan adalah percaya bahwa sesuatu itu benar dan bermakna, tidak peduli bagaimana pun hasilnya. Harapan adalah jangkar yang dilemparkan ke masa depan agar perahu kita tidak hanyut oleh badai masa kini.

2. Ketika Logika Berhenti, Iman Bekeria.

Dalam iman, kita mengenal konsep -Spes contra spem- berharap dalam ketidakpastian (Roma 4:18). Seperti Abraham yang berharap memiliki keturunan meskipun secara biologis mustahil, kita pun dipanggil untuk melihat melampaui apa yang terlihat oleh mata. Mata kita melihat tembok, tetapi harapan melihat pintu.

3. Kekuatan dari Penyerahan.

Tetap berharap pada hal yang mustahil bukan berarti kita memaksakan kehendak kita kepada Tuhan.Sebaliknya, itu adalah keberanian untuk berkata:"Tuhan, menurut logikaku ini tidak mungkin, tetapi aku tahu bagi-Mu tidak ada yang mustahil. Aku meletakkan harapanku pada kuasa-Mu, bukan pada kemampuanku."

Jemaat Tuhan, Jangan menyerah hanya karena situasi mengatakan "tidak mungkin". Ingatlah bahwa pelangi hanya muncul setelah hujan, dan fajar selalu hadir setelah malam yang paling gelap.

Tetaplah melangkah, tetaplah berdoa, dan tetaplah percaya. Sebab, sering kali Tuhan menyimpan mukjizat-Nya justru satu langkah tepat setelah kita merasa ingin menyerah.

"Sebab bagi Allah tidak ada vang mustahil" Lukas 1 : 37

Tidak ada komentar :

DOA; sangat besar kuasanya

YESUS MEMBUATMU BERHARGA