IMAN MEMBUAT MANUSIA BERKENAN KEPADA ALLAH

Bacaan Ibrani 11 : 1 – 7
Saudara Terkasih ....
Pada bagian sebelumnya penulis kitab Ibrani mengemukakan hal iman (10:37-39). Pada bagian ini pasal 11:1-7 dan secara keseluruhan pasal 11, ia mendefinisikan dan menguraikan apa itu iman secara rinci. Uraian itu didasarkan pada kehidupan beberapa tokoh dalam Perjanjian Lama yang dimulai dari ayat 1-3 sebagai pendahuluan. Ayat 1, menjelaskan bahwa iman pada hakekatnya adalah kenyataan dan kepastian dari apa yang belum kita alami; ayat 2, bahwa iman membawa keistimewaan bagi tokoh-tokoh sejarah Israel; dan ayat 3, bahwa iman merupakan pandangan hidup yang khusus, yang mempengaruhi setiap pikiran dan kegiatan kita di dalam dunia ini, karena dengan iman kita mengerti bahwa dunia ini dijadikan dari apa yang tidak dapat kita lihat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iman adalah dasar pandangan hidup yang benar karena itu tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Penulis kitab Ibrani mengangkat tokoh-tokoh Alkitab. Mereka memiliki pandangan hidup yang benar sehingga hidup mereka berkenan kepada Allah. Misalnya, Habel. Karena Habel memiliki pandangan hidup yang benar, maka ia mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari korban Kain sehingga Tuhan berkenan kepadanya; demikian Henokh, Allah berkenan kepadanya sebab ia bergaul dengan Allah selama hidupnya. Sebab itu ia tidak mati melainkan diangkat oleh Allah; Nuh, memiliki pandangan hidup yang benar yaitu taat pada perintah Allah untuk membuat bahtera supaya keluarganya selamat karena Allah akan menghukum bumi dengan air bah.
Saudaraku, mari kita mencontohi tokoh-tokoh Alkitab ini. Milikilah pandangan hidup yang benar yaitu iman supaya hidup kita berkenan kepada Allah. Sebab hanya dengan iman kita mampu melihat karya Allah dalam hidup kita yang belum kita alami saat ini, tetapi pasti akan kita alami.
(SBU, Kamis, 15 Maret 2012)
 
KJ. 38: 3,5
Doa: Tuhan, berilah kami iman yang teguh agar hidup kami berkenan Kepada-Mu

Tidak ada komentar:

DOA; sangat besar kuasanya

Sesuatu yang indah terjadi bila kita berdoa, karena doa itu jauh lebih besar kuasanya daripada perkataan yang kita ucapkan.

Iman adalah percaya bahwa YESUS mendengar dan mempedulikan, dan IA menjawab dengan penuh kasih sayang setiap doa yang dipanjatkan dengan tidak bimbang.

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNYA tidak kurang tajam untuk mendengar (Yesaya 59:1)

YESUS MEMBUATMU BERHARGA

DuNia mengatakan bahwa aku hanyalah seperti percikan kembang api,
tetapi TUHAN YESUS mengajarkan bahwa aku bisa menjadi terang dunia.
DuNia mengatakan bahwa aku hanyalah seutas senar,
tetapi TUHAN YESUS mengajarkan bahwa hidupku memperindah petikan harpa.
DuNia mengatakan bahwa aku hanyalah setetes air yang tak berarti,
tetapi TUHAN YESUS mengatakan bahwa aku adalah aliran air yang akan menyegarkan dahaga sesamaku
DuNia mengatakan bahwa aku hanyalah sehelai bulu,
tetapi TUHAN YESUS mengatakan bahwa aku seperti bulu pada sayap rajawali.
DuNia mengatakan bahwa aku hanyalah seorang pengemis,
tetapi TUHAN YESUS menjadikanku sebagai seorang MaHaRaJa