Bacaan Habakuk 1:15-17
"Itulah sebabnya dipersembahkannya kurban kepada pukatnya dan dibakarnya kurban kepada jalanya. Sebab, dengan alat-alat itu pendapatannya melimpah dan rezekinya berlimpah ruah." (ay. 16 TB-2)
Kerajaan Singasari pernah mencapai masa kejayaannya di bawah pemerintahan raja Kertanegara. Namun, karena ambisi dan kesombongannya untuk menguasai seluruh Nusantara dan mengabaikan keamanan internal kerajaan, akhirnya kerajaan Singasari hancur akibat serangan tak terduga dari raja Jayakatwang dari kerajaan Kediri pada tahun 1292.
Demikian pula ketika Nabi Habakuk menggambarkan bahwa Kerajaan Babel, yang menghancurkan Yehuda adalah Kerajaan yang jahat dan sombong. Mereka membunuh musuh-musuh mereka tanpa belas kasihan dan menganggap bahwa semua keberhasilan yang diraih adalah hasil dari kemampuan mereka sendiri, terlepas dari campur tangan TUHAN. Padahal, jika bukan karena telah ditetapkan oleh TUHAN (ay. 12), maka Kerajaan Babel itu tidak ada artinya. Pada akhirnya, mereka pun tidak akan luput dari hukuman TUHAN.
Apabila engkau meraih keberhasilan dalam hidup, ingatlah bahwa semua itu terjadi atas anugerah TUHAN. Oleh karena itu, janganlah engkau tergoda untuk menjadi sombong dengan menganggap bahwa keberhasilan tersebut sepenuhnya merupakan hasil jerih payahmu sendiri. Sikap demikian mencerminkan lupa diri dan dapat berujung pada kehancuran yang berasal dari TUHAN. Demikian pula, apabila engkau menyaksikan keberhasilan orang lain, bahkan ketika keberhasilannya melampaui pencapaianmu dan disertai dengan kesombongan yakinlah bahwa keberhasilan tersebut pun berasal dari TUHAN. Namun, kesombongan yang menyertainya pada akhirnya akan mendatangkan kehancuran.
Marilah kita merendahkan hati di hadapan TUHAN, mengucap syukur kepada-Nya, dan setia melakukan kehendak-Nya, sebab hanya dari TUHANlah segala kebaikan dan keberhasilan berasal. Kesombongan akan menuntun manusia pada sikap lupa diri dan meremehkan peran TUHAN, yang pada akhirnya menjadi awal dari kehancuran. Sebab, di luar TUHAN, segala sesuatu tidak memiliki makna dan hanya membawa kesia-siaan. ROR/jmj
Doa: Ya TUHAN, ajarku merendahkan hati untuk mengakui bahwa semua keberhasilanku karena Engkau, Amin
KESOMBONGAN MEMBUAT JURANG KEJATUHAN MU SEMAKIN DALAM.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar