Tema PKUPPG Jangka Panjang II : 2006-2026

-->
VISI  dan  MISI  GPIB

TEMA  PKUPPG  Jangka  Panjang  II  : 2006 -2026
Sesuai   dengan  Tema  PS  XVIII :

MISI  GPIB
“YESUS  KRISTUS   SUMBER   DAMAI  SEJAHTERA”
( Yohanes 14 : 27 ).

VISI  GPIB  :
“GPIB  MENJADI  GEREJA  YANG  MEWUJUDKAN  DAMAI  SEJAHTERA BAGI  SELURUH  CIPTAANNYA”

Motto  GPIB  ( Lukas 13 : 29 ) :

“DAN ORANG AKAN DATANG DARI  TIMUR  DAN  BARAT  DAN  DARI UTARA  DAN  SELATAN  DAN  MEREKA  DUDUK  MAKAN  DI  DALAM KERAJAAN  ALLAH”

PENJELASAN   SINGKAT   VISI   GPIB

            Dalam sejarah GPIB, Lukas 13 : 29 telah dijadikan motto / semboyan yang diterakan pada logo GPIB, yang berbunyi : “Dan orang akan datang dari Timur dan barat, dan dari Utara dan Selatan, dan mereka akan duduk makan bersama di dalam Kerajaan Allah”. Berdasarkan pada naskah Tata Dasar GPIB 1996, Lukas 13 : 29 disebutkan sebagai Visi ke depan GPIB.
            Dalam pergumulannya, gereja dan umatnya masih terbelenggu dengan rasa gelisah dan kuatir akan tantangan dan ancaman dunia, sehingga ia merasa jauh dan belum penuh mengalami damai sejahtera tuhan Yesus Kristus. Gereja terlena dengan damai sejahtera yang diberi oleh dunia. Karena itu, menuju masa depan diakhir PKUPPG Jangka Panjang II tahun 2026, diharapkan GPIB sungguh-sungguh mengalami damai sejahtera Yesus Kristus, dimana kehadirannya tidak lagi dipenuhi dengan rasa takut, gelisah dan kuatir. Justru ia hadir dengan citra pembawa damai sejahtera Yesus Kristus (bdk. Yoh. 14 : 27)
            Mengalami damai sejahtera Yesus Kristus harus dicapai dengan citra diri sebagai pembawa damai sejahtera Yesus kristus. Karena itu, dalam kehadirannya, ia harus selalu melakukan tindakan damai sejahtera agar selalu menjadi berkat di tengah bangsa, negara dan masyarakat serta dunia.

MISI  GPIB
  • Menempatkan Tuhan Yesus kristus, Juru Selamat manusia sebagai Kepala gereja
  • Mewujudkan kehadiran GPIB yang membawa corak damai sejahtera Allah dan menjadi berkat di tengah-tengah dan masyarakat dan dunia
  • Membangun suatu Jemaat Misioner yang bertumbuh, dewasa dalam iman, kehidupannya adalah teladan serts memberi kontribusi nyata bagi kemajuan gereja, masyarakat dan bangsa Indonesia dalam suatu semangat oikoumenis dan nasional.

Pemahaman  Gereja  Misioner

            Menuju masa depan, GPIB membayangkan dan mengharap bahwa ia tetap hadir dan menjadi Gereja Misioner menjadi gereja Misioner berarti (1) ia sungguh bertolak dari firman Allah, dan (2) mengalami pembauran karena firman  (3) ia mengenakan manusia baru sebagaimana diuraikan Rasul paulus terhadap jemaat di Efesus, Galatia dan Kolose. (4) ia mampu mewujudkan keluarga sejahtera yang kuat dalam peranannya di dalam dan bagi semua, (5) ia memiliki semangat oikumenis dan berjiwa keesaan, baik di dalam dan antar gereja (6) ia selalu merindukan adanya kerukunan antar agama,            970 ia selalu memiliki rasa kesetia-kawanan sosial bagi gereja dan masyarakat, serta (8) ia senang membangun keutuhan ciptaan.
            Sebagai warga gereja yang selalui diperbarui Roh Kudus, GPIB diharapkan menjadi (1) ‘persekutuan yang dinamis, proaktif dalam melayani dan bersaksi, baik di dalam gereja maupun masyarakat serta dunia’ (2) “ia harus dapat mewujudkan terciptanya masyarakat yang damai sejahtera di dalam Kerajaan Allah”.
            Artinya PKUPPG GPIB mengharapkan di periode kedua dalam Jangka Panjangnya (2006 – 2026) GPIB dapat melakukan tugas misinya “memantapkan spiritualitas umat untuk membangun GPIB sebagai Misioner yang membawa damai sejahtera Yesus kristus di tengah-tengah masyarakat dan dunia”

Tujuan (Goals)

SEKTOR  MISIONER
  • Meningkatkan Mutu presbiter GPIB dan Warga Gereja yang Misioner serta memiliki hubungan timbal yang harmonis dalam masyarakat luas dan berdasarkan pada tri Panggilan Gereja (Persekutuan Pelayanan dan Kesaksian) dengan suatu tolok ukur keberhasilan program yang jelas. Selanjutnya dapat ditingkatkan pemahaman GPIB secara lebih sempurna termasuk pemahaman terhadap seluruh materi bina teologi dan perangkat-perangkat pendukung lainnya secara konsisten
  •  Meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan PELKES yang berpusat di wilayah-wilayah baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini termasuk jaminan perumahan dan hari tua Pendeta dalam suatu sistem yang tertata dengan baik dan benar
  •  Mempersiapkan sumberdaya insani dan sistem pendukungnya yang mantap baik secara umum maupun berdasarkan kategori jemaat yang siap menjadi jemaat misioner dalam berbagai bidang pelayanan.

SEKTOR INSTITUSIONAL
  •  Mempersiapkan sistem pemerintahan GPIB yang PRESBITERIAL SINODAL dalam arti yang sesungguhnya termasuk di dalamnya melaksanakan penataan organisasi yang ideal bagi kebutuhan GPIB
  • Memantapkan mekanisme organisasi serta segala kebijakannya melalui strategi pencapaian yang dilakukan atas hasil penelitian dan pengembangan yang berbasis pada data informasi yang akurat serta obyektif dan terstruktur.

SEKTOR PENUNJANG
         Mempersiapkan suatu prakondisi dan kondisi yang mantap guna mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan misioner di dalam  GPIB ke dalam dan ke luar. Untuk itu diperlukan ketersediaan sumberdaya dan dana yang optimal yang digunakan dan dikelola secara teratur dalam koridor hukum yang ditaati bersama oleh semua elemen-elemen dalam sistem GPIB

TEMA  FIRMAN   ALLAH – TIAP  KUPPG
  • 2006-2011       Mempersipakan masa depan bangsa yang damai dengan sikap tulus dan jujur (Maz. 37 : 37)
  • 2011-2016     Membangun tatanan kehidupan masyarakat yang rukun dan adil (roma 15:5-7)
  • 2016-2021  Mengembangkan sumberdaya gereja untuk meningkatkan Pelayanan dan Kesaksian di dalam dan bersama masyarakat
  • 2021-2026     Roh Kudus menuntun orang percaya bersinergi di dalam gereja untuk mewujutkan kasih Allah dalam dunia (Mat.22 : 37; Ul. 6 ; 5 Im.18 : 19)
           
Tema  Alkitabiah  Tahunan

  • 2005-2007       Membangun masa depan dengan semangat pendamaian dan pemulihan dalam Yesus Kristus (Rom.15 : 7)
  • 2007-2008       Melayani dalam ketulusan dan kejujuran (Maz.25 ; 21)
  • 2008-2009       Bersaksi dalam kekuatan kasih karunia Allah (II Kor.1 : 12)
  • 2009-2010       Roh Kudus memberi damai sejahtera dan sukacita (Rom.14 : 13-23)
  • 2010-2011       Membangun masa depan bersama Roh Kudus ( I Kor.14 : 12)

Sasaran  PKUPPG  2006 – 2026  Per  Sektor

SEKTOR  MISIONER
  • TERCIPTANYA Presbiter GPIB yang bermutu, Warga Gereja yang Missioner serta memiliki hubungan timbal balik yang harmonis dalam masyarakat luas, serta mampu melaksanakan Tri Panggilan Gereja (Persekutuan Pelayanan dan Kesaksian) dengan tolok ukur keberhasilan program yang jelas. Selanjutnya, tercipta kondisi pemahaman iman GPIB serta seluruh materi bina teologis dan perangkat-perangkat pendukung lainnya secara lebih baik dan konsisten.
  • Terjadi peningkatan kualitas dan kualitas kegiatan PELKES yang berpusat di wilayah-wilayah baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Sejalan dengan itu, tersedia perumahan dan jaminan hari tua Pendeta dalam suatu sistem yang tertata dengan baik dan benar
  • Tersedianya sumberdaya insani yang potensial, profesional dengan sistem pendukungnya yang mantap, baik secara umum maupun berdasarkan kategori jemaat yang siap menjadi jemaat misioner dalam berbagai bidang pelayanan.

SEKTOR INSTITUSIONAL
  • Tersedia dan terlaksananya sistem pemerintahan GPIB yang PRESBITERIAL SINODAL dalam arti yang sesungguhnya, di mana mekanisme organisasi dan manajemen gereja terlaksana sesuai kebutuhan GPIB
  • Berjalannya mekanisme organisasi serta segala kebijaksanaannya dan strategis pencapaian yang dilakukan atas hasil LITBANG yang berbasis pada data informasi yang akurat serta obyektif dan terstruktur
  • Tersedianya sistem manajemen jemaat yang bersifat on-line

SEKTOR PENUNJANG
  • Tersedianya suatu prakondisi dan kondisi yang mantap guna mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan misioner di dalam GPIB ke dalam dan ke luar
  • Tersedianya sumberdaya serta dana yang optimal yang digunakan dan dikelola secara teratur dalam koridor hukum yang di taati bersama oleh semua elemen-elemen dalam sistem GPIB

BAB  III

SASARAN  PKUPPG  2006-2011
Tema : Mempersiapkan  masa  depan  bangsa  yang  damai  dengan
sikap  tulus  dan  jujur (Maz.37 : 37)
  • Tertatanya penyelenggaraan kegiatan-kegiatan sektor Misioner RUTIN & NON RUTIN
  • Tersedianya data dan informasi yang terstruktur di seluruh tingkatan pelayanan
  • Tersedianya sistem (benchmark) untuk kegiatan pembinaan sumberdaya insani
  • Tersedianya sumber-sumber daya & dana untuk mendukung optimalisasi hasil kegiatan rutin & non rutin
  • Terlaksananya manajemen organisasi GPIB yang profesional
  • Terlaksananya Pemilihan Majelis Jemaat, PHMJ baru
  • Tersedianya Rantap Tata Gereja GPIB yang baru untuk ditetapkan dalam PS XIX
  • Tercapainya kondisi persekutuan yang berkualitas tinggi untuk menjawabberbagai tantangan perkembangan zaman termasuk tanggap dalam berbagai permasalahan hukum, HAM, politik dsb.
  • Semakin nyatanya perans erta GPIB dalam gerakan oikumenis, PGI dan organisasi gereja dunia
  • Dimulainya sistem pembiayaan studi lanjut Pendeta (S2 dan S3) dari kontribusi rutin jemaat yang dikelola khusus untuk itu

SASARAN  PKUPPG  2011-2016
Tema : Membangun  tatanan  kehidupan  masyarakat  yang  rukun  dan  adil
(Roma 15 ; 5 – 7)

  • Terlaksananya kegiatan diberbagai tingkatan dengan keberhasilan kuantitatif dan kualitatif yang lebih baik dari periode sebelumnya
  • Tersedia dan tertatanya sistem Pembinaan dan Pendidikan GPIB
  • Terlaksana dan terevaluasinya hasil penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam semua bidang secara mantap
  • Tercapainya pemahaman dan penghayatan yang tinggi terhadap pemahaman Iman GPIB
  • Gereja telah siap menjadikan semua Pos Pelayanan, terjamin baik dari aspek teologi maupun daya dan dananya termasuk di kawasan-kawasan kumuh perkotaan dan kawasan industri
  • Tercapainya keseimbangan dalam hidup bergereja sehingga jemaat yang mampu mensubsidi yang kurang mampu dalam suatu pola yang terkoordinir secara sinodal
  • Tersedianya berbagai fasilitas pengikatan mutu SDI seperti sekolah, rumah sakit dan pusat-pusat pelayanan lainnya di berbagai wilayah
  • Tersedianya berbagai kader (SDI) ang potensial untuk melaksanakan fungsi jemaat misioner di berbagai kategori jemaat

SASARAN  PKUPPG   2016 – 2021

Tema : mengembangkan sumberdaya gereja untuk meningkatkan Pelayanan & Kesaksian di dalam dan bersama masyarakat

  • Terselenggaranya kegiatan rutin dan non rutin di berbagai tingkatan secara mantap dengan indikator keberhasilan yang lebih baik dari periode sebelumnya
  • Tercapainya upaya Kemandirian Daya dan Dana untuk menunjang berbagai kegiatan, minimum RUTIN
  • Tersedianya sumerdaya insani GPIB yang memadai untuk penyelenggaraan berbagai bidang kegiatan secara optimal
  • Terevaluasinya pemahaman iman jemaat termasuk pola tingkah laku etika dan moral sehingga tampak kemajuan Pembangunan Tubuh Kristus.
  • Tersedianya kader-kader GPIB yang berkualitas di berbagai bidang pelayanan di dalam dan di luar gereja
  • Tersedianya tenaga Pendeta lulusan S2 dan S3 dari berbagai perguruan Tinggi dan berbagai Program Studi terakreditasi
  • Pegawai dan Pendeta telah memperoleh penghasilan dan jaminan hidup hari tua yang memadai dan pasti


SASARAN  PKUPPG  2021 – 2026

Tema : Roh Kudus menuntun orang percaya bersinergi di dalam gereja untuk mewujudkan kasih Allah dalam dunia (Mat.22 : 37; Ul.6:5; Im.18 : 19)
  • Terwujudnya jemaat GPIB yang bersatu, utuh, kudus, am dan misioner
  • Terlaksananya kegiatan-kegiatan rutin dan non rutin secara mantap di berbagai tingkatan dalam suatu tatanan sistem pemerintahan GPIB yang ditaati bersama
  • Terselenggaranya kegiatan-kegiatan sektor Misioner yang sudah optimal
  • Terevaluasinya berbagai program untuk memacu optimalisasi kegiatan di berbagai sektor lainnya
  • Mampunya gereja (GPIB) dalam menanggulangi warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan
  • Tertampungnya anak yatim piatu, orang tua jompo, orang cacat, korban narkoba, dll dalam suatu lingkungan / tempat tinggal binaan milik GPIB ataupun hasil kerjasama dengan institusi lain
  • Tersedianya sumber dana tetap GPIB untuk membiayai berbagai aktivitas non rutin termasuk pembiayaan di pos-pos pelkes
  • Seluruh jemaat telah memiliki fasilitas ibadah yang permanen termasuk pastorinya dan memiliki IMB untuk gereja
  • Termanfaatkannya seluruh asset gereja secara optimal dan dalam koridur hukum

STRATEGI  PENCAPAIAN  SASARAN :

  • Penjabaran setiap program rutin dan non rutin dalam berbagai bidang dengan indikator keberhasilan program yang terukur baik kualitatif maupun kuantitatif
  • Penyiapan kader SDI mulai dari tingkat PA, PT, GP dan PW serta PKB
  • Pendampingan dan penggembalaan
  • Evaluasi dan pengkajian setiap hasil kegiatan
  • Pelatihan, magang dan pendampingan berkelanjutan
  • Komitmen, konsistensi dari setiap insan GPIB untuk melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan secara konsekuen
  • Optimalisasi pemanfaatan asset-asset GPIB secara profesional dengan pola kemitraan yang dapat dipertanggung-jawabkan.

BAB   IV
SASARAN   KUPPG   2006-2011

Tema : membangun masa depan dengan semangat pendamaian dan pemulihan 
             dalam Yesus kristus (Rom.15 : 7)

2006 - 2007  :
  • Terselenggaranya kegiatan rutin dan non rutin dengan indikator penilaian keberhasilan yang terukur, minimum secara kualitatif
  • Tertatanya Kantor MS-GPIB dan Majelis Jemaat sebagai  pusat penyelenggaraan administrasi yang efektif, efisien dan profesional termasuk tersedianya PPMS dan PPMJ
  • Tersedianya sistem / tatalaksana organisasi GPIB dan pelaksanaan tata usaha / administrasi yang mantap sesuai ketentuan Tata Gereja GPIB
  • Tersedianya sistem mutasi Pendeta GPIB & terlaksananya ‘tour of duty’ di lingkungan kantor MS dan MJ
  • Terevaluasinya masalah dan kebutuhan Gereja dan jemaat berdasarkan hasil Litbang
  • Tersedianya Sistem Informasi Managemen GPIB yang tersosialisasi di berbagai tingkatan
  • Tersedianya paket dan mekanisme PWG yang berstruktur sesuai kebutuhan
  • Terbentuknya berbagai lembaga di dalam GPIB sesuai ketentuan Tata Gereja
  • Tersedianya pedoman studi lanjut bagi Pendeta / Pegawai GPIB
  • Tersedianya Pedoman perekrutan Calon Vikaris termasuk mekanisme pembinaan dan evaluasinya
  • Terevaluasinya berbagai hal yang berhubungan dengan masalah asset, lembaga-lembaga milik GPIB di berbagai tingkatan
  • Terbangunnya suatu sistem pengusahaan daya dan dana di dalam GPIB untuk diaplikasikan dalam periode KUPPG berikutnya
  • Tersedianya paket-paket pembinaan bagi para presbiter, PHMJ dan fungsionaris gereja lainnya
  • Terdatanya berbagai variable yang diperlukan untuk penataan data-base jemaat dan pegawai GPIB
  • Tersetifikasinya tenaga-tenaga bina PA/PT dan pengajar katekisasi baik Pendeta maupun Penatua/ Diaken
  • Dimulainya pengelolaan dana khusus untuk studi lanjut Pendeta GPIB yang berasal dari kontribusi jemaat di samping upaya penggalangan beasiswa dari dalam dan luar negeri.
  • Tersedianya format yang baku baik di tingkat sinodal maupun jemaat, tentang format laporan / media informasi

2007 – 2008
Tema : melayani dalam ketulusan dan kejujuran (Maz. 25 : 21)

  • Terlaksananya berbagai kegiatan rutin dan non rutin secara profesional dan berkesinambungan atas dasar hasil evaluasi periode sebelumnya
  • Tersosialisasinya SIM GPIB
  • Terbangunnya dan dimanfaatkannya Webside GPIB yang dikelola secara kantor MS untuk kepentingan komunikasi, penataan data-base dan lain sebagainya
  • Tersusunnya Pola pembinaan dan metode pelaksanaan Pembinaan BPK yang spesifik
  • Tersusunnya rencana pengembangan lembaga-lembaga, badan-badan pelaksana dan institusi lainnya dalam GPIB untuk mencapai hasil kerja yang lebih berkualitas
  • Terbentuknya Tim khusus untuk melaksanakan berbagai keputusan PS XVIII yang berhubungan dengan Tata Gereja GPIB
  • Terlaksanakanya program pelkes yang lebih luas baik internal maupun eksternal
  • Terlaksananya pengembangan dan sosialisasi aspek teologis dalam kegiatan GPIB termasuk hubungan dengan negara dan masyarakat
  • Tersedianya konsep pengkaderan jemaat untuk menjamin kepemimpinan dan masa depan GPIB
  • Tersedianya sistem prosedur baku menyangkut perencanaan, pengadaan, pengelolaan, pemeliharaan serta pelepasan atau penghapusan fasilitas gereja
  • Tersedianya IMB untuk pembangunan gereja dan fasilitas lainnya
  • Terdata ulang secara akurat, jumlah dan nilat assets GPIB termasuk kondisi pemanfaatan saat ini
  • Teratasinya masalah Yayasan Dana Pensiun GPIB
  • Terselenggaranya berbagai kursus berjenjang yang diperlukan Pendeta/Pegawai GPIB sesuai kepentingan khusus
  • Terdesiminasinya Buku Sabda-Sabda GPIB yang ditulis dan diedit oleh Penulis / Redaksi profesional
2008 – 2009
Tema : bersaksi dalam kekuatan kasih karunia Allah (II Kor.1 : 12)

  • Terlaksananya Pembinaan SDI dengan pola yang relevan dengan kebutuhan di berbagai sektor dan tingkatan
  • Terkoordinirnya berbagai kegiatan PWG dengan mengoptimalkan Pusat PWG di Griya Bina Lawang dengan Departemen Bindik dan Litbang serta pada hal-hal tertentu dengan Yapendik GPIB
  • Terbangunnya GPIB center di daerah pasir Mukti Cibinong
  • Terlaksananya pendataan dan pengelolaan asset-asset GPIB secara profesional dan terkoordinir oleh MS GPIB
  • Tersusunnya pola-pola pengusahaan dana dan daya untuk pelaksanaan di berbagai tingkatan
  • Terlaksananya pengembangan pemahaman Teologis dari berbagai aspek kegiatan GPIB
  • Terevaluasinya kegiatan-kegiatan BPK untuk kegiatan pengembangan atas rekomendasi hasil riset
  • Terlaksananya kegiatan diakoni sosial yang mantap di jemaat maupun lewat Yayasan Diakonia
  • Tercapainya proses penulisan yang profesional dari berbagai materi yang dikelola Lembaga penerbitan GPIB
  • Terlaksananya program komunikasi antara jemaat dengan MS maupun antar jemaat dengan jemaat dan Mupel lewat media khusus
  • Terselenggaranya administrasi perkantoran gereja yang semakin mantap

2009 – 1010
Tema : Roh Kudus memberi damai sejahtera dan sukacita (Rom. 14 : 13 – 23)

  • Terevaluasinya kinerja berbagai unit dan lembaga di dalam lingkup GPIB untuk rekomendasi pengembangan maupun perubahan dalam Tata Gereja Baru
  • Terevaluasinya kesiapan PS XIX dengan segala materi persidangan yang telah tersosialisasikan di berbagai tingkatan GPIB
  • Tersedianya rekomendasi strategi baru untukpelaksanaan kegiatan 5 tahun ke depan setelah PS XIX
  • Tertatanya sistem administrasi kepegawaian Pendeta dan Pegawai GPIB untuk berbagai kepentingan
  • Tersusunnya evaluasi penilaian kinerja berbagai kegiatan untuk diterapkan dalam periode KUPPG ke 2 Jangka Panjang II

2010 – 2011
Tema : membangun masa depan bersama Roh Kudus ( I Kor. 14 : 12)

  • Terselesaikan seluruh naskah atau materi Rantap XIX
  • Terevaluasinya kinerja berbagai kegiatan melalui Litbang untuk rencana pengembangan ke depan
  • Terlaksananya semua kegiatan berdasarkan sasaran KUPPG I (2006-2011) dengan baik dan sesuai target sebelumnya
  • Tersusunnya rekomendasi MS XVIII kepada PS XIX yang terstruktur, berbobot dan aplikatif

PROGRAM  GPIB  ( 2006-2011 )
BIADANG  IAI  (TEOLOGI)
  • Pembinaan Warga Gereja yang Misioner dan peningkatan mutu presbiter
  • Pengembangan hubungan / komunikasi antar denominasi dan antar umat beragama
  • Peningkatan bobot ‘PERSEKUTUAN’, ‘PELAYANAN’ & ‘KESAKSIAN’ baik internal maupun eksternal GPIB
  • Evaluasi kinerja seluruh fungsionaris gereja dan penentuan materi dan metode pembinaan ke depan
  • Sosialisasi dan peningkatan Pemahaman Iman GPIB kepada seluruh warga gereja
  • Pemantapan sistem dan isi pengajaran (materi bina) BPK, pastoral, Katekisasi dsb.
  • Sosialisasi dan penjabaran AKTA-AKTA GEREJA secara konsisten
  • Pengembangan musik gereja dan kidung puji-pujian
  • Pembentukan dan pengembangan Departemen Teologi
  • Penyempurnaan / pengembangan pedoman khotbah serta pembinaan para Pelayan Firman guna penyampaian khotbah yang komunikatif, mudah dicerna dan atraktif
  • Pengembangan Tata Ibadah (perbaikan mutu buku sabda-sabda)
  • Pelaksanaan KKR dan KPI secara periodik
BIDANG PELAYANAN DAN KESAKSIAN
  • Peningkatan kualitas kegiatan PELKES yang berpusat di wilayah-wilayah
  • Pembangunan Rumah Sakit / balkesmas / Poliklinik GPIB
  • Penyediaan perumahan Pendeta & jaminan hari tua (Pilot Projeck di Mupel Jakarta Selatan)
  • Pembangunan dan pengelolaan panti jompo dan rumah singgah GPIB
  • Pengusahaan dan pelengkapan sarana & prasarana PELKES di Pos-pos pelayanan
  • Pendirian Yayasan Kedukaan GPIB
  • Pemantapan sistem kepedulian sosial akibat bencana alam, kelaparan, wabah penyakit, dsb baik lokal, regional maupun nasional
  • Penentuan standar bantuan diakonia sosial dalam jemaat
  • Penataan sistem pemberian beasiswa bagi warga jemaat dan Pendeta untuk studi lanjut
  • Mengadakan pembinaan Pelkes secara periodik
  • Membuat dan menetapkan mekanisme kesaksian secara tepat
BIDANG  PERENCANAAN  &  PEMBINAAN  SDI :
  • Pelaksanaan operasional Pembinaan Warga Gereja, BPK dan presbiter dari sisi desain kurikulum dan implementasinya
  • Pelaksanaan operasional pembinaan keterampilan tenaga bina Pelkes
  • Penyiapan tenaga-tenaga motivator GPIB dalam berbagai disiplin ilmu sesuai kebutuhan pos-pos Pelkes
  • Sertifikasi tenaga-tenaga pembina PA, PT, katekisasi dsb. dari aspek kependidikan dan teknologi pendidikan
  • Membantu operasionalisasi pemanfaatan terpadu dari Pusat Pembinaan Warga Gereja di Lawang
  • Pengelolaan sarana & prasarana (SDHMG) untuk kepentingan pembinaan warga gereja, Presbiter dan Vikaris
  • Mendesain GPIB Center untuk kepentingan pembinaan Pendeta dan presbiter lain serta warga GPIB ke depan
  • Membantu dalam pelatihan / pembinaan BPK di lapangan
BIDANG PENDIDIKAN :
  • Penyusunan dan sosialisasi pedoman Studi lanjut bagi Pendeta dan Pegawai GPIB
  • Penyiapan kurikulum pelatihan / pembinaan di berbagai bidang, bekerjasama dengan bidang-bidang  lain
  • Evaluasi dan penataan ulang Yapendik dan operasinalisasinya
  • Peningkatan mutu pendidikan dasar sampai menengah bagi lembaga-lembaga di bawah Yapendik
  • Pengadaan STT sendiri atau pendirian Universitas GPIB
  • Mengadakan pembinaan administrasi keuangan lembaga-lembaga pendidikan di bawah Yapendik
  • Menyelenggarakan kerjasama pelaksanaan program S@ melalui sistem universitas terbuka
  • Melakukan penjajakan untuk memperoleh beasiswa dari dalam dan luar negeri bagi pengembangan mutu pendidikan SDM GPIB
  • Mengupayakan beasiswa bagi studi lanjut Pendeta di dalam negeri yang berasal dari kontribusi jemaat secara rutin.
BIDANG PELAYANAN KATEGORIAL :
  • Membantu Operasionalisasi dan penjabaran kegiatan bidang-bidang lain sesuai kebutuhan pelayanan masing-masing kategori jemaat
  • Penataan ulang kegiatan-kegiatan BPK yang memberi warna khusus dalam pelayanannya berdasarkan kebutuhan anggota (kategori jemaat)
  • Peningkatan partisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara melalui ketrampilan masing-masing kategori jemaat
  • Menemu-kenali kebutuhan anggota sesuai kategorinya dan mempersiapkan metode pelaksanaan yang tidak mengulangi pola bidang-bidang lain, dsb.
  • Membina keutuhan jemaat melalui BPK berdasarkan sistem presbiterial sinodal
  • Membuat program kerja BPK di tingkat sinodal secara lebih spesifik untuk kemudian dijabarkan di jemaat
  • Berperan serta dalam segala aktivitas pemberantasan narkoba, kekerasan dan pelanggaran HAM
  • Peningkatan  prestosi dan   daya kreasi terutama pada tingkatan PA sampai dengan  GP.
BIDANG GEREJA DAN MASYARAKAT :
  • Menyikapi kebijakan-kebijakan pemerintah maupun parlemen yang bersifat merugikan pelaksanaan kepercayaan umat kristiani pada umumnya
  • Mengadakan dialog-dialog dalam skala nasional untuk memberikan masukan kepada pemerintah dan DPR
  • Pengembangan hubungan / komunikasi antar denominasi dan antar umat beragama
  • Partisipasi dalam berbagai forum gerejawi maupun pemerintah dll
  • Membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga keagamaan dan sosial lainnya
  • Berpartisipasi dalam pengembangan PGI dan gerakan oikumenis
  • Memfasilitasi kader-kader GPIB untuk duduk dalam berbagai institusi pemerintahan dan swasta yang potensial
  • Membina kehidupan sosial yang harmonis dan saling menguntung dengan lembaga-lembaga keagamaan lainnya

BIDANG ORGANISASI & KOMUNIKASI :
  • Sosialisasi Tata gereja dan PKUPPG baru
  • Penyiapan Juklak dan Juknis mekanisme organisasi GPIB sesuai Tata Gereja
  • Penyiapan perangkat manajerial organisasi GPIB yang fleksibel namun taat aturan
  • Penentuan standar kinerja Pendeta dan Pegawai GPIB dan mekanisme pelaksanaannya
  • Penentuan sistem pengendalian organisasi dan perangkat GPIB
  • Pengkajian penjenjangan jabatan, skala penggajian, asuransi, keselamatan kerja dsb.
  • Pembentukan Dewan pakar GPIB tingkat sinodal maupun wilayah untuk membantu pelaksanaan berbagai kebijakan dan kegiatan
  • Pembuatan sistem perekrutan Pendeta, Pegawai, Vikaris GPIB dan tenaga-tenaga profesional lainnya
  • Pemantapan penggunaan Webside GPIB untuk berbagai keperluan komunikasi
  • Penyediaan fasilitas / sistem informasi GPIB
  • Pembuatan Sistem Manajemen Jemaat
  • Pengembangan profesionalisme lembaga-lembaga di dalam GPIB
  • Pembuatan media komunikasi internal dan eksternal (majalah, buletin, brochures, dsb)
  • Pengembangan sistem pengawasan keuangan dan inventaris gereja (on-lie)
  • Publikasi dan desiminasi berbagai terbitan GPIB termasuk informasi lintas jemaat, dsb
  • Pembuatan PPMS dan sosialisasi format umum PPMJ
  • Pembinaan hubungan dinamis antara Majelis Jemaat dan Majelis Sinode
BIDANG PENELITIAN dan PENGEMBANGAN :
  • Studi identifikasi permasalahan-permasalahan dalam jemaat GPIB serta hubungan komunikatif dengan MS dan Mupel
  • Studi penjajakan kebutuhan pelatihan / pembinaan presbiter dan warga GPIB
  • Evaluasi sistem perekrutan Vikaris GPIB
  • Evaluasi sistem penilaian kinerja Pendeta dan Pegawai GPIB
  • Penentuan indikator / tolok ukur keberhasilan / kierja berbagai program GPIB
  • Pengkajian kepejabatan Pendeta dan penentuan persyaratannya
  • Pengkajian sistem pendidikan dan pembinaan di GPIB
  • Evaluasi berbagai kegiatan dalam GPIB sebagai bahan masukan untuk penyusunan program dan penentuan berbagai kebijakan
  • Menyusun sistem informasi manajemen GPIB
  • Mempersiapkan perangkat penunjang sistem informasi sesuai kondisi jemaat
  • Mengkaji ulang sistem penentuan PTB Jemaat ke MS, sistem kolekte di jemaat dan kemungkinan pengaktifan perpuluhan

BIDANG  EKUBANG  (DANA & DAYA)  :
  • Pembentukan Departemen Keuangan untuk mengoptimalkan sumberdaya dan dana
  • Penertiban dan pemantapan sistem dan mekanisme keuangan GPIB (sentralisasi atau bagi hasil?)
  • Evaluasi fungsi dan status asset-asset GPIB
  • Pembangunan sarana dan prasarana peribadatan
  • Pembangunan GPIB Center (Pejambon, Cibinong atau lokasi lainnya)
  • Pemantapan administrasi SDHMG
  • Pembangunan dan pelengkapan fasilitas di pos-pos Pelkes dan wilayah pelayanan lainnya
  • Pengembangan konsep ekonomi kerakyatan
  • Pengusahaan sumberdaya dan dana yang transparan dan berkesinambungan


BIDANG  UMUM  :
§         Peningkatan perans erta MS dalam kebijakan publik dalam NKRI
§         Penertiban asset-asset GPIB
§         Pelaksanaan bantuan hukum bagi jemaat dan institusi GPIB
§         Sertifikasi SDHMG dan penentuan  mekanisme pengelolaannya
§         Pemberdayaan warga gereja dalam masalah hukum yang berhubungan dengan kekerasan dalam rumah tangga, HAM, dsb
§         Sosialisasi kebijakan pemerintah dan GPIB
§         Perelevansian perangkat-perangkat hukum dalam kaitan dengan pemberlakuan Tata Gereja Baru , dsb


BAB  V

PENUTUP

            Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat di dalam melaksanakan tugas panggilan dan pengutusannya du tengah-tengah kehidupan masyarakat yang sedang berkembang dituntut untuk selalu mengantisipasi setiap permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Untuk itu sangat dibutuhkan tenaga-tenaga yang beriman sehingga mampu mencermati, menganalisis dan menentukan kebijakan-kebijakan selanjutnya bahkan menjadi pelaksana yang membawa damai sejahtera.
            Pokok-pokok Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja untuk waktu 20 (dua puluh) tahun mendatang (2006-2026) dan kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja untuk 5 (lima) tahun mendatang merupakan pedoman, patokan dan tolok ukur bagi seluruh jajaran GPIB tingkat Sinodal hingga Jemaat-jemaat yang dapat dijabarkan dalam program kerja sesuai kebutuhan terencana, terarah dan bermanfaat. Bahwa PKUPPG ini hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan sesuai visi dan misi GPIB
            Didasari  bahwa dalam pelaksanaan  PKUPPG ini banyak faktor yang saling terkait dan menentukan yaitu pelaksana dan sarana/prasarana. Hanya dengan kesungguhan, kesetiaan, kesediaan serta ketekunan apa yang direncanakan dapat terlaksana dan berhasil guna.
            Kiranya Tuhan Yesus Kristus Kepala gereja menolong seluruh jajaran GPIB sehingga  mampu  melaksanakan  PKUPPG  ini.


BENARKAH TUHAN MAMPU MENOLONG KITA

Bacaan  1 Samuel 17 : 53 – 54
Saudara terkasih........

Kisah pertarungan Daud dan Goliat, dan bagaiman Daud memenangkan pertarungn itu bukanlah cerita baru kita orang percaya, apalagi yang Kristen sejak kecil. Kalaupun kita diminta untuk menceritakan kisah Daud dan Goliat, pasti secara garis besar kita pasti bisa. Persoalannya, apakah kita percaya bahwa cerita kemenangan Daud atas Goliat itu benar terjadi? Ataukah itu hanya sekedar cerita kepahlawanan Daud belaka bahkan ada yang mengatakan itu jenis cerita dongeng pengantar ”bobo”? Mudah-mudahan kita yang disini tidak dalam pemikiran seperti itu. Sebab kesaksian Alkitab tentang Daud dan Goliat adalah untuk membuktikan  bahwa Allah yang dipercaya Daud adalah Allah yang mampu menolong dan membuktikan bahwa allah-allah bangsa lain dalam hal ini Filistin tidak ada apa-apanya. Kisah ini hendaknya direnungkan bukan hanya untuk orang Israel di masa itu tetapi bagi kita juga orang percaya sekarang ini.

Secara keseluruhan I samuel 17 ini mengisahkan tindakan kepahlawanan Daud yang pertama sesudah ia diurapi oleh Samuel. Dan dalam cerita ini, terdapat perbedaan yang sangat menyolok antara Daud dan Goliat. Digambarkan Daud kecil dan masih belia (ayat 42) sedangkan Goliat sudah dewasa dan tinggi besar (6 hasta, kira-kira 2,7 meter). Daud gembala dan Goliat prajurit profesional. Daud berbaju gembala dan Goliat berbaju perang. Daud bersenjatakan umban (tali pelontar batu) dan Goliat bersenjatakan pedang dan tombak. Siapakah yang bakal muncul sebagai pemenang? So pasti Goliat. Begitulah perhitungan kita selaku manusia bukan? Tetapi Alkitab menyaksikan pada kita kenyataannya ialah bahwa Daud tampil sebagai pemenang atas Goliat. Mungkin kita bertanya, koq, bisa ya Daud menang?

Ada satu kelebihan yang dimiliki oleh Daud namun tidak dimiliki oleh Goliat bahkan raja Saul serta orang israel lainnya saat itu. Apakah itu? Keyakinan Daud bahwa Allah yang hidup mampu menolongnya. Atau dengan kata lain, karena ia menjadikan Allah sebagai sandarannya. Dan itu terungkap pada kata-kata Daud ketika ia berhadapan dengan Goliat yang sombong, angkuh dan memandang remeh musuhnya dalam hal Daud, sehingga tidak melihat kedasyatan Allah yang menyertai Daud. Ayat 45-46 : ”aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segalah barisan Israel yang kau tantang itu..............Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu”.  Daud memiliki suatu keyakinan yang teguh tentang TUHAN orang Israel yang tidak dapat dikalahkan siapapun dan dapat mengalahkan siapapun. Daud sekaligus meyakini bahwa setiap orang Israel yang percaya pada TUHAN juga pasti akan dilindungiNYA. Sebagaimana yang dikatakan Daud kepada Saul : ”TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan daari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang filistinitu” (ayat 37). Daud begitu yakin akan TUHANnya dan bahwa TUHAN mampu melindungi dia kapanpun dan dimanapun dia berada.

Kemenangan Daud yang sangat dramatis  dan begitu cepat, membuat semangat orang Israel bangkit sementara tentara filistin sibuk melarikan diri. Pengejaran tentara Israel terhadap tentara Filistin menunjukkan kekalahan Filistin yang cenderung mengandalkan diri, kemampuan perang dan juga sososk Goliat sekaligus membuktikan bahwa Goliat dan orang-orang filistin sungguh tidak berdaya menghadapai kekuatan TUHAN yang ”dimulai” dari kemenangan Daud atas Goliat dalam pertempuran satu lawan satu. Oleh sebab itu ayat 53-54 yang menjadi perenungan saat ini merupakan ”kesaksian nyata” bahwa benar filistin telah ditaklukkan TUHAN melalui Daud. Namun yang terpenting bahwa apa yang diyakini  Daud tentang TUHAN yang maampu menolong anak-anakNYA, itu benar adanya.

Allah bekerja melalui orang-orang yang sungguh-sungguh percaya kepadaNYA, dan melaluinya Allah dapat menyatakan kedahsyatan kuasaNYA. Walaupun tidak selamanya musuh yang menyerang, masalah yang dapat menghadang, situasi sulit yang menerjang runtuh secepat Goliat roboh, tetapi iman dan penyerahan diri kepada Allah berarti kemenangan. Mengapa? Karena Allah dalam Yesus Kristus menyertai kita dan mampu menolong kita. Milikilah keyakinan dan penyerahan diri kepada Allah seperti Daud. Apakah kita yakin benar bahwa TUHAN tetap menyatakan pertolonganNYA sampai sekarang ini bahkan dalam hidup pribadi, keluarga, persekutuan dan bangsa kita?.

PENGAKUAN ANAK NEGERI


Kita mengakui bahwa negeri kita adalah anugerah TUHAN. Tapi di negeri ini kita telah dan meratap karena luka-luka kehidupan. Kita lelah karena kesengsaraan dan kemiskinan yang tak habis-habisnya. Kita meratap karena ketidakadilan yang masih merajalela dimana-mana.

Kita mengakui berbagai konflik dalam hidup bermasyarakat yang mengakibatkan perseteruan. Kita meratapi ketidak-mampuan untuk menerima kepelbagaian, sehingga fanatisme sempit melahirkan manusia-manusia pembenci dan menindas kasih persaudaraan sebagai anak-anak bangsa.

Kita mengakuai terjadinya pemiskinan dan meratap karena pembodohan. Kita mengeluh karena diperbudak nafsu materi sehingga tidak pernah ada rasa cukup, lalu merebut hak-hak sesame. Kita merusak alam dieksploitir, sehingga sesungguhnya kita sedang merampok hak-hak anak cucu dan generasi penerus kita.

Kita mengakui bahwa banyak kesulitan terjadi karena kebohongan yang dibungkus dengan kata-kata manis. Kita meratap karena kesengajaan membiarkan kejujuran disembunyikan atas nama kepentingan bersama.

Kita mengakuai keringnya kesantunan dan meratap karena hilangnya kebersamaan, kekerasan terjadi dimana-mana dan egoisme pribadi menjadikan orang serigala bagi sesama. Kita mengakui bahwa tanpa campur tangan TUHAN tidak akan ada pendamaian, tidak juga akan ada pemulihan

TUHAN TIDAK MENANYAKAN


Galatia 6:9
”Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila Ia sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah”

Saudara .....
Apakah jawaban kita ketika kelak Tuhan menanyakan sesuatu yang DIA harapkan untuk kita lakukan, namun tidak kita lakukan? Menyesal, malu, itu pasti!

Tuhan tidak akan menanyakan beberapa banyak mobil dan jenis apa saja yang engkau miliki, tetapi IA akan bertanya berapa banyak orang yang sudah turut menikmati naik mobilmu dan berapa kali engkau memberi tumpangan kepada orang yang tidak punya alat transportasi?

Tuhan tidak akan menanyakan seberapa luas rumahmu, tetapi IA akan bertanya berapa banyak orang yang sudah engkau ijinkan masuk dan menumpang di rumahmu?

Tuhan tidak akan bertanya berapa pasang pakainmu yang engkau simpan di dalam lemari, dan merk apa saja, tetapi IA akan bertanya berapa banyak orang kekurangan pakaian yang sudah ”berpakaian” melalui pakaian pemberianmu?

Tuhan tidak akan bertanya berapa banyak uang dan kekayaan yang engkau miliki, tetapi IA akan bertanya dengan cara bagaimanakah engkau mendapatkan semuanya itu?

Tuhan tidak akan bertanya apakah pekerjaanmu di dunia ini, tetapi IA akan bertanya apakah engkau sudah mengerjakannya dengan segenap hati  dan kemampuanmu?

Tuhan tidak akan bertanya berapa banyak temanmu, tetapi Ia akan bertanya apakah engkau sudah menjadi teman yang baik dan setia bagi mereka?

Tuhan tidak akan bertanya di lingkungan orang-orang yang bagaimanakah engkau tinggal, tetapi IA akan bertanya apakah engkau tetap hidup dalam kesucian, atau ikut terpengaruh dengan kebiasaan orang-orang di sekitarmu?

Tuhan tidak akan bertanya apa warna kulitmu,  itu tidak menjadi begitu penting bagiNYA. Tetapi IA akan bertanya karakter seperti apa yang ada didalam dirimu?

Tuhan tidak akan bertanya mengapa engkau butuh waktu yang lama baru bertobat dan mencari DIA, tetapi IA akan segera membawamu ke Sorga dan bukannya neraka?

Selama hidup di dunia ini kita memikul tanggung jawab yang Tuhan taruhkan di dalam hidup kita. Kita perlu belajar untuk memikirkan kepentingan orang lain juga dan tidak hanya menggenggam erat berkat-berkat yang Tuhan percayakan kepada kita. Kita juga memiliki tanggung jawab secara moral di mana kita harus hidup dalam kehendakNya setiap hari.

Marilah kita semakin memperkaya diri dengan kasih dan kebaikan. Kejarlah semua itu seperti kita mengejar harta yang sangata berharga, karena DIA yang kepadaNya kita akan mempertanggungjawabkan hidup kita, adalah adil. Tuhan punya maksud tertentu ketika Ia menempatkan kita di bumi ini. IA ingin agar orang bisa merasakan kasihNya terpancar melalui  hidup kita. Dan semua ini akan terjadi jika kita bersedia menjadi saluran berkat.

1 Timotius 6 : 18-19
”Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagi dasar yang baik bagi dirinya diwaktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya”

KENALKAH KITA AKAN TUHAN?

Bacaa n Ulangan 5 : 1 - 6
Saudara .....
 
"Ah, sudah tahu saya siapa....!" Bukankah kalimat itu yang sering terucap kalau kita tidak suka terhadap seseorang. Apapun yang dikatakan dan diperbuat orang itu, semuanya jelek di mata kita. Padahal tahu itu berbeda dengan kenal. Saya tahu orang itu, tapi belum tentu saya mengenalnya. Tahu tentang seseorang bisa lewat cerita orang lain, tapi mengenal seseorang harus secara pribadi, tidak cukup hanya kata orang. 

Sepuluh perintah TUHAN ini diawali dengan perkenalan diri TUHAN: "Akulah TUHAN, ALLAHmu..." Kalau sebuah surat biasanya diawali dengan berita dan diakhiri dengan nama penulisnya, maka sepuluh hukum ini justru dimulai dengan memperkenalkan siapa Tuhan : Ia adalah "ALLAH yang membawa engkau keluar dari tanah mesir." ini artinya TUHAN mau dikenal bukan dari perintahNYA saja, tapi yang lebih penting ialah dari perkerjaanNYA atas orang israel. Begitulah memang, kita bisa mengenal TUHAN dengan benar bila kita merenungkan kembali pemeliharaanNYA atas hidup kita sampai hari ini. TUHAN dikenal lewat pekerjaanNYA dalam hidup kita. Kita tidak cukup hanya tahu tentang TUHAN, tapi juga perlu mengenalNYA dengan mengingat kembali bagaimana IA menegur dan memperbaiki hidup kita, dan seterusnya. Siapa yang melupakan semua itu, ia tidak akan pernah mengenal TUHAN dengan benar.
Mengenal TUHAN  itu adalah dengan merenungkan bagaimana cara IA memelihara kita. Di antara begitu banyak cara TUHAN memelihara kita, selalu ada yang paling berkesan bagi tiap-tiap orang secara pribadi. Dari pengalaman yang paling mengesankan itulah iman seseorang dibentuk, dan disitu ia mengenal TUHAN. Tapi sejujurnya, pengenalan kita akan TUHAN tidak pernah sempurna, sebab TUHAN yang kita kenal jauh melampaui akal pikiran kita, dan perbuatan-perbuatan TUHAN jauh lebih besar dari apa yang kita alamai dan rasakan TUHAN  MAHA BESAR.....
 

DOA; sangat besar kuasanya

YESUS MEMBUATMU BERHARGA