KETIKA COBAAN TAK KUNJUNG HABIS

Bacaan Daniel 11 : 2 – 13
Saudara Terkasih ...
Pada waktu penglihatan ini dinyatakan orang Israel sudah kembali ke negerinya, tapi Daniel tetap tinggal di Babel. Lagi-lagi ini tentang kesusahan besar (10:1) yang akan terjadi pada hari-hari terakhir (10:14). Memang mereka sudah dibebaskan namun berbagai-bagai pencobaan masih akan terjadi. Bangsa-bangsa lain akan berulah sehingga posisi Israel nantinya akan terjepit. Seluruh perkataan dalam perikop ini kemudian terbukti dan dicatat dalam sejarah.

Pertanyaannya, apakah semua kesusahan yang akan datang itu masih merupakan kelanjutan dari penghukuman terhadap Israel?
 Apakah Allah tidak sungguh-sungguh melepaskan umat-Nya? Jika saudara baru saja terlepas dari satu kesusahan tapi masuk lagi ke dalam kesusahan yang lain, bagaimana perasaan saudara? Jengkel dan lama-kelamaan mungkin frustrasi. Begitulah hidup kita. Kesusahan sering datang bukan hanya karena kesalahan kita, melainkan juga karena ulah orang lain. Sementara itu banyak orang berpikir bahwa Tuhan tidak serius dalam mengampuni dan menolong. Buktinya, pencobaan datang silih berganti dan kita merasa belum lepas dari murka Allah. Tidak sedikit orang yang berusaha memulai hidup baru - setelah terbebas dari dosa - kemudian datang musibah, dan mereka masih menganggap itu sebagai ganjaran atas dosa yang lama. Akibatnya, orang tidak dapat menikmati pengampunan. Benarkah Tuhan terus menghukum kita seperti seorang pendendam yang tiada habisnya mengumbar kemarahan?!
Semua pertanyaan di atas harus dijawab begini, Tuhan tidak pernah main-main bila Ia mau mengampuni kita. Kalau setelah itu kita masih mengalami banyak kesulitan, itu bukan bagian dari hukuman, melainkan kenyataan hakiki hidup manusia. Pengalaman kita mengatakan, sekalipun kita sudah berusaha hidup benar di hadapan Tuhan, menjauhi kejahatan dan menaati firman-Nya, kita tidak dapat seluruhnya terbebas dari pencobaan. Kesalahan yang dilakukan orang lain dapat berdampak pada diri kita, tapi Tuhan mengantar kita untuk melewati kesulitan demi kesulitan itu. Mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang telah diampuni-Nya agar mereka kuat di dalam semua kenyataan hidup, baik atau tidak baik. Ia mendampingi, menghibur dan meneguhkan iman kita agar kita mampu melewatinya.( SBU, 10 Feb 2012)

JANGAN BESAR KEPALA

Bacaan : Daniel 8 : 5 – 8 Saudara terkasih ...
Hidup ini penuh kejutan. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian. Kalau hari ini kita merasa kuat, kita tidak tahu apakah besok kita akan tetap kuat. Kalau kita sedang berada 'di atas angin', kita juga tidak bisa memastikan apakah akan terus seperti itu. Tidak ada satupun yang tetap, semuanya berubah dan akan terus begitu.
Itulah yang dialami oleh sang domba jantan, yang pada bacaan sebelumnya begitu perkasa dan tak terkalahkan oleh apapun.
 Tapi kali ini ia justru menjadi pecundang sewaktu berhadapan dengan seekor kambing ajaib yang hanya dengan satu tanduk mampu membuatnya tak berdaya. Seperti biasa, bintang 'sang pendatang baru' selalu bersinar lebih terang daripada yang lama. Setelah tanduk lambang kekuatannya patah maka 'mantan jawara' yang pernah disegani itu kini dilupakan. Tapi kemudian apa yang disebut tabiat lama kini terulang lagi, sang jawara baru itu membesarkan dirinya, dan pada puncaknya patahlah tanduknya yang satu itu. Ia pun 'habis' dan dilupakan.
Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah ini ialah, janganlah kita merasa sudah paling segala-galanya. Paling pandai, paling bijaksana, paling kuat, paling saleh, paling baik, paling benar, dan seterusnya. Kalau kita menganggap begitu bisa jadi karena kita belum pernah bertemu orang yang lebih dari kita. Ketika kita merasa sudah segala-galanya, sesungguhnya itulah titik kritis kita sebab orang yang terlena dengan perasaan aman yang dibangunnya sendiri akan mudah terhempas oleh masalah yang datang tiba-tiba. Siapa yang berpikir ia tidak mungkin lemah dan dapat dikalahkan, justru ia sudah kalah saat itu juga! Satu lagi, mungkin kita tidak mau disamakan dengan domba atau kambing dalam kisah ini. Tapi begitulah tabiat kita, setelah berhasil sampai di puncak lalu menjadi besar kepala, atau dalam pepatah Jawa 'gede rumangsa'. Padahal, bila kita mau mempersembahkan semua itu kembali kepada Tuhan, kita akan bertahan. Tuhan pasti mempertahankan segala sesuatu yang membuat nama-Nya harum. SBU,  Rabu, 08 Feb 2012

HUT Pelayanan Kategorial Persekutuan Teruna ke-29 Pesta Aneka KrEasi Teruna (PAKET)

KETENTUAN LOMBA-LOMBA

 A.     LOMBA DEBAT
1)      Tema: Teruna dan Teknologi.
2)      Peserta lomba debat adalah teruna-teruni GPIB Maranatha Denpasar, kelas Eka dan Dwi.
3)      Masing-masing sekpel Persekutuan Teruna mengirim satu kelompok debat. Khusus sekpel yang berjumlah lebih dari 20 orang anggota (Maranatha dan Efatha) boleh mendaftar lebih dari satu kelompok debat.
4)      Satu kelompok debat terdiri dari 3 orang anggota dan tiap anggota kelompok wajib mengeluarkan pendapat/sanggahan saat debat berlangsung.
5)      Satu orang teruna hanya boleh bergabung dalam satu kelompok debat saja.
6)      Peserta debat tidak diperkenankan menggunakan alat bantu selama proses lomba debat berlangsung. Alat bantu yang dimaksudkan adalah seperti laptop, PDA, i-Pad, telepon genggam/HP, kalkulator, kamus, ensiklopedia, dan sebagainya.
7)      Pendaftaran lomba debat adalah melalui kak Amel atau bisa melalui kakak layan/motivator sekpel masing-masing, mulai hari Minggu, 15 Januari 2012 s/d hari Kamis, 26 Januari 2012 pk.17.00
8)      Lomba  debat akan diakan pada hari Minggu, 29 Januari 2012 (jika ada perubahan tanggal akan diberitahukan pada saat IMPT).

 B.     LOMBA CERDAS CERMAT ALKITAB (CCA)
1)      Peserta lomba CCA adalah teruna-teruni GPIB Maranatha Denpasar, kelas Eka dan Dwi.
2)      Masing-masing sekpel PT mengirimkan satu kelompok. Khusus sekpel yang berjumlah lebih dari 20 orang anggota (Maranatha dan Efatha) boleh mendaftar lebih dari satu kelompok CCA.
3)      Satu kelompok CCA terdiri dari 3 orang anggota dan harus terdiri dari perwakilan kelas Eka dan Dwi.
4)      Satu orang teruna hanya boleh bergabung dalam satu kelompok CCA saja.
5)      Peserta CCA tidak diperkenankan menggunakan alat bantu selama proses lomba CCA berlangsung. Alat bantu yang dimaksudkan adalah seperti laptop, PDA, i-Pad, telepon genggam/HP, kalkulator, kamus, ensiklopedia, dan sebagainya.
6)      Materi lomba CCA adalah bahan pengajaran IMPT selama triwulan terakhir 2011 (materi IMPT bulan Oktober-Desember 2011) ditambah dengan materi seputar pengetahuan umum Alkitab.
7)      Pendaftaran lomba CCA adalah melalui kak Amel atau bisa melalui kakak layan/motivator sekpel masing-masing, mulai hari Minggu, 15 Januari 2012 s/d hari Kamis, 26 Januari 2012 pk.17.00
8)      Lomba CCA akan diakan pada hari Minggu, 29 Januari 2012 (jika ada perubahan tanggal akan diberitahukan pada saat IMPT).

C.      LOMBA FOTOGRAFI
1)      Tema: Technology Addicted (Kecanduan Teknologi).
2)      Peserta lomba Fotografi adalah teruna-teruni GPIB Maranatha Dps, kelas Eka dan Dwi.
3)      Satu orang peserta hanya boleh mengirimkan satu buah karya foto saja.
4)      Hasil foto merupakan hasil karya pribadi peserta, bukan hasil karya orang lain atau diambil dari internet.
5)      Hasil foto dibuat dengan kamera manual (bukan kamera digital atau kamera HP).
6)      Hasil foto tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
7)      Hasil foto belum pernah dilombakan sebelumnya.
8)      Peserta harus mencantumkan judul dan spesifikasi hasil foto.
9)      Hasil foto yang dikumpul berukuran 10 R
10)   Hasil foto dikumpul dengan mencantumkan data pribadi peserta (nama lengkap, umur, alamat, no telp, dan nama sekpel PT) di belakang hasil foto.
11)   Hasil foto dikumpulkan melalui kak Gilda atau bisa melalui kakak layan/motivator sekpel PT masing-masing mulai tanggal 29 Januari 2012 s/d 12 Februari 2012 pk.12.00.
12)   Pengumuman pemenang lomba fotografi akan diumumkan setelah Ibadah Syukur HUT Pelkat PT ke-29 (pada saat perayaan). Namun, jika sampai tgl 12 Februari 2012 peserta lomba fotografi kurang dari 6 orang, maka lomba fotografi ini akan ditiadakan/dibatalkan (harap dimaklumi ^_^).

D.     LOMBA KARYA TULIS ILMIAH (KTI)
1)      Tema: Teruna, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
2)      Peserta lomba KTI adalah teruna-teruni GPIB Maranatha Dps, kelas Eka dan Dwi.
3)      Satu orang peserta hanya boleh mengirimkan satu buah karya tulis saja.
4)      Karya tulis merupakan hasil karya pribadi peserta, bukan hasil karya orang lain atau diambil dari internet.
5)      Karya tulis diketik pada kertas HVS ukuran A4 dengan format penulisan jarak 2 spasi, menggunakan jenis huruf Times New Romans (12pt).
6)      Karya tulis dibuat sepanjang 3-5 halaman.
7)      Karya tulis dikumpulkan melalui kak Gilda atau bisa melalui kakak layan/motivator sekpel PT masing-masing mulai tanggal 29 Januari 2012 s/d 12 Februari 2012 pk.12.00.
8)      Pengumuman pemenang lomba KTI akan diumumkan setelah Ibadah Syukur HUT Pelkat PT ke-29 (pada saat perayaan). Namun, jika sampai tgl 12 Februari 2012 peserta lomba KTI kurang dari 6 orang, maka lomba KTI ini akan ditiadakan/dibatalkan (harap dimaklumi ^_^).

E.      LOMBA VOCAL GROUP (VG)
1)      Peserta lomba VG adalah teruna-teruni GPIB Maranatha Dps dan boleh mendapat bantuan dari anggota Pelkat GPIB Maranatha Dps lainnya (maksimal 2 orang).
2)      Jumlah peserta dalam satu kelompok VG dibatasi minimal 6 orang dan maksimal 10 orang (sudah termasuk pemain musik).
3)      Satu orang anggota hanya boleh mengikuti satu kelompok VG saja dan tidak boleh membantu kelompok VG yang lain.
4)      Alat musik pengiring yang dipakai adalah alat musik akustik dan disediakan sendiri oleh masing-masing peserta. Tim kerja hanya menyiapkan alat bantu pengeras suara (sound system) pada saat lomba.
5)      Setiap kelompok peserta menyanyikan 1 buah lagu wajib dan 1 buah lagu pilihan.
6)      Lagu wajib     :
Mengikut Yesus Keputusanku (Kidung Muda-Mudi no.127)
7)      Lagu pilihan   :
Siapa yang Berpegang (Kidung Muda-Mudi no.144)
Haruslah Yesus Sepenuhnya (Kidung Muda-Mudi no.162)
Tuhan Yesus Sahabatku (Kidung Muda-Mudi no.133)
8)      Lagu dinyanyikan tanpa menggunakan teks/lirik/partitur.
9)      Juri akan menganggap gugur peserta yang didapati melakukan pelanggaran.
10)   Pendaftaran lomba VG adalah melalui Kak Martha atau bisa melalui kakak layan/motivator masing-masing sekpel, dimulai pada hari Minggu tgl 29 Januari s/d Senin 13 Februari 2012 pkl.20.00.
11)   Lomba akan diadakan pada hari Sabtu, 18 Februari 2012 pk.15.30 bertempat di GPIB Maranatha Dps.

catatan:
jika ada perubahan tangga-tanggall lomba, akan diberitahukan pada saat IMPT atau diposting di group FB. Ayo ambil bagian ya,adik2...daftarkan diri kalian....kalau bukan kita yg memeriahkan HUT kita sendiri, siapa lagi? ;-)

PETUNJUK PELAKSANAAN AKSI BAKTI SOSIAL & PEMBERDAYAAN – Bangka 2012

A. Latar Belakang

1. Pemahaman Iman GPIB sebagai payung teologi GPIB dalam melaksanakan Visi, Misi serta aksi Pelkat khususnya Pelkat Gerakan Pemuda.
2. PKUPPG sebagai kerangka landasan operasional yang mengarah pada tatanan kehidupan masyarakat yang rukun dan adil selama 5 tahun ke depan (KUPPG jangka pendek II, 2011-2016)
3. Program Sinode GPIB tahun program 2011 – 2012 yang dilaksanakan oleh Dewan Pemuda GPIB bekerjasama dengan UP2M (Unit Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat)
4. Sasaran kegiatan UP2M adalah pemberdayaan jemaat dan masyarakat di Pos Pelayanan dan Kesaksian (Pos Pelkes), melalui Program Pengembangan Usaha Pedesaan dimana pemuda diharapkan dapat menjadi ujung tombak dari kegiatan dimaksud.
5. Agar aksi sosial pemuda ke pos pelkes ini dapat menjadi efektif, maka Dewan Pemuda memberikan suatu konsep baru yang mengarah pada pemberdayaan ekonomi jemaat sehingga kemandirian warga jemaat dapat tercapai ke depannya.
6. Hasil koordinasi Dewan Pemuda GPIB dengan UP2M tentang penentuan lokasi pelaksanaan, yaitu di dusun air Abik, Belinyu - Bangka

Berdasarkan hal – hal tersebut di atas maka kami memberikan nama pada kegiatan ini :

”AKSI BAKTI SOSIAL & PEMBERDAYAAN”
ABSP – Bangka 2012

B. Tempat & Waktu Pelaksanaan

Tempat pelaksanaan : Pos Pelkes ‘Benih’, dusun Air Abik
Wilayah pelayanan GPIB Jemaat Immanuel - Belinyu
Mupel Bangka-Belitung
Waktu pelaksanaan : Sabtu s/d Jumat, Tanggal 11 – 17 Februari 2012.

C. Tema

”Manusia Bare’k yang t’ros-mener’os dibare’k agi’k”
(”Manusia baru yang terus-menerus diperbaharui”)
(Efesus 4 : 23,24)

D. Tujuan

1. Mengupayakan kemandirian warga jemaat GPIB khususnya di Pos Pelkes GPIB
2. Membantu pengembangan ekonomi jemaat di pos pelkes.
3. Membantu UP2M GPIB untuk melakukan Pengembangan Usaha Pedesaan di tempat kegiatan (Air Abik, Bangka).

E. Arti Logo ABSP

1. Burung Merpati, artinya adalah “pembawa berita sukacita”
2. Yang sedang terbang, artinya adalah “pekerja”
3. Daun Zaitun, artinya adalah “harapan baru”

Logo ini menggambarkan bahwa seluruh anggota tim ABSP ingin membaktikan dirinya untuk menjadi pembawa berita sukacita dan sebagai pekerja, pembawa harapan baru untuk jemaat GPIB khususnya dan masyarakat di luar GPIB pada umumnya.

F. Fokus Kegiatan

Rencana difokuskan pada :
1. Pengadaan Bibit Coklat serta Penanaman coklat.
2. Pengadaan Bibit Karet serta Penanaman pohon karet.
3. Pembinaan tentang Budidaya ikan lele
4. Pengadaan Bahan untuk pembangunan Kolam Lele & pemberian induk Lele jenis Sangkuriang.
5. Pembersihan lahan sengon.
6. Pemupukkan pohon sawit.
7. Pengobatan gratis untuk warga jemaat dan warga desa sekitar yang non kristen.
8. Pengadaan Bahan Bangunan untuk Pembangunan Toilet Gereja.
9. Pembinaan Pengelolaan Keuangan warga Jemaat.
Beberapa hal yang menjadi fokus kegiatan tersebut diatas, juga akan bermanfaat bagi peserta karena seluruh peserta akan dibekali dengan teknik-teknik pertanian, perikanan (khususnya budidaya lele), serta manajemen keuangan yang akan disampaikan oleh tenaga profesional.

G. Peserta

Target Maksimal peserta adalah 150 Warga Jemaat GPIB kategori umur pemuda yang dalam hal ini adalah PGP maupun AGP di seluruh wilayah pelayanan GPIB, Pelkat PKP, Pelkat PKB, Tenaga Bina atau Senior GP di jemaat masing-masing, Presbiter (Pnt/Dkn) dengan rekomendasi dari Majelis Jemaat.
Ketentuan umum sebagai berikut ;

1. Menjunjung Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian dengan mengikuti Peraturan ABSP – Babel 2012.
2. Sangat diharapkan membawa obat – obatan pribadi dan kebutuhan pribadi lainnya yang relevan dengan pergerakan di lapangan.
3. Untuk pencegahan hal-hal menyangkut kesehatan seperti malaria atau penyakit lainnya, disarankan agar peserta meminum obat 1 minggu sebelum berangkat ke lokasi dan membawa persediaan obat secukupnya.
4. Peserta membawa pakaian secukupnya selama 7 hari 6 malam, Sleeping Bag/Matras (disarankan), Sepatu segala kondisi (Sandal gunung/sepatu boot/sepatu kets), pakaian hangat, jas hujan/payung, Senter dan batere yang cukup, Topi, Alkitab.
5. Peserta yang secara fisik kurang sehat disarankan kepada jemaat agar tidak diutus.
6. Peserta tidak diperkenankan membawa barang elektronik mewah seperti Tablet Tab, Ipad, Laptop.
7. Maksimal tiap jemaat dapat mengutus 3 orang peserta per jemaat. (kecuali permintaan khusus dari Jemaat)

I. Pendaftaran, pembayaran serta akomodasi
1. Pendaftaran peserta paling lambat tanggal 31 Januari 2012. (apabila peserta melebihi target panitia sebelum tanggal tersebut diatas, Panitia akan menutup pendaftaran.)
2. Mengisi formulir pendaftaran dan wajib menyertakan Surat tugas dari Majelis Jemaat dimana peserta berdomisili.
Formulir pendaftaran, bukti pembayaran dan Surat Tugas tersebut sebelumnya dapat di-fax ke kantor Majelis Sinode up. : Dewan Pemuda, sampai dengan tanggal 31 Januari 2012. Sedang Berkas asli dari Formulir pendaftaran, bukti pembayaran dan surat tugas dapat diserahkan pada saat pendaftaran ulang kepada Panitia bertugas.
3. Pendaftaran ulang dilakukan di GPIB Maranatha-Pangkalpinang, Bangka pada tanggal 11 Februari 2012 s/d pukul 12.00 Wib
4. Kontribusi peserta per orang sebesar Rp.600.000,-(Enam Ratus ribu Rupiah)
5. Pembayaran kontribusi dapat dilakukan lewat transfer langsung ke rekening Dewan Pemuda ;
BCA : 2170251213 a/n. Eden Siahaan (Ketua DGP).
Mandiri : 1240005891719 a/n. Renzy R. Lumempouw (Bendahara DGP)
6. Untuk Peserta yang menggunakan transportasi udara, Panitia akan menjemput di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang pada tanggal 11 Februari 2011 sampai dengan pukul 12.00 untuk selanjutnya diantar ke “Meeting Point” di GPIB Maranatha-Pangkalpinang, Bangka.
7. Untuk peserta yang menggunakan transportasi laut, panitia akan menjemput di Pelabuhan laut Belinyu.(cat : apabila jadwal kapal Pelni tiba di Belinyu tgl.10-11 februari 2011)

Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Panitia dan Dewan Pemuda;

Ketua Panitia : Eugene Manusama – 081519434323 (Pin BB : 274649A2)
Sekretaris Panitia : Anne Kaunang – 081315171701/081514444343
(Pin BB : 22FFF6DF)
Dewan Pemuda : Rudolf ‘Oweth’ Haurissa – 0812 8811 6060

Catatan :
Bila sebelum hari pelaksanaan ada peserta yang telah tiba di Pangkalpinang lebih awal dan membutuhkan tempat inap, dapat menghubungi panitia lokal atau Dewan Pemuda untuk dapat dicarikan tempat inap, dengan beban biaya inap ditanggung oleh peserta. Panitia hanya mengakomodir peserta selama kegiatan dimulai dan berakhir yaitu dari tanggal 11-17 Februari 2011.

J. Jadwal Kegiatan

Terlampir

K. Penutup

Demikianlah disampaikan Petunjuk Pelaksanaan ini, terima kasih atas perhatiannya.

Tuhan memberkati gerak pelayanan kita bersama,
Panitia ABSP Bangka – 2012

GEMBALA ITU MEMBERIKAN NYAWA-NYA


Bacaan : Kitab Yohanes 10:14-18
Materi persiapan Ibadah Pelayanan Kategorial

1.            Sekalipun hanya ayat 14-18 yang dibaca, namun keseluruhan perikop bacaan dari ayat 1 – 21 hendaknya dibaca secara utuh. Maksudnya agar  Presbiter  memahami keseluruhan tulisan Yohanes tentang alasan dibalik judul perikop Gembala yang baik. Itu berarti ketika membaca ayat 14-18, maka perhatikan juga ayat-ayat lainnya di dalam perikop itu. Bukan tanpa alasan jika LAI memberi judul terhadap perikop ini Gembala Yang Baik. Pertanyaan yang harus dijawab, mengapa Gembala? Ayat 11 dan ayat 14 menyatakan Akulah Gembala yang baik. Yesus mengidentifikasikan diriNya sebagai Gembala. Itu berarti, Yesus menggunakan dunia agraris (pertanian) tepatnya dunia peternakan hewan sebagai contoh (ayat 6), lalu untuk apa? Namun sebelum sampai pada bagian tafsiran, perlu dipahami dulu dunia peternakan saat itu. Jika ada gembala, tentu ada domba dan domba pun tentu ada pemilik / majikannya. Selaku pemilik, maka dia memiliki kuasa (ayat 18). Selaku gembala, maka dia memiliki fungsi, tugas dan tanggungjawab (ayat 3 dan 4). Sementara domba ya sangat bergantung pada siapa gembalanya, artinya tidak mungkin domba mencari makan sendiri, “nasib”nya sangat bergantung pada bagaimana gembala menjalankan fungsi, tugas dan tanggungjawabnya. Dengan catatan awal ini, semoga cepat dimengerti konteks penulisan Yohanes tentang dunia peternakan itu (khususnya interaksi gembala dan domba).

2.            Jika kita memperhatikan pernyataan Yesus dalam perikop ini, maka sebenarnya Yesus tengah menggunakan dunia peternakan sebagai perumpamaan (ayat 6). Mengapa begitu, hal ini terkait dengan latar belakang orang-orang yang mendengar pengajaran Yesus. Artinya karena dunia Palestina saat itu hidup secara agraris, dan dalam dunia agraris seperti waktu itu, mudah bagi Yesus untuk mengajar. Alasan lain, tentu para pendengarnya hidup dalam dunia peternakan (bandingkan dengan kisah kelahiran Yesus terkait dengan gembala). Maka Yesus menghendaki pesan intinya sampai ketelinga dan hati pendengarnya. Nah sekarang intisari dari perumpamaan-Nya itu adalah Yesus sesungguhnya mau memperkenalkan diri selaku Gembala Agung dan umat adalah domba-Nya. Perhatikan ayat 18, dengan pernyataan “……..inilah tugas yang KU-terima dari Bapa-Ku.” Maka Yesus mau menunjukkan siapa sebenarnya diri-Nya itu dan untuk apa Dia ada. Dengan dua kali menyatakan diri “Akulah gembala yang baik.” Ayat 11 dan 14, jelas Dia mau meyakinkan umat bahwa Dialah Gembala yang menjamin kehidupan domba-domba-Nya. Interaksi Gembala dan domba yang saling mengenal suara itu, mau menunjukkan hubungan kedekatan terutama dari pihak gembala yang dengan penuh kerelaan mau mendekatkan dirinya dalam kehidupan domba, tinggal dan hidup bersama dengan kawanan domba. Kedekatan hubungan itu dapat dimengerti karena gembala tahu persis seluruh hidup domba, keadaan domba, kebutuhan domba bahkan mau berkorban nyawa untuk menjaga domba dari serangan serigala. Jelas dan tepat penjelasan Yesus tentang siapa Dia jika diidentifikasikan selaku Gembala yang baik. Sedangkan maksud “domba-domba yang lain” (ayat 16) dimengerti dalam konteks kawanan domba yang tanpa gembala. Sebenarnnya yang dimaksudkan Yesus, bukan hanya kaum Yahudi yang diselamatkan-Nya, tetapi umat yang lain (para pendatang bukan Yahudi) dan Yesus menyatakan “domba-domba itu harus KU-tuntun juga …” bukan domba yang lain itu yang mau, tetapi Yesus itu sendiri yang berkehendak, maka jika inisiatifnya datang dari Yesus, maka misi Kristus pun digenapi (Yohanes 3:16).

3.            Lalu apa artinya Yohanes 10:14-18 ini bagi kita? Mendahului pesan utama, maka penting untuk mengingat bahwa ibadah yang dilakukan, adalah yang pertama bagi Pelkat PKB dan PKP di tahun 2021. Mengawali perjalanan panjang di tahun 2012 itu, maka selalu disertai dengan banyak harapan, keinginan dan kebutuhan atas pemenuhan hidup. Sejujurnya kebutuhan pokok atas hidup adalah meningkatnya kualitas kehidupan itu sendiri. Apa pun kebutuhan  terhadap sandang, pangan, papan, pekerjaan, pergaulan dls, maka pesan Firman utamanya adalah “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka segala sesuatu akan ditambahkannya kepadamu.” Mengapa kerajaan perlu didahulukan, karena apa pun yang kemudian diterima dan dinikmati bukankah itu datangnya dari Dia yang memiliki kehidupan? Jadi, fungsi Firman Tuhan (Yohanes 10)  ini mau memberi arahan sekaligus tuntunan kehidupan yang jelas dan tegas bagi kita. Dan untuk itulah ada Dia selaku Gembala yang Baik yang akan menjaga, menuntun, memelihara bahkan mengawasi domba serta menjamin kehidupan domba. Tidak perlu ada keraguan, kekuatiran juga ketakutan untuk terus melangkah di tahun 2012.

4.            Dalam konteks kaum bapak dan kaum perempuan, hendaknya dimengerti dengan baik, apa sebenarnya kebutuhan pokok dari kaum bapak dan kaum perempuan itu. Bapak itu punya fungsi dan tugas serta tanggung jawab yang multi fungsi dan guna, kepala rumah tangga, Ayah juga suami. Begitu pun perempuan selaku IRT, istri dan juga ibu dari anak-anaknya. Disamping kebutuhan orang lain (suami-istri, orang tua), dia juga perlu memperhatikan kebutuhan terhadap dirinya sendiri (Bapak selaku Imam dan Perempuan Bijak). Kebutuhan apa pun, baiklah dimengerti Tuhan itulah Gembala yang memastikan bahwa semua fungsi, tugas dan tanggung jawab dalam keluarga ada dalam pimpinan, penyertaan dan pemeliharaan Tuhan. Biar Tuhan yang mengatur hidupnya, rumah tangganya, pekerjaannya dan juga persekutuaannya. Dan jangan pernah mengatur Tuhan dengan selera, kehendak dan kemauannya sendiri. -----AW-03/01/12------

Batu Kecil dan Mutiara

Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanan nya.

Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak. Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya.

Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara yang indah. Alangkah senangnya hati pedagang tersebut,mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali. Adapun si batu kecil itu merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan dia merasa begitu bahagia.

Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri. "Tuan begitu baik padaku,setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman".

Rupanya keluhan batu kecil yang malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu "Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta".

Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada. Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya.

Waktu terus berjalan dan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, dia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu.Namun pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri.

Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis, dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia. Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaan nya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu "Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian? Mengapa engkau mengecewakan aku?"

Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu "Wahai batu kecil, kamu telah ku pungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh? Mengapa engkau berkeluh kesah? Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu? Bukankah mutiara itu miliku, dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah kupungut dan engkau kini telah menjadi milikku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali".

Mengertikah apakah maksud cerita di atas ? Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapanNya, namun karena kasihnya itu Dia memoles kita, sehingga kita dijadikannya indah di hadapanNya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. Siapa yang tidak senang menerima berkat? Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orangtua, saudara dan sahabat, dan banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semuanya itu dari kita? Bukankah semua itu milikNya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapanpun Ia mau? Bersyukurlah selalu kepadaNya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.

Yeremia  29:11-12
Bukankah Aku ini mengetahui rencana-rencanaKu kepadamu ? Yaitu rencana keselamatan dan bukannya rencana kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari esok yang penuh harapan. Maka kamu akan berseru dan datang kepadaKu untuk berdoa dan Aku akan mendengarkan kamu.

DOA; sangat besar kuasanya

YESUS MEMBUATMU BERHARGA