MENGANDALKAN YESUS DALAM PERGUMULAN

Bacaan Injil Markus 5 : 21 - 36
Saudara......
 Di dunia modern ini, apakah yang kita lakukan disaat kita diperhadapkan dengan penyakit yang menahun yang membawa kita ke ambang kematian? Mampukah kita mengandalkan TUHAN disaat kita mengalami hal demikian? Ataukah kita semata-mata berharap pada kecanggihan teknologi? Bacaan ini menarik untuk kita simak bahkan kita teladani apa yang dilakukan tokoh - tokohnya. Ditengah - tengah pengandalan kita terhadap TUHAN mulai memudar akibat kecanggihan teknologi. Bacaan ini mengisahkan dua hal : Pertama, tentang anak perempuan Yairus berumur 12 tahun sedang sakit bahkan dikatakan hampir mati; Kedua, seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan. Apa sesungguhnya yang ditonjolkan dalam kisah ini? Tidak lain adalah iman Yairus dan iman perempuan yang sakit pendarahan.

Iman inilah yang menghantar mereka pada YESUS. Baik Yairus maupun perempuan yang sakit pendarahan itu meyakini bahwa YESUS sanggup menyembuhkan penyakit sebab IA berkuasa atas kehidupan ini. Simaklah apa yang mereka lakukan dan apa perkataan mereka: Yairus, ketika ia melihat YESUS, tersungkurlah ia didepan kaki YESUS dan memohon dengan sangat kepadaNYA, ia berkata:"Anakku perempuan sedang sakit hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tanganMU atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup";  Perempuan yang sedang sakit pendarahan, diantara kerumunan orang ia mendekati YESUS dari belakang dan menjamah jubahNYA. Sebab katanya : " asal kujamah saja jubahNYA, aku akan sembuh".

Apakah dampak dari iman mereka? Apakah mereka dikecewakan karena mereka mengandalkan YESUS? Tidak, iman dan pengharapan mereka tidak sia-sia karena mendapatkan apa yang mereka harapkan, yaitu kesembuhan. Sebagai orang percaya secanggih apapun teknologi saat ini, jika kita diperhadapkan dengan penyakit atau pergumulan, marilah kita mengutamakan YESUS. Dengan penuh kerendahan hati kita datang memohon padaNYA. Percayalah bahwa YESUS akan memberikan jalan keluar pada kita sebab IA sangat berkuasa atas hidup kita.

 

MAKNA SEBUAH BEBAN


Siapa sih yang suka memikul beban? Tidak ada seorangpun yang suka akan beban. Lebih enak berjalan dengan tangan melenggang daripada berjalan dengan beban di tangan ataupun dipundak. Itu tandanya bahwa tidak seorangpun yang suka beban. Namun kenyataan tidak seorangpun juga diantara manusia yang bebas dari beban hidup dan pekerjaan. Ada-ada saja yang menekan, memberati dan membuat kita berjalan terseok-seok dan terbungkuk-bungkuk menanggungnya.

Ada kisah tentang seseorang yang berbadan gemuk . dengan terpaksa ia harus memikul berkarung-karung beras setiap hari karena ia adalah seorang kuli angkut. Bayangkan bagaimana badan gemuk itu bisa berjalan dengan lancar. Tubuhnya sendiri sudah merupakan beban yang berat ditambah lagi dengan karung-karung beras yang harus  dipikulnya. Tapi beberapa bulan kemudian, ia terbebas dari penyakit jantungnya karena dengan memikul karung-karung beras itu rupanya ia berolah raga secara teratur dan jantungnya bisa normal kembali.

 Demikianlah dengan beban hidup kita. Kita tidak bisa menghindar dari setiap beban yang harus dipikul setiap hari. Yang harus kita lakukan adalah menggunganya dengan tekun dan sabar. Bukankah TUHAN sudah katakan bahwa pencobaan yang kita alami setiap hari tidaklah melebihi kekuatan kita? Kalau tidak ada beban, mungkin kita akan tetap hidup dalam dosa. Atau kalau semuanya mulus-mulus saja, kita tidak akan pernah ingat TUHAN. Kalau tidak ada sakit penyakit yang berat mungkin kita tidak akan pernah memberikan waktu yang banyak untuk bersekutu dengan TUHAN, berpuasa dan mencari DIA. Kalau tidak ada tantangan di dalam usaha dan pekerjaan, kita mungkin akan santai-santai saja dan tidak lagi mengembangkan diri. TUHAN bisa memakai beban-beban untuk mendatangkan hal-hal yang baik bagi kita semua. Beban juga bisa mengikis kesombongan-kesombongan yang ada.

Banyak orang merasa stres karena menanggung beban berat di dalam hidupnya. Namun kita harus bersyukur kepada TUHAN karena selain IA membuat kita  bisa terbang lebih tinggi melalui latihan memikul beban setiap hari, IA juga berjanji akan selalu memberi kekuatan yang baru setiap hari untuk bisa melalui dan menanggung segalanya. Haleluya!!!! TUHAN mau kita menjadi orang-orang yang kuat, yang bisa tetap berdiri teguh dan tidak tergoyahkan di dalam kehidupan ini. Itu sebabnya IA melatih kita. Jangan berkata bahwa kalau kita menanggung beban, TUHAN sedang menghukum. IA sedang melatih prajurit-prajuritNYA menjadi yang tahan banting. Prajurit yang tidak cengeng di dalam menghadapi segala masalah dan beban. Prajurit yang mandiri. Prajurit yang gagah berani dan yang bisa menguatkan orang yang ada di dalam kelemahan karena mereka sendiri mengerti apa artinya beban dan sudah menang atasnya. Prajurit yang mampu menghibur dan menguatkan mereka yang menderi sakit karena mereka sendiri sudah mengalami derita penyakit tetapi mereka dapat mengatasi melalui kekuatan yang dari TUHAN.

BIARLAH FIRMAN TUMBUH DI TENGAH PENINDASAN


Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar Firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad”

Dalam kitab injil-injil kita mendapati kehidupan keseharian YESUS. Kita diberi gambaran bagaimana IA begitu peduli dengan kehidupan manusia di berbagai kondisi yang dialami, akibat dari perhatian dan tindakan nyata untuk menolong tersebut, Yesus semakin terkenal. Orang berbondong-bondong mencari dan mengikuti DIA. Banyak orang ingin mengalami berbagai tanda mujizat yang sanggup IA lakukan dan tersiar luas kabarnya. Mereka terpesona oleh ajaran-ajaranNYA yang penuh hikmat dan kuasa sebagaimana yang disampaikan oleh YESUS dengan bentuk perumpamaan.

”Perumpamaan tentang seorang penabur”  Penabur dalam perumpamaan ini adalah pemberita Firman tentang Kerajaan Sorga yaitu YESUS sendiri. Benih adalah Firman itu. Dan ada empat tipe respon orang-orang terhadap YESUS yang diwakili oleh empat jenis tanah penerima benih tersebut yaitu tanah dipenggir jalan, tanah berbatu-batu, tanah bersemak duri, dan tanah yang baik.

Adalah tipe tanah (orang) yang kedua; menunjukkan penerimaan yang tidak benar terhadap YESUS dan FirmanNYA. Maksudnya adalah ketika mereka mendengar firman, mereka menyambutnya dengan gembira, namun sayang firman itu hanya sebatas di dengar, karena firman itu hanya sebatas di dengar, karena ternyata mereka tidak bersedia melaksanakan konsekuensi yang di tuntut oleh firman itu ketika penganiayaan dan penindasan menghadang mereka, mereka kemudian berbalik menyangkal YESUS. Hati mereka lebih dikuasai oleh kekuatiran duniawi.

Saudara, selalu lebih mudah untuk memulai daripada mengakhiri sesuatu. Seorang penginjil terkenal berkata : ”Kami telah belajar bahwa diperlukan sekitar 5% usaha untuk memenangkan seseorang bagi KRISTUS dan 95% untuk memelihara dia di dalam KRISTUS dan membuatnya bertumbuh menjadi matang menghadapi berbagai kesukaran, tantangan, godaan, penindasan dan penganiayaan.” Kesaksian ini membuka mata kita bahwa mempertahankan pengakuan dan kehidupan yang sesuai dengan Firman TUHAN serta kesediaan untuk setia memberitakan firman itu tidak mudah. Namun kita perlu ingat bahwa YESUS telah melalui semua itu terlebih dahulu. Penolakan, penghinaan, penghambatan, penganiayaan bahkan kematian karena Firman yang IA sampaikan telah dimenangkan oleh YESUS.

Jadi kalaupun sekarang ini, kadang kita juga mengalami hal yang sama, hendaklah kita melihat semua bentuk tantangan, ancaman, penindasan, perlakuan tidak adil, sebagai media dari ALLAH untuk membentuk kita menjadi orang-orang yang teguh dalam iman kepada ALLAH dalam YESUS KRISTUS. Biarlah Firman TUHAN bertumbuh dalam kondisi dan peristiwa yang menggentarkan hati kita, karena justru di kondisi itulah kita semakin kuat berakar, karena TUHAN YESUS Sang Penabur Agung senantiasa bersama dengan kita dan akan memungkinkan kita menjadi tanah yang subur dimana benih Firman ALLAH bertumbuh dan berbuah dalam kehidupan di sepanjang tahun rahmatNYA ini. Jadikan TUHAN YESUS teladan dalam menghadapi tantangan, ancaman, penganiayaan dan penindasan ”so” pasti kita akan menang.

“ BAPAK SEBAGAI IMAM “

( Sebuah catatan penghantar dalam memahami peran Bidang Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Bapak)

KEBERADAAN BAPAK.
Keberadaan Bapak dilihat antara lain sebagai :
  • Pemberi hidup
  • Pemelihara
  • Penyayang
  • Imam keluarga

PERAN BAPAK

Dalam keberadaanya seperti disebut diatas maka peran Bapak dapatlah kita lihat antara lain sebagai berikut :
A.      Pemimpin Keluarga.
               Sebagai pemimpin ia bukan penguasa. Karena penguasa dan kepala rumah tangga itu sebenarnya ialah Yesus Kristus. Sehingga ia tidak berhak menguasai kehidupan keluarganya.
Namun dengan arif dan bijaksana ia harus mengemudikan biduk rumah tangganya seperti seorang nahkoda kapal.
Seorang Bapak adalah pemimpin yang tegas tetapi penuh kasih dan terbuka terhadap keluarganya (komonikatif). Ia juga adalah seorang ‘Gembala’ yang menuntun kawanan domba gembalaanya dan menentukan arah perjalanan mereka (domba). Ia mencari dan membawa dombanya untuk mendapatkan makanan dan minuman, menjaga dan mengayomi, merawat dan mengasihi domba-dombanya (Maz 23 ; Yes 40 : 11 ; Yeh 34& Yoh.10 ).
Kepemimpinan seorang Bapak tidak dapat ditumpahkan semuanya kepada istrinya, apalagi pembantu rumah tangganya. Karena dengan demikian ia sebenarnya sedang melakukan proses pembentukan seorang pemimpin masa depan melaui ‘ teladan ‘ yang dinyatakan lewat pikiran, perkataan dan perbuatannya (Ef. 4 : 17-32) kepada anak-anaknya. Disinilah keberadaan bapak sebagai  “ pemberi hidup “.

B.      Sebagai sahabat sejati

Kita mengerti bahwa seorang bapak haruslah menyayangi keluarganya. Menyayangi bukan hanya memberikan kecukupan makan, minum, sandang, pangan, papan dan kebutuhan lainnya.tetapi ia haruslah merupakan seorang kekasih yang sejati bagi istrinya ( I Pet 3 : 7 ), yang tak segan berbagi dan mengasihi istrinya (Ef 5 : 25 )
Ia adalah sahabat sejati bagi anaknya, pelindung yang selalu memperhatikan anak-anaknya ( Maz 103 : 13 ). Dengan demikian sebagai pemelihara seorang bapak bertanggung jawab untuk selalu memelihara cinta kasih, memelihara waktu, hubungan, perasaan dan ketertiban serta kebersamaan keluarganya. Hadiah terpenting bagi keluarga kita adalah‘ waktu dan kepedulian ‘ kita terhadap keadaan dan masalah mereka.

C.      Sebagai pendidik yang baik

Harta terbaik yang dapat kita wariskan kepada anak-anak kita adalah pendidikan. Oleh karena itu seorang bapak haruslah memperjuangkan agar anak anaknya mendapatkan didikan yang baik dan benar ( Amsal 3 : 12-15 ). Agar dengan demikian ia mendapatkan pengetahuan yang benar dengan berkhidmat kepada Allah Tuhannya. Bapak adalah bapak yang dapat dipegang perkataanya, tidak senang berdusta tetapi senang berkata benar ( Ef 4 : 25 ). Tegas dan penuh disiplin ( Ibr 12 : 10 ) tetapi dengan penuh kasih mendidik anak anaknya ( Ef 6 : 4 ).

BAPAK SEBAGAI IMAM

Pemahaman teologis tentang Imam adalah seorang yang ditugaskan mempersembahkan kurban dihadapan Allah. Dengan kata lain ia dipilih untuk berdiri mewakili umat dihadapan Allah. Dalam dimensi kepemimpinan seorang bapak didalam rumah tangga seperti ungkapan diatas, maka sebagai imam seoranfg bapak bertanggung jawab unntuk menuntun dan memperkenalkan seluruh keluarganya kepada Alllah yang memelihara mereka. Itu berarti bersedia meluangkan waktu untuk berkumpul  / mengumpulkan keluarganya untuk bersama sama mendengarkan kehendak Tuhan lewat firmanNYA. Menjadi pemimpin yang membuka dan menutup hari dengan doa. Akrab dengan firman Tuhan, tidak menjauhkan diri dari persekutuan baik dirumah maupun ditengah kehidupan berjemaat.
Ia harus berdiri mewakili keluarganya dihadapan Allah, ia bertanggung jawab penuh atas tindak tanduk kehidupan keluarganya, khususnya perkembangan anak anak yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Pada dimensi persekutuan jemaat (keluarga Allah) dimana sang bapak itu berada, hal yang sama juga seharusnya terjadi.
Kaum bapak harus berperan lebih aktif lagi ditengah kegiatan persekutuan, pelayanan, kesaksian dan pembianaan warga gereja/jemaat. Ini tidak berarti kita mengesampingkan peran peran kaum ibu, pemuda dan pejabat gereja dalam tugas dan tanggung jawab tersebut.
Sebagaimana layaknya seorang laki laki ia harus menjadi pelopor / pionir dalam usaha usaha menyaksikan tanda kasih kemurahan ALLAH bagi penyelamatan umat manusia dan dunia. Itulah peran sesungguhnya BPK PKB tidak hanya sekedar sebagai wadah persekutuan namun yang paling penting ia adalah wadah pembinaan bagi para imam keluarga dalam rangka merevitalisasi dan merefungsionalisasi perang fundamentalnya.
 
MISSIO DEO

UNDANGLAH YESUS


Bacaan Yohanes 2 : 1 – 5

Saudara …..
Pesta perkawinan adalah pesta sukacita. Sesederhana apapun pastilah pesta perkawinan itu dipersiapkan dengan baik, agar tidak mengecewakan para tamu yang hadir dan tidak mempermalukan yang empunya pesta.

Bagi keluarga-keluarga yahudi anggur merupakan minuman penting. Setiap keluarga selalu menyiapkan anggur dirumahnya. Apabila dalam satu pesta perkawinan, yang merupakan pesta istimewa bagi kedua mempelai dan keluarganya. Pesta perkawinan berlangsung beberapa hari, dan selama pesta minum anggur harus terus tersedia.

Apa yang terjadi dengan pesta perkawinan di Kana, dimana ibu Yesus, Yesus dan murid-muridNYA juga diundang hadir? Di tengah-tengah pesta sukacita yang sedang berlangsung, anggur yang disiapkan habis sama sekali. Kehabisan anggur dalam pesta perkawinan adalah hal yang memalukan, dan merupakan penghinaan besar khususnya bagi kedua mempelai.

Psti dapat dibayangkan bagaimana bila masalah kehabisan anggur itu tidak teratasi. Kemeriahan pesta dan kebahagiaan mempelai terganggu. Syukurlah, kebahagiaan pesta perkawinan itu terselamatkan karena Yesus hadir.

Terkadang dalam hidup ini, ada saat dimana sukacita dapat tiba-tiba berubah menjadi dukacita, dan kita tidak siap menghadapainya. Undnglah Yesus setiap saat dalam hidup  kita, bukan hanya dikala duka, tetapi juga dikala ada banyak sukacita. Mengundang YESUS berarti membuka hidup dan membiarkan Yesus berkarya. Yesus peduli terhadap kita. Yesus mau masuk dalam kehidupan setiap pribadai dan keluarga kita. Ia mengetahui setiap persoalan kita. Yesus, mau menolong pada waktu dan dengan cara-Nya. Ketika Yesus hadir ada sukacita. Sehingga kita dapat bernyany: Bila Yesus berada ditengah keluarga, pasti kita bahagia. Bila Yesus berkuasa ditengah keluarga, pasti kita bahagia, pasti kita bahagia.

NYATAKAN TUHAN YESUS BAGI SEMUA ORANG


Bacaan  Yohanes 1 : 29 - 31
Saudara........
Yesus tampil  dan  menyatakan diri (epifani)  di  muka  umum  ketika  Ia  mendatangi        Yohanes yang sedang membaptis di Sungai Yordan. Ketika Yohanes melihat Yesus datang kepadanya, ia langsung mengajak semua orang yang ada bersamanya untuk melihat kepada Yesus. Kemudian Yohanes memberi kesaksian tentang Yesus kepada semua orang yang hadir. Yohanes bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah yang telah datang untuk menghapus dosa manusia. Di dalam kesaksian Yohanes, sesungguhnya terkandung misi  Yesus, yaitu menjadi kurban tebusan dari pihak Allah untuk menghapus dosa manusia. Itu sebabnya Yesus rela memberi diri dibaptis oleh Yohanes, sebagai tanda penyamaan diriNya dengan umat manusia yang akan ditebusNya.
Yohanes pernah menyatakan bahwa Yesus bukan baru tampil sekarang, tetapi Ia telah ada sebelumnya. Yohanes tidak mengenal Yesus. Tetapi Yohanes yakin bahwa Yesus adalah yang utusan Allah; Anak Allah. Karena itu, kehadiran dan pekerjaannya membaptis dengan air, tidak lain adalah untuk menyatakan Yesus kepada Israel. Sehingga diharapkan, Israel akan percaya dan mengikut Yesus. Sesungguhnya yang Yohanes lakukan adalah sebuah proses alih tugas, yaitu dari seorang senior kepada yuniornya. Sebelum alih tugas terjadi, sang senior berusaha mempersiapkan yuniornya, termasuk memperkenalkan yuniornya kepada orang - orang  yang  ada  bersamanya.  Sang  senior juga  tidak  malu  untuk  menyatakan     kelebihan yuniornya di hadapan orang banyak. Tidak ada perasaan bersaing atau perilaku jahat dalam proses itu. Semua berlangsung sesuai misi yang diemban oleh Yohanes.
Di minggu Epifani ini, mari kita berusaha menyatakan tentang Tuhan Yesus kepada semua orang di sekitar kita, melalui semua karya pengabdian kita; baik  dirumah, dijalan,  dipasar, dipekerjaan, di sekolah dan di mana saja. Kita harus berani menyatakan,tanpa malu bahwa Yesus adalah Anak Allah; Sang Penebus dunia. Mari kita juga sebagai para senior berusaha mempersiapkan generasi mendatang, yakni para yunior dengan baik, agar mereka kelak siap mengambil alih dan melaksanakan tugas menyatakan Tuhan Yesus sampai Ia datang kembali.

YESUS MEMBUATMU BERHARGA

Dunia mengatakan bahwa aku hanyalah seperti percikan kembang api,
  tetapi TUHAN YESUS mengajarkan bahwa aku bisa menjadi terang dunia.
Dunia mengatakan bahwa aku hanyalah seutas senar,
  tetapi TUHAN YESUS mengajarkan bahwa hidupku memperindah petikan harpa.
Dunia mengatakan bahwa aku hanyalah setetes air yang tak berarti,   
  tetapi TUHAN YESUS mengatakan bahwa aku adalah aliran air yang akan menyegarkan dahaga sesamaku
Dunia mengatakan bahwa aku hanyalah sehelai bulu,
 tetapi TUHAN YESUS mengatakan bahwa aku seperti bulu pada sayap rajawali.
Dunia mengatakan bahwa aku hanyalah seorang pengemis,
 tetapi TUHAN YESUS menjadikanku sebagai   seorang Maharaja                                                                           

EPIFANI


EPIFANI (Yun. Epifani = penampakan). Istilah ini awalnya dipakai untuk penampakkan kaisar atau patungnya sebagai dewa pada puncak manifestasi di stadion atau amfiteater ( tempat tontonan besar untuk rakyat).
Umat Kristen pertama tidak mengakui kaisar, melainkan Yang Tersalib sebagai TUHAN. Istilah ’Epifani’ tetap mereka pakai untuk peringatan Penampakan (penyataan atau tampil di muka umum) Sang Juruselamat yang bernama YESUS. Makanya, epifani labih terkait dengan peristiwa-peristiwa sbb: penampakkan Bintang di Timur, penyembahan orang Majus, Bayi YESUS yang dibawa oleh orang tuanya ke Bait ALLAH untuk diserahkan kepada ALLAH, tampilnya YESUS di sungai Yordan untuk dibaptis Yohanes dan penetapanNYA (dengan suara dari atas: ’inilah ANAK-KU’)
Hari epifani dirayakan pada 6 januari; sedangkan minggu Epifani dimulai dengan Hari Minggu terdekat dengan tanggal 6 januari dan dirayakan selama 7 minggu, di mana minggu VII adalah merupakan Minggu transfigurasi (YESUS berubah wujud = Pemuliaan YESUS di atas gunung) dan penetapan kembali sebagai Anak ALLAH yang dikasihi dan dikenan oleh ALLAH. Dalam Lukas 9 : 31 dikatakan bahwa Musa dan Elia berbicara dengan Yesus tentang ’tujuan kepergian-NYA’ (Yun. Ekshodos atau exodus-NYA) ke Yerusalem, yakni agar paska digenapi oleNya. Minggu VII disebut  Esto Mihi = ’Jadilah bagiku’ (Mazmur 31 : 3b); yakni sebagai titk peralihan, menurut cerita Injil, dari perjalanan Yesus di galilea kepada perjalanNYA ke Yerusalem.
Minggu VII ini menandai berakhirnya lingkaran Natal dan dimulainya lingkaran Paska.
Simbul Hari dan Minggu Epifani adalah Bintang bersegi lima (warna putih) di dalam Lingkaran (warna kuning) dengan warna dasar Hijau.

Arti :
Bintang bersegi lima ini lebih dikenal sebagai bintang Yakub, atau menunjuk pada terbitnya bintang dari keturunan Yakub (Bilangan 25 : 17). Di kemudian hari, dimanifestasikan melalui kelahiran YESUS KRISTUS, yang  juga ditandai dengan munculnya/terbitnya bintang di Timur (matius 2 : 1-2). Bintang ini pula yang menunjukan pada penampakan kemuliaan YESUS KRISTUS bagi umat manusia.
Simbul ini berganti pada malam Hari Minggu Prapaska VI.

DOA; sangat besar kuasanya

YESUS MEMBUATMU BERHARGA