Katakan TIDAK! Kepada Rokok………

Rokok telah menjadi benda kecil yang paling banyak digemari. Merokok telah menjadi gaya hidup banyak pria dan wanita, bahkan termasuk anak-anak dan kaum remaja. Kebiasaan merokok telah mengakibatkan banyak penyakit gangguan pernapasan hingga kanker. Meski menyadari bahaya merokok, orang-orang di seluruh dunia masih terus mengisap belasan milyar batang rokok setiap harinya.
            Jumlah perokok di Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di dunia. Jumlah di negara-negara berkembang jauh lebih banyak dibanding jumlah perokok di negara maju. Angka yang sangat memprihatinkan mengingat akibat buruk dari merokok baru akan dirasakan dalam jangka panjang.

Kandungan Sebatang Rokok
            Zat apa saja yang terdapat dalam sebatang rokok? Nikotin merupakan zat utama yang terdapat pada rokok. Namun, lebih dari 700 jenis bahan kimia tambahan kemungkinan digunakan oleh perusahaan rokok untuk menambah kenikmatan merokok. Beberapa bahan bahkan begitu beracun sehingga beberapa pabrik rokok besar biasanya akan memiliki standar yang tinggi untuk membuang bahan-bahan beracun yang sangat berbahaya tersebut.
            Perokok pasif bisa mendapat dampat negatif yang lebih mengerikan jika asap rokok dohirup mereka.   Selain itu, asap rokok  mengandung 4.000 zat kimia, termasuk arsenik, aseton, butan, karbon momoksida, dan sianida. Asap rokok yang dihirup oleh perokok maupun perokok pasif akan mengandung 43 zat yang diketahui menyebabkan kanker. Itu sebabnya bagi perokok pasif bisa mendapat dampak negatif yang lebih mengerikan jika asap rokok dihirup mereka.

Bahaya Rokok
            Apa saja akibat buruk dari gaya hidup yang merusak kesehatan ini? Apa saja penyakit yang disebabkan karena merokok? Berikut ini beberapa penyakit dan dampak negatif yang disebabkan karena merokok.

            Penyakit Jantung
Rokok juga merupakan salah satu penyebab utama serangan jantung. Kematian seorang perokok akibat penyakit jantung lebih banyak dibanding kematian akibat kanker paru-paru. Bahkan rokok rendah tar atau rendah nikotin tidak akan mengurangi resiko penyakit jantung. Karena beberapa dari rokok-rokok yang menggunakan filter meningkatkan jumlah karbon monoksida yang dihirup, yang membuat rokok tersebut bahkan lebih  buruk untuk jantung daripada rokok yang tidak menggunakan filter.

Nikotin yang dikandung dalam sebatang rokok bisa membuat jantung Anda berdebar lebih cepat dan meningkatkan kebutuhan tubuh Anda akan oksigen. Asap rokok juga mengandung karbon monoksida yang beracun. Zat beracun ini berjalan menuju aliran darah dan sebenarnya menghalangi aliran oksigen ke jantung dan ke organ-organ penting lainnya. Nikotin dapat mempersempit pembuluh darah sehingga lebih memperlambat lagi aliran oksigen. Itu sebabnya para perokok memiliki resiko terkena penyakit jantung yang sangat tinggi.

            Kanker Paru-paru
Asap rokok dari tembakau mengandung banyak zat kimia penyebab kanker. Asap yang diisap mengandung berbagai zat kimia yang dapat merusak paru-paru. Zat ini dapat memicu terjadinya kanker khususnya pada paru-paru. Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling umum yang diakibatkan oleh merokok. Penyebaran kanker paru-paru dalam tubuh terjadi secara senyap hingga menjadi stadium yang lebih tinggi. Dalam banyak kasus, kanker paru-paru membunuh dengan cepat.

Emfisema
Perokok berat yang sudah bertahun-tahun akan mengalami emfisema. Emfisema merupakan penyakit yang secara bertahap akan membuat paru-paru kehilangan elastisitasnya. Jika paru-paru kehilangan elastisitannya, maka akan sulit untuk mengelurakan udara kotor. Tanda-tandanya adalah mulai mengalami kesulitan bernapas pada pagi hari dan malam hari. Lalu mudah terengah-engah. Tanda lainnya adalah sering mengalami flu berat, disertai batuk yang barat, dan mungkin dengan bronkhitis kronis. Batuknya sering kali tidak berhenti dan menjadi kronis.

            Lebih Cepat Tua
Hasil penilitian terhadap para perokok menunjukkan bahwa wajah para perokok pria maupun wanita lebih cepat keriput dibandingkan mereka yang tidak merokok. Proses penuaan dini tersebut meningkat sesuai dengan kebiasaan dan jumlah batang rokok yang dihisap. Penilitian tersebut menunjukkan bahwa para perokok berat memiliki keriput pada kulit hampir lima kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok. Bahkan proses penuaan dini sudah dimulai bagi para remaja yang merokok seperti kulit keriput, gigi menguning, dan nafas taksedap.

            Kerusakan Tubuh
Dampak negatif merokok tidak hanya membahayakan paru-paru, dan saluran pernapasan. Kebiasaan meorok menurut penilitian bisa merusak jaringan tubuh lainnya. Belasan penyakit yang berkaitan dengan penggunaan tembakau bahkan mencakup pneumonia (radang paru-paru), penyakit gusi, leukemia, katarak, kanker ginjal, kanker serviks, dan sakit pada pankreas. Penyebabnya karena racun dari asap rokok menyebar ke mana-mana melalui aliran darah. Merokok dapat mengakibatkan penyakit di hampir setiap organ tubuh.

            Mengapa Berhenti Merokok?
Apakah anda menyadari bahaya merokok? Akibat merokok terhadap kesehaatan tubuh benar-benar merugikan. Menurut statistik, di seluruh dunia, jumlah perokok yang meninggal karena penyakit akibat merokok berjumlah hampir tiga kali jumlah orang yang meninggal karena alkohol dan narkoba. Bahkan jumlah perokok yang meninggal karena penyakit tersebut berjumlah enam kali lipat dibandingkan karena kecelakaan mobil. Selain itu, usia perokok biasanya 13 hingga 14 tahun lebih pendek daripada orang yang tidak merokok.

Setelah membaca fakta-fakta ini, apakah Anda akan menjadi seperti perokok yang meskipun telah membaca begitu banyak fakta mengerikan sehubungan dengan merokok kemudian memutuskan untuk berhenti membaca artikel tersebut? Atau Anda berani mengatakan tidak kepada rokok?


(Majalah Oikoumene, Ed. April 2010, Jakarta, H. 40-41)


Tips berhenti merokok :

  1. Kurangi jumlah batang rokok yang dihisap setiap harinya. Proses untuk berhenti merokok ini tidak serta merta sukses. Bagaimanapun juga tubuh yang sudah terkondisikan oleh nikotin dan tar tentunya akan melakukan aksi protes yang spontan jika mendadak suplai racun tersebut terhenti tiba-tiba. Karena itulah, cara terbaik adalah mengurangi rokok secara bertahap. Pasanglah terget untuk mulai mengurangi jumlah batang rokok yang dikonsumsi per hari. Jadi perlu waktu sampai hampir dua bulan untuk berhenti menghisap rokok kesayangan Anda.
  2. Kurangi kadar nikotin dan tar per batang rokok yang dihisap per hari. Caranya, gantilah rokok yang anda hisap per hari dengan rokok yang kadar nikotin dan tar-nya rendah. Prinsip yang dipakai masih seperti yang diatas. Jadi dalam waktu sekitar 5 bulan anda sudah bisa berhenti merokok.
  3. Gantilah kebiasaan merokok dengan permen atau mengunyah permen karet untuk memenuhi kebutuhan menghisap dan menguyah anda.
  4. Giat olahraga untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh yang sudah pasti berubah.
  5. Kurangi tidur larut malam. Jika Anda seorang hard worker, biasanya Anda akan menyelesaikan pekerjaan Anda hingga larut malam. Untuk mengusir kantuk, dingin, dan rasa bosan Anda akhirnya akan merokok. Untuk itu, cobalah tidur tepat waktu.
  6. Mintalah istri atau ayah ibu atau orang yang dekat dengan Anda untuk sering-sering mengomel ketika Anda merokok.

PRO DAN KONTRA

Bacaan :
II Yoh 1 : 7 - 11
PENDAHULUAN
1. Latar belakang : Menurut tradisi, surat ini ditulis oleh Yohannes dari Efesus pada sekitar tahun 90 M. Pada tahun itu belum ada pembakuan mengenai ajaran, organisasi dan jabatan gereja. Hal ini menjadi peluang bagi sejumlah pengajar keliling untuk menyampaikan pengajaran mereka yang ternyata bertentangan dengan pengajaran Alkitab mengenai Yesus Kristus. Dalam kerangka itu Yohanes mengingatkan umat, agar tidak dipengaruhi oleh orang-orang itu.
2. “banyak penyesat telah muncul”, ay.7
Penyesat-penyesat yang dimaksud adalah para pengajar keliling yang menyampaikan tentang ajaran yang salah mengenai Yesus. Mereka tidak mengakui mengenai kemanusiaan Yesus. Mereka disebut sebagai penyesat dan antiKristus.
3. “waspadalah”, ay.8. Hal berwaspada ini, ditujukan kepada umat Tuhan, agar mereka tidak tersesat karena pengaruh oleh para penyesat itu. Yohannes langsung memberi penilaian teerhadap sikap mereka itu. Lalu  penulis menasihatkan, agar bagi orang-orang seperti itu perlu disikapi dengan tegas.
4. Rangkuman
Bacaan ini mau mengingatkan, agar berhati-hati dengan para pengajar sesat dan anti Kristus, agar umat bersikap secara tegas dengan memberikan sanksi sosial  bagi mereka dan agar supaya umat Tuhan terus menerus disesatkan oleh ajaran-ajaran yang tidak sehat.
5. Pengalaman
a. Ajaran gereja tentu sangat penting, karena hal tersebut dijadikan dasar dari sikap gereja, tetapi tak jarang orang juga mengabaikannya.
b. Dalam gereja kemungkinan terjadi konflik selalu tersedia, hal tersebut tak jarang menuju pada perpecahan gereja. Tetapi gereja yang dewasa akan memakai konflik justru untuk kemajuan dan pengembangan.
c. Bagaimana gereja menyikapi terhadap ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran gereja.
6. Refleksi
Pada masa sekarang ini gereja juga menghadapi berbagai-bagai tantangan, baik dari dalam maupun luar. Sebagai suatu institusi gereja, ajaran gereja menjadi sangat penting. Diatas ajaran gereja tersebut dibangun sistem dan mekanisme kerja. Contohnya : Masing-masing anggota gereja protestan, pentakosta dan katolik mempunyai ajarannya sendiri dan karena itu bentuk kebaktiannya berbeda-beda satu dengan yang lain. Tantangan kita sebagai gereja-gereja di Indonesia adalah bagaimana menampakkan keesaan gereja itu? Apalagi masih terus terjadi, bahwa gereja yang satu merebut anggota gereja yang lain. Sedangkan tantangan dari luar ialah penghambatan pembangunan rumah-rumah ibadah sebagai sarana pembinaan umat. 
 Lalu bagaimana gereja harus menyikapi dalam keadaan demikian?
Pertama, masing-masing anggota gereja harus mendalami ajaran-ajarannya yang bersumber pada alkitab. Pendalaman yang dimaksud bukan hanya meliputi pengetahuan saja, tetapi juga dalam hal pengkhayatan dan pemberlakuan ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari. Banyak ditemukan, bahwa orang tidak cukup memahami dengan baik ajaran gereja dan agamanya sendiri. Hal ini bisa menjadi potensi untuk  menyesatkan atau memperbesar kesesatan.
Kedua, perlunya ditumbuhkan  terus menerus sikap saling menghargai dalam perbedaan. Karena adalah tidak mungkin untuk menyeragamkan ajarann gereja, sedangkan dalam alkitab sendiri sudah menunjukkan kepada kita adanya keanekaragaman teologi didalamnya. Hal tersebut jangan dilihat sebagai kelemahan, tetapi suatu kekayaan alkitabiah. Yang harus dilihat ialah, agar semua gereja tertuju kepada penyembahan dan kemuliaan Allah dan mendatangkan damai sejahtera bagi manusia dan lingkungan hidupnya.
Ketiga, kehidupan gereja harus senantiasa tertuju kepada Kristus, sebagai Kepala Gereja. Betapapun perbedaan dan bahkan penyimpangan  itu terus terjadi, tetapi gereja harus menghindari terjadinya bentuk-bentuk kekerasan fisik dalam gereja. Dalam ajaran gereja bentuk kekerasan fisik hanya dapat dilakukan oleh pemerintah, sesuai dengan wewenang yang diberikan Tuhan kepadanya. Hanya dengan cara demikian, dapat kita setia terhadap Kristus.
Keempat, dalam keanekaragaman nilai, perlu dikembangkan bentuk-bentuk  komunikasi yang saling menguatkan dan membangun.  Dengan cara itu potensi-potensi keanekaragaman itu tidak perlu dihindari.

INGATLAH SELALU PADA TUHANMU


II SAMUEL 5 : 17-21
 
Bacaan II Samuel 5 merupakan bagian awal dari masa pemerintahan kerajaan Daud, setelah Daud diurapi menjadi raja atas Israel di Hebron, ay.3. Setelah Daud diurapi menjadi raja, karena penyertaan Tuhan, kuasanya semakin besar, ay.10. Setelah orang Filistin mendengar, Daud menjadi raja, maka mereka datang hendak menangkap Daud. Akan tetapi penyertaan Tuhan sekali lagi dinyatakan kepada Daud dan pada akhirnya orang Filistin dipukul Mundur oleh Daud.

URAIAN DAN TAFSIR
1.      Bertanyalah Daud kepada Tuhan, ay.19.
Orang Filistin  merupakan musuh bebuyutan Israel dan sekaligus tetangganya. Mereka bukanlah bangsa yang tidak tau berperang.  Lihatlah bagaimana mereka menyusun strategi dengan mengepung Daud di lembah Refaim. Daud sebagai seorang raja, tentu tidak bodoh juga. Daud mengambil langkah pertamanya dengan berlindung dalam kubu pertahanannya. Mungkin langkah itu diambil untuk menyusun strategi menyerang balik.
Akan tetapi, ternyata yang Daud lakukan ialah ; bertanya kepada Tuhan. Daud mengajukan 2 pertanyaan kepada Tuhan. Pertama, apakah ia harus maju melawan orang-orang Filistin itu. Kedua, apakah Tuhan akan menyerahkkan orang Filistin itu ke tangan Daud?
2.      Tuhan menjawab Daud, ay. 19
Tuhan memberi suatu jawaban yang tegas kepada Daud. Tuhan memerintahkkan, supaya Daud harus maju menyerang orang Filistin itu. Dan Tuhan memberi kepastian, bahwa mereka akan diserahkan ke tangan Daud.
Lalu Daud memukul kalah orang-orang Filistin itu dan bersaksi, bahwa Tuhan telah mendobrak pertahanan orang-orang Filistin sampai mereka kalah. “TUHAN telah mendobrak pertahanan musuhku, seperti banjir merobohkan segalanya seketika”, ( II Sam 5:20, Terjemahan BIS).
3.      Pengalaman dan kenyataan
Ketika seseorang mengalami sebuah persoalah kehidupan, ada beberapa sikap dan perilaku yang ditunjukkan, misalnya ;
a.Sikap menghadapi persoalan dengan mengandalkan dirinya, berupa akalbudi, kemampuan, materi dsb.

b.Sikap melarikan diri dari persoalan itu. Masalah tidak selesai dan mungkin masalah tersebut semakin membesar.

4.      REFLEKSI
a.  Pada dasarnya ketika kita menghadapi sebuah persoalan, maka sikap mendasar kita ialah menghadapi persoalan itu dengan harapan kita bisa menang mengatasi persoalan itu. Atau kita tidak mau menghadapi persoalan itu, karena takut, malu atau merasa tak berdaya.
b. Sebagai manusia kita mempunyai akalbudi, pengetahuan, pengalaman, kemampuan dan hal-hal lain. Namun sekalipun kita mempunyai berbagai-bagai kemampuan dalam diri kita, termasuk kemampuan yang terhebat sekalipun belum menjamin, bahwa persoalan yang kita hadapi dapat terselesaikan dengan baik. Dari sisi inilah, kita dapat belajar dari Daud. Daud sebagai seorang raja, dia bukan orang sembarangan. Dia menjadi raja karena Tuhan yang memilihnya. Dia tentu mempunyai penasihat-penasihatnya. Dia juga mempunyai panglima perangnya. Namun dalam bacaan ini pencerita menganggap tidak penting untuk melaporkan disini. Yang ditunjukkan disini, utamanya ialah sikap Daud untuk bertanya kepada Tuhan. Mungkin jawaban yang diinginkan dari Tuhan hanyalah “ya” atau “tidak” dengan cara tertentu. Sikap bertanya kepada Tuhan atau mendahulukan Tuhan, inilah yang terpenting. Tuhan memberi kepada kita kemampuan dalam berbagai-bagai bidang, tetapi keberhasilannya berada dalam tangan Tuhan. Sesungguhnya Tuhan menjamin penyertaan-Nya terhadap umat-Nya, namun ia menghendaki kita juga untuk mau datang dan bertanya kepada-Nya.
c.   Dalam kehidupan ini banyak orang yang kita lihat, sebagai orang yang pintar, mampu dan kaya, tetapi mengapa kehidupannya tidak membahagiakan bagi dirinya dan keluarganya. Apakah mereka menyempatkan diri untuk bertanya kepada Tuhan dalam persoalan-persoalan hidup mereka? Ataukah mereka sudah bertanya kepada Tuhan, tetapi mereka tidak mengerti bagaimana Tuhan dapat menjawab terhadap pertanyaan mereka?

YA TUHAN YESUS, TERIMALAH ROHKU


bacaan (Kis 7 : 59-60)
†  Stefanus adalah martir pertama dalam dunia kekristenan. Martir pertama di era awal pertumbuhan gereja. Stefanus merupakan orang yang berani mati demi mempertahankan iman percayanya kepada Tuhan Yesus. Siapa sebenarnya Stefanus? Dalam Kis. 6:5 dikatakan bahwa mereka, jemaat mula-mula, “memilih Stefanus, seorang yg penuh iman dan Roh Kudus.” Itulah kenyataannya, dalam melakukan tugas pelaya-nannya sebagai seorang diaken, Stefanus adalah seorang yang penuh iman dan Roh Kudus. Dalam Kis 6:8 dikatakan bahwa Stefanus “mengadakan banyak mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.”
©, tapi, pelayanan yang sungguh-sungguh bermutu, tulus, serta penuh kasih dari Stefanus justru menyulut sikap antipati dari warga Yahudi yang tidak mengakui Yesus sebagai Mesias. Nah, karena mereka, orang-orang Yahudi tersebut, tidak dapat mengalahkan Stefanus dlm bersoal jawab, karena dia dipenuhi hikmat dari Roh Kudus. Mereka merancang untuk menjebak Stefanus dengan   menyebarluaskan fitnah. Dlm Kis 6:11  dikatakan “Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan, kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa.” Di dalam masyarakat Yahudi, Musa merupakan salah  seorang Nabi besar yang sangat dihormati. Nah, kebohongan ini terus-menerus disebarluaskan dika-langan masyarakat Yahudi sehingga menimbulkan opini (pendapat) negatip terhadap pelayanan Stefanus.  Bahkan akhirnya Stefanus diseret dan dibawa ke hadapan Mahkamah Agama (Sanhedrin), untuk mempertanggung jawabkan semua yang dituduhkan kepadanya, walaupun sebenarnya dia tidak pernah melakukannya.
† Lalu bagaimana sikap Stefanus menghadapi semua tuduhan yg ditujukan kepadanya? Apakah ia takut dan gentar? Apakah ia mundur dan berubah sikap utk menghindari amarah masyarakat Yahudi? Alkitab menceritakan bahwa Dia sama sekali tidak takut. Stefanus dengan sikap berani, tegar dan penuh semangat bersaksi di hadapan Mahkamah Agama. Dia bersaksi tentang Kasih Tuhan yang berkehendak me-manggil bangsa Israel untuk diselamatkan, tetapi terus-menerus ditolak oleh ummat.    
©, ketika Stefanus berkata (dalam Kis 7:56), “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah”, mereka sangat marah.  Bagi mereka ungkapan itu meru-pakan suatu penghujatan besar terhadap Allah. Hukuman atas perbuatan menghujat Allah adalah dirajam dengan batu sampai mati.
†  Ada 3 hal penting yg dapat kita ambil dari peristiwa yg dialami oleh Stefanus : 
1) Kita melihat rahasia keberanian daripada Stefanus. Rahasianya ialah bhw dibalik semua yang dilakukan orang-orang (Yahudi) itu terhadapnya, dia melihat Tuhan yg sedang menantikannya. 2) Kita melihat Stefanus mengikuti teladan Tuhan. Sebagaimana Yesus berdoa utk pengampunan bagi orang2 yg menganiaya-Nya (Luk 23:34), demikian juga Stefanus. Ada satu kejadian dimana seoarang terpidana mati, George Wishart, ketika hendak menjalani eksekusi, sang algojo merasa ragu-ragu. Wishart menghampiri si algojo dan menciumnya. Dia berkata, “Lihatlah, inilah tanda bahwa saya mengampuni engkau.” Dari sini kita dapat menarik pelajaran bahwa setiap orang yang mengikut Yesus akan men-dptkan kekuatan utk melakukan segala sesuatu      yang secara manusia tdk mungkin dilakukan disepanjang hidupnya. 3) Bagi Stefanus, semua kekejaman yg mengerikan yang dialaminya berakhir dalam satu kedamaian. Kedamaian yang datang kepada seseorang yang telah melakukan kebenaran, walaupun hal itu membuatnya terbunuh.
† Di akhir bacaan kita tadi (ayat 60) ditunjukkan kepercayaan yg sangat teguh dari Stefanus terhadap Kristus. Keteladanan Kristus membuatnya mampu mengampuni orang2 yg telah berbuat jahat kepadanya. Dia bahkan memohon kepada Allah dlm doanya agar melepaskan umat yg menganiayanya (hingga mati) dari dosa perbuatan mereka. Doa yang sama juga pernah dilakukan oleh Yesus bagi (3) orang2 yg telah menyalibkan-Nya (Luk 23:34). Menurut Calvin, tokoh pembaharu gereja, itu merupakan sebuah doa yg penuh dengan belas kasih. Jadi mereka yang memiliki integritas sebagai anak-anak Tuhan akan melihat pengalaman Stefanus sebagai bagian yang menguatkan, dimana ketika penderitaan itu datang, bahkan seakan tidak ada lagi harapan selain maut akan menjemput, maka katakanlah “Ya Yesus, terimalah rohku.”      
† Dimana kehidupan sehari-hari, kita tidak mungkin bisa bersaksi seperti apa yg telah dilakukan oleh Stefanus. Tetapi komitmen yang kuat, bahwa Kristus adalah Juru Selamat hidup kita, harus selalu kita junjung tinggi. Kesaksian utk menyebarluaskan Injil Kristus, berita keselamatan, bagi orang-orang  disekitar kita, dapat dilakukan dengan selalu berbuat hal-hal yang baik. Walaupun Stefanus berhasil mereka bunuh, tapi Injil Kristus tetap bertumbuh merambah semua tempat di duna ini. Lalu bagaimana dgn kita? Apakah kita tidak dapat mengikuti pelayanan Stefanus? Pelayanan dari Rasul-rasul yang hidup lebih dulu dari kita di zaman sekarang ini? Tentu situasi dan kondisinya sdh banyak berubah. Namun tantangan dan rintangan tetap masih ada. Lalu apa yg bisa kita perbuat. Ok. Mungkin kita hanya orang kecil, tak punya kedudukan atau nama. Hanya seorang ibu RT, pensiunan. Bukan seorang penatua/diaken/ pengurus Bidang Pelayanan Kategorial. Kita hanya seorang biasa saja. (4) Tapi, kalau dalam hidup ini kita berfungsi sebagai penyalur Injil  Yesus, entah itu dengan senyuman, sapaan yg lemah lembut, uluran tangan, pertolongan, penghiburan, bantuan, pendamaian atau lainnya, maka sebenarnya kita adalah bgn dari sebuah proyek besar, yaitu ikut serta dalam pekerjaan Yesus utk mendatangkan dan (5) memberlakukan Kerajaan Allah di bumi. Ingatlah selalu janji Tuhan (Mat. 28:20); “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasasampai kepada akhir zaman”.  

Diteguhkan oleh Roh untuk membaharui

Bacaan 2 Raja-Raja 18 : 1-8

Saudara  yang  dikasihi  Tuhan  Yesus  Kristus  ……..

  Hizkia dikenal sebagai seorang pembaharu dalam perjanjian lama. Bagaimana  Tuhan  memakai  kekuatan (karakter) Hizkia untuk pembaharuan ?  Kunci  yang kita temukan dalam bacaan  ini      ialah, bahwa  ia “melakukan apa yang benar dihadapan Tuhan.”  Melakukan apa yang di hadapan Tuhan berarti melakukan yang benar, nyaman atau tidak      nyaman.  Kita telah diajar tentang apa yang benar secara politis atau benar yang sesuai dengan norma umum.  Hizkia  melakukan yang benar dihadapan Tuhan — ia melakukan pembaharuan yang membawa umat  pada pertobatan dan taat kepada Tuhan, bukan kepada yang lain.       

      Ia “menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan meremukkan tugu - tugu       berhala dan menebang  tiang-tiang  berhala dan menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa.”  Pembaharuan itu berarti menyingkirkan apa-apa yang  menghalangi  atau  menjadi  batu  sandungan  dalam  hidup  umat  untuk  taat  kepada Tuhan.  Ada keberanian dalam diri Hizkia untuk  menyingkirkan,      meremukkan, menebang dan menghancurkan  apa - apa yang menghalangi  ketaatan dan pengabdian  kepada  Tuhan.     

      Bila  seseorang  sungguh  percaya  dan  taat  kepada  Tuhan,  maka  ia  mempunyai keyakinan mendalam tentang hal-hal yang benar.  Inilah  alasan dari “percaya” dan “taat”.  Kepercayaan dan ketaatan  pada Tuhan itulah yang   membuat  seseorang  berbeda - tampil beda, “tidak ada lagi yang sama seperti dia.”   Artinya, bahwa kepercayaan dan ketaatan pada Tuhan itu akan nampak dalam kesaksian hidup yang  utuh. Kepercayaan Hizkia menyediakan baginya arah dan Tuhan menyertai.           

      Bila  ada  sesuatu yang  diperlukan gereja untuk pembaharuan, maka          itu  adalah  mengetahui  ke arah  mana  Tuhan  mau  memimpin.  Hizkia          mengetahui  bahwa  ada hal-hal  yang  telah  merampas  pengabdian  total  kepada   Tuhan,  itulah  yang  ia  hancurkan.  Mungkin  ada  hal-hal  yang  telah merampas pengabdian   total  kita  kepada  Tuhan.  

PEMBERITA PEMBEBASAN


Bacaan Keluaran 6 : 1 – 18

Oleh sebab itu, pergilah Aku menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kau katakan. ” (Keluaran 4 :12)

            Ketika Presiden Barack Hussein Obama terpilih menjadi Presiden Amerika serikat, ada pendapat bahwa peristiwa sangat fenomenal,  karena Obama merupakan Presiden Amerika pertama yang beretnis negro, padahal kaum negro selalu jadi kelompok marjinal. Ada yang berpendapat hal tersebut terjadi karena track record Obama sebagai anggota Senat, yang memiliki kapabilitas, dedikasi dan intergritas yang tinggi. Gambaran tentang Obama direpresentasikan dengan motto kampanyenya: ”Yes, We Can”. Obama memotivasi banyak orang bahwa perubahan dapat terjadi sekalipun seolah tidak ada peluang untuk itu.
            Lain Obama lain pula Musa; Musa lahir dari lingkungan orang Ibrani yang terpinggirkan bahkan berada dalam ancaman genocide pada zaman Firaun. Nmaun, dalam situasi dan kondisi yang seolah tanpa harapan, Musa diselamatkan melalui tangan bidan, kasih ibunya,  dan kasih ibu ”mesir”nya. Situasi paradox yang dialaminya, tidak membuat Musa terlena dengan kenyamanan Istana Mesir. Musa dikehendali Allah menjadi Penyampai Berita Pembebasan bagi umat Allah. Apakah yang pertama-tama harus dibereskan oleh Musa? Bukan lobby kepada Firaun, atau kampanye kepada Israel, melainkan mengalami pembebasan dari Allah; dibebaskan dari ego, ketakutan, kedangkalan, serta keterbatasannya. Seorang Pemberita Pembebasan dalam arti yang sesungguhnya, tak ada bedanya dengan seorang entertainer yang memberi penghiburan semu atau politisi opportunis yang sering memberi janji kosong. Seorang Pemberita Pembebasan adalah orang yang mau dibebaskan untuk membebaskan orang lain.
            Tanggal 15 Juli, 60 tahun lalu di Bubutan – Surabaya, dalam Konferensi Pemuda GPIB, lahirlah  satu Pilar Pelayanan yaitu GERAKAN PEMUDA GPIB. Sebuah peristiwa penting yang hendak menyatakan bahwa ada karya Allah dalam gereja-NYA melalui orang mudaNya. Gerakan Pemuda adalah wadah pribadi Muda yang telah mengalami Pembebasan Allah dan siap dipakaiNYA memberitakan Pembebasan Allah bagi banyak orang. Soli Deo Gloria!!! Happy Blessed Birthday GP GPIB!! (arp)

DITUNTUN OLEH ROH UNTUK TAAT


Bacaan 1 Raja-Raja 20 : 35 – 37

Saudara ........
Banyak cara Allah untuk menyatakan kehendakNya kepada manusia, tetapi karena keterbatasan manusia maka cara Allah sering sulit dimengerti. Oleh karena itu, Allah sealu memberikan penjelasan melalui kejadian nyata disekitar manusia, agar manusia dituntun untuk memahami cara Allah menyatakan kehendakNya.
            Contohnya tampak dalam bacaan kita. Sesuai perintah Tuhan, salah seorang nabi menyuruh temannya untuk memukul dirinya. Nabi yang diminta memukul, tidak mau memukul, karena merasa bahwa itu bukan perbuatan yang baik. Anehnya, bahwa justru nabi yang tidak mau memeukul temannya tersebut menerima hukuman, yaitu dimakan binatang. Bacaan saat ini mengajarkan kepada kita bahwa melaksanakan kehendak Tuhan tidak tergantung pada kemampuan kita untuk mengerti kehendak Tuhan, Firman Tuhan tetap harus dilaksanakan, karena dengan melaksanakan kebenaran Firman Tuhan, kita sedang merancang dan membangun kehidupan masa depan.
            Melangkah dalam pimpinan Tuhan membuat setiap langkah yang kita ayunkan adalah langkah iman. Langkah iman yang kita ayunkan dapat saja membuat orang lain menjadi sakit, tetapi dapat juga membuat kita sendiri sakit dan menderita atau berada pada situasi yang tidak enak. Yang penting di sini adalah lakukanlah kehendak Tuhan, maka kita akan membangun masa depan dalam pimpinan Roh Allah.
Saudara yang Tuhan Kasihi...
Allah turun ke dunia menjadi manusia, merupakan cara penyelamatan Allah yang sulit dimengerti oleh akal kita. Allah menjelaskan bahwa tindakan penyelamatan itu membawa manusia memahami Allah yang tidak terbatas dan kekal. Melalui tindakan Allah menjadi manusia, manusia di tuntun untuk Mengenal Allah.
            Memahami kehendak Allah kalau tidak dengan pimpinan Roh Allah sering kita tidak mengerti. Oleh karena itu, manusia dipenggil untuk berjalan dalam tuntunan Roh Allah, sehingga dalam keterbatasan, kita dimampukan untuk mengerti Allah dan cara Allah menyatakan kehendakNya. Dengan mengerti Allah dan cara Allah menyatakan kehendakNya, maka langkah kita ke depan adalah langkah membangun bersama Allah.
            Ketika nabi bertemu orang dan ia menyuruh orang tersebut memukul dirinya, maka orang yang disuruh langsung memukul, sehingga nabi mengalami memar di mata. Memar yang dialami adalah dalam rangka melakukan kehendak Allah, yaitu supaya ia tidak dikenali oleh raja Ahab. Dengan demikian, pada waktu ia berbicara menyampaikan Firman Tuhan, Ahab tidak menerima Firman Tuhan karena yang menyampaikan firman tersebut bukanlah seorang nabi. Dalam hal ini kita dapat belajar bahwa rencana Allah tak pernah dapat digagalkan oleh kelemahan dan keberdosaan manusia. Jika Allah mau menyatakan kehendakNya, Allah justru dapat memakai manusia berdosa untuk menyatakan kehendakNya. Sama halnya dengan keledai Bileam. Keledai yang tidak memiliki akal justru dipakai Allah untuk menegur Bileam agar melaksanakan tugas dengan akalnya. Dengan cara tersebut, Bileam diajak untuk melihat bahwa Allah tidak dapat dilawan. Hal lain yang dapat kita pelajari dari pokok ini adalah bahwa kita tidak dapat memakai pikiran kita untuk menyaring Firman Tuhan. Yang dapat kita lakukan adalah menyerahkan pikiran kita untuk diproses dengan kekuatan dan kuasa Firman Tuhan.
            Orang yang memukkul dan nabi yang menerima pukulan, semuanya melakukan kehendak Tuhan, meskipun tidak mengenakkan. Di sinilah kita belajar bahwa sebagai orang yang dipakai dan dipilih Allah, kita jangan mempersoalkan situasi enak atau tidak enak, tetapi konsentrasikan diri hanya kepada Allah. Dengan demikian, situasi enak atau tidak enak yang muncul dalam melaksanakan tugas panggilan sebagai orang percaya akan menjadi berkat bagi semua kita.
            Dengan banyak cara, Allah menegur Ahab. Nabi yang dipukul sampai memar dipakai Allah untuk mengingatkan Ahab bahwa jika ia tidak mendengar Firman Tuhan dan melakukan kehendakNya, maka ia juga akan dipukul. Di sinilah kita melihat kasih Allah, bahwa Allah tidak pernah jemu-jemu mengingatkan manusia dengan berbagai cara agar manusia berjalan sesuai dengan kehendak Allah. Allah juga selalu berusaha dengan berbagai cara supaya manusia selamat.
            Belajar dari cerita ini, marilah kita menjadi umat yang selalu mendengar dan melakukan kebenaran Firman Tuhan  agar kita meyakini bahwa Firman Tuhan sangat berkuasa.

PESAN DEWAN PEMUDA HUT GERAKAN PEMUDA GPIB KE 60


Syalom,
Perjalanan panjang yang telah kita tempuh bersama sepanjang enam dasawarsa ini menimbulkan decak kagum betapa kuasa Tuhan sungguh tak terbendung. Kita telah merasakan pimpinan Tuhan dalam setiap langkah yang kita jejakkan. Kita telah mengalami rengkuhan kasih Tuhan dalam setiap karya yang kita nyatakan. Maka tak putusnya ungkapan syukur kita haturkan untuk semua itu.
Berkenaan dengan itu, sudah selayaknya momen ini kita warnai dengan suasana sukacita  tanpa meninggalkan sikap peduli kita atas berbagai pergumulan yang acapkali dihadapi warga GP di seluruh jajaran pelayanannya. Selain itu, momen usia “intan” ini merupakan titik berangkat dalam memandang masa depan BPK GP GPIB saat memaknai panggilan dan pengutusannya. Adakah kemilaunya merupakan refleksi cahaya kasih Tuhan di tubuh BPK GP GPIB  atau sekadar gemerlap yang menyilaukan namun tanpa makna?  Untuk itu dituntut adanya karya nyata dalam setiap gerak kita sehingga kemilaunya dapat dinikmati orang lain, yang menimbulkan rasa aman, yang memunculkan seulas senyum, yang membuat nama Tuhan semakin dimuliakan.
Di dalam mengingatrayakan usia pemeliharaan Tuhan dalam kurun waktu 60 tahun ini kami pun hendak berbagi sukacita itu melalui sejumlah kegiatan berskala sinodal, di antaranya Bina Pengurus tahap II dalam rangka menjaga kesinambungan pembinaan pada tahap sebelumnya, yang akan memperlengkapi para pengurus dalam melaksanakan tugas dan pelayanannya di masing-masing jemaat. Bersamaan dengan itu kami juga ingin menyatakan kepedulian kami bersama masyarakat di sebuah perkampungan nelayan yang membutuhkan bantuan pengobatan. Pada puncaknya kami akan menggelar ibadah syukur yang menampilkan berbagai potensi seni para warga GP yang akan merefleksikan karya Tuhan melalui sebuah drama musikal.  Ini semua tentunya kami laksanakan demi kebersamaan persekutuan kita, yang akan secara padu menaikkan rasa syukur kita kepada Kristus, Sang Pemuda Agung. Kami pun berharap di tingkat jemaat maupun Mupel, cahaya kasih Tuhan dapat pula kita bagikan kepada mereka yang membutuhkannya melalui rangkaian kegiatan HUT ke-60 BPK GP GPIB di seluruh jajaran pelayanannya.
Tahun ini pula tengah berlangsung persiapan Persidangan Sinode XIX yang akan digelar di Ibukota beberapa bulan menjelang, sehingga seluruh perhatian jemaat  mengarah ke sana, mengingat di momen ini pun sedang dipersiapkan perelevansian Tata Gereja GPIB, yang diharapkan akan dapat mengawal  gerak pelayanan GPIB di masa mendatang dengan bermacam tantangannya. Untuk itu, di tengah kebersamaan ini, kami pun mengajak kita semua memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan perhelatan lima tahunan itu.
Akhirnya, Dewan Gerakan Pemuda GPIB hendak menghaturkan terima kasih yang tak terhingga atas segala peran serta dan dukungan yang telah kami rasakan selama periode pelayanan kami sejak tahun 2005. Itu semua sangat membentuk kami, sangat memiliki arti tersendiri. Setelah sekian banyak jejak kami pijak, setelah berbagai hal kami alami, kami menyadari bahwa keindahan kebersamaan di tubuh BPK GP GPIB memiliki kekuatan tersendiri dalam menapaki panggilan dan pengutusan Tuhan ini. Tentu saja ladang pelayanan masih perlu terus digarap. Dengan mengandalkan kekuatan dari Tuhan, akan banyak yang bisa kita lakukan bagi teman-teman kita yang butuh perhatian kita. Mereka yang tersisih dari lingkungan sebagai ODHA, mereka yang belum lepas dari jerat NAPZA, mereka yang bergumul di tengah persaingan kerja dan usaha; mereka butuh cahaya kasih Tuhan yang mesti kita pancarkan dalam pelayanan kita.
Dirgahayu BPK GP GPIB! Tuhan memberkati gerak pelayanan kita!

Teriring salam dan doa,
medio Juli 2010,

Majelis Sinode GPIB,

Dewan Pemuda GPIB 2005-2010,
Leopold Worotikan – Valery Siwy - Raymond Soedira Gloria Utami - Eden Siahaan
Devy Jose - Milkha Seruya

ROH TUHAN SUMBER KEKUATAN UMAT TUHAN


 Bacaan Yesaya 61 : 1-3
Saudara........
Orang sering mudah melupakan pengalaman tertentu, apalagi kalau sudah sibuk dengan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pengalaman tertentu tadi. Itu biasa dan manusiawi saja. Termasuk dalam hal ini adalah pengalaman tentang kelepasan atau pembebasan dari situasi yang tidak menyenangkan. Padahal kalau saja mereka mencoba mengingatnya, maka ada peluang mereka dapat menyingkapi situasi itu dengan lebih baik.
            Itu yang terjadi dengan bangsa Yahudi yang berada dalam pembuangan di Babylonia. Pembuangan adalah suatu kehinaan. Bagaimana tidak? Mereka adalah umat dari TUHAN yang telah membuktikan dalam sejarah mereka bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan yang Maha Kuasa. Dialah Tuhan yang berhasil membawa mereka keluar dari perbudakan di Mesir; bangsa adikuasa yang telah memperbudak mereka. Dia adalah TUHAN yang tak terkalahkan, Tuhan semesta alam. Tetapi ketika mereka dibuang ke Babylonia, dapat dibayangkan, betapa terhinanya mereka. Bisakah Tuhan semesta alam dikalahkan olleh bangsa Babel? Benarkah itu yang terjadi? Benarkah Tuhan kalah dengan dewa-dewa bangsa Babel?
            Sebenarnya, bukan TUHAN mereka yang kalah dengan dewa-dewa Babel. Bangsa Yahudi sendiri yang bersalah kepada TUHAN karena melakukan dosa, yaitu memperkenankan dewa-dewa asing masuk dalam kehidupan mereka. Dosa terbesar dilakukan oleh Raja Manasye (2 Raja-raja 21:1-17) yang memperkenankan dewa-dewa bangsa Asyur masuk dalam Bait Allah. Itulah sebab utama dalam pemahaman mereka mengapa mereka dibuang. Ketidaksetiaan mereka terhadap TUHAN menyebabkan mereka dihukum TUHAN. Sebab ketika mereka meninggalkan TUHAN mereka, hancurlah mereka. Bangsa-bangsa lain dengan mudah datang menghancurkan mereka, menjajah dan menghina mereka. Bait Allah yang merupakan lambang keberadaan TUHAN dalam kehidupan bangsa Yahudi dihancur-luluhkan rata dengan tanah. Kesedihan terbesar dirasakan dengan pahit. Di manakah TUHAN ketika itu terjadi?  TUHAN tidak ada bersama mereka. Dibuanglah mereka ke Babel, terutama para pemimpinnya. Mereka meninggalkan Yerusalem, kota kediaman TUHAN mereka. Dalam pembuangan mereka harus menghadapi kenyataan menjadi bangsa yang terjajah dan tidak dihargai lagi. Terhina dan terpuruk itulah keadaan mereka. Bangsa yang dahulu pernah dianggap sebagai umat pilihan TUHAN sekarang menjadi bangsa jajahan. Betapa terhinanya mereka. Tidak memiliki harga diri dan sama sekali tak berdaya. Mungkin mereka bisa sukses berbinis dan berusaha di pembuangan itu, akan tetapi apa artinya kalau itu tidak mendatangkan harga diri sebagai suatu bangsa merdeka.
            Sementara kalangan atas di buang ke Babel, kalangan bawah rakyat kecil yang ditinggalkan di Yerusalem hanya bisa beribadah di reruntuhan Bait Allah itu dengan pusat ibadahnya di Batu Karang Sakral (sacred rock). Kemiskinan mereka memperburuk keadaan penjajahan mereka.
            Dengan latarbelakang dan dalam suasana terpuruk dan terhina seperti itulah, Nabi Yesaya datang dan memberithukan janji TUHAN bagi bangsa Yahudi.
”Roh TUHAN Allah ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan kepada orang-orang  yang terkurung kelepasan dari penjara.” (ayat 1).

            Sumber kekuatan Nabi Yesaya adalah Roh TUHAN Allah. Kalau nabi berani datang dan bernubuat kepada bangsa Yahudi yang tertawan di Babel, maka itu hanya dimungkinkan oleh kekuatan yang dimilikinya, yaitu Roh TUHAN Allah. Roh TUHAN adalah TUHAN sendiri. Ia hanya bisa bernubuat karena ia diperlengkapi  dengan senjata yang ampuh, yaitu Roh TUHAN Allah. Inilah landasan kokoh bagi pekerjaan TUHAN. TUHAN tidak akan bisa bekerja dengan seseorang kalau orang itu tidak berada dalam satu pemahaman dan satu keadaan dengan TUHAN. Itu hanya terjadi ketika orang itu dipenuhi oleh Roh TUHAN. Karena itu, ia dapat memahami dan menyatakan kehendak TUHAN.  Itu hanya bisa terjadi karena ia telah diurapi TUHAN. Pengurapan adalah tindakan pemberian Roh TUHAN. Pengurapan itu terjadi supaya nabi dimampukan melakukan tugas TUHAN. Tugas tersebut adalah : menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, merawat orang-orang yang remuk hati.
            Bangsa Yahudi yang tertawan dan terhina, baik yang berada di pembuangan di Babel maupun yang tersisa di Yerusalem adalah mereka yang tertawan dan remuk hati ini. Nabi datang bagi mereka dengan kuasa TUHAN. Kepada mereka ada kabar baik, yaitu pembebasan sudah tiba dan masa kegelapan dalam penjara telah lewat. Itulah kabar dari TUHAN.
”untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembebasan Allah kita untuk menghibur semua orang berkabung.” (ayat 2).

Tahun rahmat TUHAN adalah masa ketika TUHAN hadir dalam kehidupan bangsa Israel dan bangsa Yahudi dengan segala kemakmuran dan kesejahteraan yang berasal dari TUHAN. TUHAN hadir dalam kehidupan nyata bangsa Israel, tidak lagi lewat perintah para raja manusia yang banyak sekali mendatangkan kesengsaraan dan penderitaan. Mereka memungut pajak, menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang dan menindas rakyat kecil, dsbnya. Tahun Rahmat TUHAN adalah masa ketika TUHAN memerintah bangsa Israel lewat hamba-hamba TUHAN sendiri seperti halnya Samuel tanpa pajak dan penindasan seperti halnya yang dilakukan oleh raja-raja. Bagi bangsa Yahudi yang berada di pembuangan di Babel dan yang tersisa di Yerusalem, sudah tentu ini berita terindah yang dapat mereka harapkan.

”untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka ”pohon terbantin kebenaran,” ”tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagunganNya.” (ayat 3 ).

Suatu masa depan yang indah dan menyenangkan adalah bagian dari kehidupan bangsa Yahudi setelah pembuangan. Itu dilukiskan dengan ungkapan-ungkapan berikut. Abu yang selama ini digunakan di dahi sebagai tanda perkabungan karena pembuangn, digantikan dengan perhiasan di kepala yang biasa digunakan untuk pesta. Tidak ada lagi kedukaan, tetapi sukacita. Pesta itu tambah semarak karena kain kabung akibat pembuangan akan digantikan dengan minyak. Juga nyanyian puji-pujian menggantikan semangat yang pudar karena tidak ada harapan akan kelepasan. Semua kedukaan akan hilang digantikan sukacita besar. Oleh sebab itu, bangsa Yahudi akan disebut ”pohon tarbantin kebenaran,” tanaman TUHAN.”  Mereka bukan lagi pohan anggur yang ditebang dan dibakar, tetapi pohon rindang yang menghasilkan kebenaran TUHAN selalu. Tidak ada lagi penindasan atau dosa dewa-dewa asing. Hanya TUHAN saja Allah mereka.
            Yang diharapkan TUHAN dari semuanya ini, yaitu pembebasan, sukacita dan pesta pora itu bukan untuk dinikmati oleh bangsa Yahudi sendiri. Tetapi kalau itu dikaruniakan TUHAN kepada mereka, mereka harus sadar bahwa itu TUHAN lakukan supaya nampak keagunganNYa, supaya TUHAN yang dimuliakan bukan hanya bagi kesenangan bangsa Yahudi.
            Pembuangan terjadi karena kehidupan mereka tidak lagi taat kepada hukum TUHAN. Tidak taat kepada hukum TUHAN sama dengan tidak memperlihatkan keagungan TUHAN. Mereka telah merubah tujuan keterpilihan mereka sebagai umat TUHAN. Mereka tidak memperlihatkan keagungan TUHAN, tetpai keagungan diri sendiri. Ketika keagungan TUHAN sudah digantikan dengan kemuliaan diri sendiri dengan menindas yang lemah, maka disitulah awal kehancuran umat TUHAN. Itu terjadi karena Roh TUHAN sudah tidak lagi mereka miliki. Roh kesenangan dan kepuasan diri sendiri sudah menggantikan Roh TUHAN. Karenanya dapat dipahami bahwa TUHAN mengutus Nabi Yesaya dengan Roh-Nya.
            Gereja terancam melanjutkan kesalahan yang sama dengan bangsa Yahudi, ketika yang menjadi pusat perhatian mereka hanya melayani diri sendiri dan tidak mau melihat ke sesamanya yang membuthkan. Perhatian kepada sesamanya yang membuthkan itulah wujud dari menyatakan keagungan TUHAN. ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk seseorang dari yang paling hina ini, kamu tidak malakukannya juga untuk Aku.” (Matius 25:44).   ------J.T----SGD-----

JALANI HIDUPMU DALAM KEBENARAN TUHAN


Bacaan Amsal 11 : 1 – 6
            Kitab Amsal merupakan suatu kumpulan ajaran tentang cara hidup yang baik. Ajaran-ajaran itu diungkapkan dalam bentuk petuah, peribahasa dan pepatah. Kebanyakan diantaranya menyangkut persoalan-persoalan yang timbul dalam hidup sehari-hari. Selain tentang cara-cara hidup yang baik, kitab ini mengajar orang untuk memakai pikiran sehat dan bersikap santun. Melalui peribahasanya, kita dapat melihat betapa dalamnya pengetahuan guru-guru Israel zaman dahulu mengenai sikap dan tindakan orang bijaksana dalam keadaan-keadaan tertentu. Petuah-petuah itu menyangkut berbagai bidang, termasuk hubungan dalam keluarga, urusan dagang, sopan santun dalam pergaulan, perlunya menguasai diri dsb.
            Memahami isi kitab Amsal berbeda dengan memahami kitab-kitab lain yang berisi cerita, sejarah atau surat-surat rasul sebab pengertian tiap kalimatnya ”terlepas” satu dengan yang lain. Bila di awal kalimat dimulai dengan pernyataan negatif maka pada bagian berikutnya pernyataan positif, atau sebaliknya. Untuk itu kita perlu melihat dan membahasnya ayat per ayat dengan pengertiannya masing-masing.

”Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi IA berkenan akan batu timbangan yang tepat.” (ayat 1)

Bahwa dalam melakukan kegiatan hidupnya, manusia tidak pernah luput dari pandangan Allah. Oleh karena itu apa pun yang dilakukannya, tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, apalagi diwarnai kecurangan. Agar cepat kaya, ada sekelompok orang yang nekad berbuat jahat dan merugikan orang lain. Hal itu merupakan ”kekejian” bukan hanya bagi manusia tetapi terlebih lagi bagi TUHAN.  Ia tidak akan membiarkan hal itu terus menerus berlangsung. Pada waktu-Nya, Tuhan akan bertindak sehingga segala kebusukan dan kejahatan manusia yang tersembunyi akan terbongkar. Tuhan ingin manusia selalu hidup dalam kejujuran demi mencapai kesejahteraan, walaupun untuk itu diperlukan waktu yang panjang dan sarat dengan tantangan.

”Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.” (ayat 2)

Dalam kehidupan sehari-hari, bila ada orang yang bersikap sombong, pasti ada orang lain yang akan mencemooh orang yang sombong tersebut. Inilah reaksi normal manusia. Semua manusia pada dasarnya ingin dihargai, bukan direndahkan. Sedangkan orang yang sombong justru ingin meninggikan dirinya ia justru yang mendapat cemoohan. Sebaliknya, orang yang rendah hati biasanya disukai sebab ia mampu menghargai orang lain dan tidak suka meninggikan dirinya. Oleh karenanya ia akan dihargai dan disegani oleh siapa pun juga.

Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” (ayat 3)

Kejujuran biasanya berjalan seiring dengan ketulusan. Sebab perkataan dan sikap jujur biasanya lahir dari hati yang tulus. Sebaliknya, orang yang hatinya tidak tulus , biasanya sulit untuk berkata dan bersikap jujur. Orang seperti ini pada umumnya suka berlaku curang dan selalu ingin mencari keuntungan bagi diri sendiri, karena itu menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan, bahkan menjadi seorang pengkhianat pun ia rela.
Sebaliknya, orang yang berhati tulus dan jujur tidak akan sanggup berkhianat demi apa pun. Karena hal itu sangat bertentangan dengan hati nuraninya sendiri dan tentu akan menyiksa dirinya.

”Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.” (ayat 4)

Pemahaman ini sangat khas Yahudi, bahwa manusia diselamatkan oleh amal baktinya semasa hidup. Perlu diingat bahwa kitab Amsal memang ditulis pada zaman perjanjian lama, jauh sebelum Kristus. Ungkapan ”Pada hari kemurkaan” menunjukkan pada malapetaka yang datang tiba-tiba, atau hari ajal, atau ”hari Tuhan” yang sering dikatakan para nabi. Pada waktu itu, yang akan menolong adalah ’kebenaran’ bukan kekayaan. Bagi orang Kristen, keselamatan kita terima hanya di dalam dan melalui Tuhan Yesus Kristus dan oleh sebab itu kita juga dipanggil untuk berlaku dan hidup dalam kebenaranNya setiap saat.

Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya, tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya.” (ayat 5 )

Sebutan ’orang saleh’ dalam hal ini berarti orang yang tidak bersalah, bersih, jujur dan berhati tulus tentunya. Berkaitan dengan ayat 3, karena perkataan dan sikapnya yang jujur, seseorang akan disenangi oleh siapa pun dan jika ia bepergian, banyak orang yang akan menolong. Sebaliknya, bila seorang ’fasik’ atau jahat maka ia selalu membuat hal-hal yang menjengkelkan orang lain dan karena justru banyak yang akan merintangi jalannya.

”Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh nafsunya.” (ayat 6)

Orang yang selalu berusaha berkata dan bertindak jujur walaupun menghadapi orang-orang jahat di dunia ini, akan selalu mendapat jalan keluar karena pertolongan Tuhan. Tetapi lain halnya dengan para ’Pengkhianat’ yang selalu terjerat oleh berbagai keinginannya yang jahat dan pada akhirnya melilit dan mencelakakan dirinya sendiri. Dalam Hosea 8:7 tertulis, ”siapa menabur angin, ia akan menuai puting beliung”. Itu berarti setiap orang yang dengan sadar melakukan hal-hal yang jahat, akan menuai hasil yang menyakitkan bagi dirinya sendiri.

Sebagai kesimpulan dari semua pengajaran ini, Amsal mengingatkan kita selaku umat Tuhan di mana pun dan dalam keadaan apa pun, hendaknya kita tetap menjunjung tinggi ”kebenaran Tuhan”. Jagalah diri kita untuk tetap hidup dalam ketulusan dan kejujuran. Dengan menjalani hidup yang demikian, pertolongan dan kehadiran Tuhan akan selalu kita alami. Kita pun akan membawa damai sejahtera dan sukacita serta menjadi berkat bagi sesama. Selamat berjuang dan praktekkanlah pengajaran yang indah ini daloam kehidupanmu, setiap kata-kata.






PERAYAAN MEMBAHARUI IMAN


Bacaan Ulangan 16:1-6

Setiap perayaan agama memiliki nilai-nilai penting bagi pemeluk agama itu sendiri. Tetapi, lambat laun perayaan-perayaan agama itu sudah menjadi sebuah tradisi atau formalitas belaka. Dewasa ini perayaan-perayaan agama lebih mengarah kepada materialisme dan konsumerisme daripada nilai-nilai spiritualnya. Bagi GPIB, bulan juni adalah Bulan Pelayanan dan Kesaksian (PelKes). Perayaan Bulan Pelayanan dan Kesaksian tidak cukup hanya diwujudkan melalui ibadah atau pergi ke Pos-Pos Pelayanan dengan membawa berbagai bantuan. Perayaan Bulan pelayanan dan kesaksian ini juga harus diwujudkan dilingkungan di mana kita berada. Pelayanan dan Kesaksian itu tidak hanya dibutuhkan di desa-desa, tetapi di kota juga membutuhkan Pelayanan dan Kesaksian kita melalui perilaku kita yang berkeadilan bagi semua orang, bagi keluarga, persekutuan dan masyarakat di mana kita berada.
            Perayaan-perayaan agama bagi umat Israel sangat berarti bagi pembaruan iman umat. Itulah sebabnya, Allah memerintahkan umat Israel untuk senantiasa merayakan perayaan agama. Tiap perayaan memiliki keunikan dan maknanya masing-masing, namun dengan tujuan yang sama, yaitu agar umat menyadari semua Kasih dan Kebaikan Tuhan dan hidup sesuai dengan perintah Tuhan. Khususnya perayaan Paskah bermaksud untuk mengingatkan kembali peristiwa keluaran dari Mesir. Dalam perayaan ini umat harus melakukan kegiatan-kegiatan ritual seperti mempersembahkan korban hewan, sebagai tindakan simbolis dari penyerahan diri umat kepada Allah Israel satu-satunya. Uniknya, kegiatan ini harus dilakukan di tempat yang dipilih Allah. Pemusatan ibadah di tempat yang dipilih Allah ini bertujuan agar umat tidak memiliki hati dan sikap  bercabang. Melalui merayakan Paskah itu hati, pikiran dan jiwa umat ditujukan kepada Allah saja yang telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Umat diingatkan untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang bertentangan dengan jalan Tuhan, sesuai dengan berbagai ketetapan, peraturan dan hukum yang relevan pada waktu itu.
            Dari firman Tuhan ini jelas bagi kita bahwa setiap perayaan yang kita rayakan, ulang tahun, ulang tahun perkawinan, ulang tahun Gereja, hari-hari raya Gerejawi, dan seterusnya harus mendatangkan makna iman, iman kita terus dibaharui. Jika tidak demikian, maka perayaan-perayaan yang kita rayakan akan habis begitu saja. Pada umumnya, ketika sedang merayakan sebuah perayaan, sukacita, kebahagiaan, damai sejahtera kita alami. Tetapi setelah perayaan itu berlalu kita kembali hidup seperti orang yang tidak memiliki pengharapan, tidak ada semangat untuk maju dan berkembang, tidak ada semangat membangun dan seterusnya.
            Kasih dan Kebaikan Tuhan tidak pernah jauh dari kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan dan yang melakukan semua perintahNya. Ketaatan pada perintah dan ketetapan Tuhan bukan supaya Kasih dan Kebaikan Tuhan itu terus mengalir di dalam kehidupan orang percaya. Tetapi, karena Tuhan telah memberikan Kasih dan KebaikanNya, maka orang percaya itu mendengar dan melaksanakan semua perintah dan kehendak TUHAN. Wujudkanlah Kasih dan Kebaikan Tuhan itu, mulai dari orang-orang terdekat kita, yaitu keluarga. Bukankah kita semua menghendaki kehidupan keluarga yang bahagia, ada keadilan, ada damai sejahtera  dan ada sukacita? Kehidupan yang diwarnai dengan kebahagiaan bukanlah terletak pada harta milik, pangkat atau jabatan serta usaha manusia, tetapi dalam kehidupan yang mensyukuri Kasih dan Kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita. Apa artinya sebuah kesuksesan, harta yang melimpah, jabatan yang dihormati tetapi tidak dapat menikmatinya dengan kebahagiaan?
            Dalam bulan Pelayanan dan Kesaksian ini, marilah kita selaku warga GPIB pertama-tama mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan dalam kehidupan kita dan sesudah itu kita nyatakan dalam kehidupan bersama keluarga, jemaat maupun masyarakat. Dengan cara seperti itu, iman kita kepada Tuhan Yesus akan terus diperbaharui.

PEDULI KEPADA SESAMA


Bacaan Amsal 3 : 27 – 28

            Manusia tidak hidup seorang diri. Sejak semula manusia diciptakan dalam kebersamaan. Ia diberi pendamping yang sepadan dalam hubungan yang saling menopang dan saling menghargai. Selalu ada hubungan dengan orang lain, sesama, entah dalam rumah tangga, dengan tetangga, dalam kerja, dalam perjalanan dan pertemuan. Hubungan itu bisa antara orang tua dan anak, atasan dan bawahan, antara sahabat, antara pribumi dan orang asing, entah langsung berhadapan muka atau lewat komunikasi elektronik. Interaksi tidak dapat dihindari, suatu hubungan timbal balik.
            Ada selalu yang membutuhkan bantuan dan yang rela memberi bantuan. Sejak dini seseorang dibantu oleh orang tua, oleh pendidik dan pembina, dan dibekali pengalaman dalam hubungan dengan orang lain. Setinggi apa pun jabatan, seseorang tak akan dapat menjalankan tugasnya tanpa asistensi. Sekalipun orang bunuh diri, selalu ada penyebabnya yang berkaitan dengan orang lain. Orang tidak dapat menghindar dari relasi dengan sesama. Memang orang dapat mengasingkan diri, menyepi, karena kecewa atau putus asa, atau untuk tujuan spiritual, tetapi sekali kelak ia akan berhubungan lagi, bersosialisasi. Itu kodrat, bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Kristus sendiri datang, manjadi manusia (Yohanes 1:14) menjadi sesama, yang menyapa dan disapa.
            Kata ’salign’ muncul dalam hubungan timbal balik itu, seperti memberi dan menerima, permintaan dan penawaran, pertobatan dan pengampunan, kejahatan dan pembalasan atas hukuman, perbuatan baik dan pahala, kemurahan dan rasa syukur, produsen dan konsumen. Sebab akibat seperti itu terjadi pula dalam alam semesta : karena pencemaran yang semakin meningkat, terjadi iklim yang semakin memanas di seluruh dunia, sehinggaa gunung-gunung es di kutub mencair dan naiklah permukaan laut. Setiap segi terjalin dengan segi yang lain, dalam suatu keseimbangan yang menakjubkan. Dalam hubungan antar sesama keseimbangan itu pula terjadi, kata rasul Paulus (2 Korintus 8:13-15). Kita harus rela berbagi segala karunia yang diberikan Tuhan kepada Kita.Kita tergantung pada kemurahan Tuhan (Amsal 3:5-8).
            Memang setiap orang punya ’harga diri’ dan ’kepentingan’. Itu tak dapat disangkaal, sebagaimana ungkapan. ”Ini dadaku, mana dadamu!”, ucapan seorang pemimpin bangsa. Ada harga diri dan kebanggaan diri dalam ucapan itu, yang sekaligus menantang. Keakuan itu bisa begitu kental, entah dalam soal makanan, harta, kuasa, yang menutup segala kemungkinan peran orang lain. Orang bisa saja menyebutnya watak, namun sifat itu mengingkari hakekat hidup bersama. Amanat hidup itu ialah ’berbagi segala karunia Tuhan’, menjadi berkat, bukan laknat.
            Kedatangan Tuhan ke dalam dunia dalam wujud ’manusia’, karena kepedulianNYA kepada umat manusia (Yohanes 3:16), harus dapat dijadikan teladan dan dorongan bagi setiap insan beriman dalam hubungan dengan sesama.

DOA; sangat besar kuasanya

YESUS MEMBUATMU BERHARGA