HINDARI MANAJEMEN KOMPROMISTIS

Bacaan1 Korintus 5 : 9 – 13
Jumat, 15 Jun 2012
Saudara  terkasih ...
Jangan dikira air tenang itu akan terus menyenangkan. Kadangkala di bawah permukaan air yang tenang itu ada pusaran arus deras. Bisa juga ada buaya yang mengintai mangsanya. Jadi lebih baik berhati-hati atau ciptakan kondisi agar buaya ini dapat muncul kepermukaan air. Coba kita kenakan kondisi ini pada jemaat. Artinya begini. Jika anda melihat suatu jemaat tenang-tenang saja, jangan mengira bahwa tidak ada kesulitan mengintai dari dalamnya. Bisa juga bahwa bahaya itu hanya menunggu waktu tepat membuat malapetaka besar, menangkap mangsanya.
Tidak selalu, tetapi kadangkala kondisi ini diciptakan oleh sistem kepemimpinan Majelis Jemaat atau pendeta di jemaat. Maksudnya begini, ada pendapat, yang penting jemaat tenang, tidak ribut-ribut. Tujuan utama pendeta menjaga ketenangan jemaat. Sadar atau tidak terkadang dengan mengorbankan azas-azas berjemaat. Misalnya jemaat itu mempunyai misi untuk memberitakan Injil sukacita. Tetapi ada yang berpikir jika pekabaran Injil ini membawa kesulitan, lebih baik berdiam diri saja, daripada menimbulkan gejolak. Ada anggota Majelis Jemaat yang selingkuh. Daripada tegoran akan menimbulkan keributan, lebih baik mendiaminya. Dengan demikian jemaatnya tenang, tetapi kompromi dengan kejahatan demikian ini akan segera menimbulkan konflik yang berkelanjutan.
Rasul Paulus mensinyalir kejahatan lingkungan diluar jemaat Korintus amat menonjol sehingga perlu menata kondisi jemaat secara positip dan kondusip. Terdapat orang-orang cabul, kikir, penyembah berhala, pengfitnah, pemabuk dan penipu yang ikut mempengaruhi situasi internal jemaat. Jika kondisi ini dilakukan masyarakat diluar jemaat, biarlah mereka dihakimi Allah. Tetapi apabila kejahatan ini dilakukan warga jemaat, maka "usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu." (ay.19). Jangan mengembangkan kepemimpinan kompromistis dengan menyebarkan kesalahan warga jemaat dan menimbulkan kekacauan luar biasa yang tidak dikehendaki Allah. Kita perlu membedah kanker kejahatan, agar tidak menular racun berbisa di Jemaat.

Bahan Persiapan Khotbah IRT Rabu, 20 Juni 2012


Bacaan Nehemia 5 : 1 – 13

Latar Belakang
Catatan dari pasal 1 dan pasal 2, menjelaskan alasan mengapa Nehemia kemudian kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali tembok Yerusalem yang runtuh. Untuk itu dibutuhkan tidak saja material dan biaya yang besar juga pekerja yang tidak sedikit, tetapi terutama partisipasi seluruh umat, baik yang tinggal maupun yang baru kembali dari pembuangan di Babel. Nah persoalan yang dihadapi Nehemia justru datang dari penghuni Yerusalem di bawah kendali Sanbalat dan Tobia yang tidak menghendaki tembok Yerusalem itu dibangun kembali. Pasal 4 : 7 – 8, menjelaskan kesepakatan untuk menerangi Israel guna menghambat dan menghentikan usaha pembangunan yang sudah dan tengah berjalan. Masalah lain lagi muncul. Kali ini Nehemia menghadapi keluhan umat yang digerogoti hidupnya oleh pajak yang memberatkan. Masalahnya terjadi praktek pemerasan (5:1-5) diantara sesama orang Yahudi. Praktek pemerasan ini tentu saja menghambat pembangunan karena problem ketenagakerjaan. Atas dasar teriakan umat itulah kemudian Nehemia menyampaikan pernyataan sebagaimana tertera pada pasal 5 ayat 6 – 13.

Interpretasi
Bagi Nehemia, makan riba (keuntungan berlipat) dari sesama orang Yahudi, tidak saja berakibat pada permusuhan mereka, tetapi memicu kerukunan diantara umat itu sendiri dan tentu saja itu dengan mudah dicerca dan dimanfaatkan pihak luar (musuh-musuh Israel) yang memang tidak menghendaki Israel membangun kembali tembok Yerusalem (ayat 9). Tetapi yang utama dengan praktek manipulatif seperti itu, umat kehilangan orientasi takut akan Tuhan (ayat 9). Itu sebabnya Nehemia mengingatkan pemuka dan penguasa (ayat 6) untuk : 
1.     Penghapusan hutang (ayat 10).
   2.   Mengembalikan: ladang, kebun anggur, kebun zaitun dan rumah, uang    serta gandum dan minyak hasil perampasan (ayat 11).
    3. Mengikat perjanjian untuk tidak menuntut jasa atas semua material yang    telah dikembalikan.
    4. Menaati janji.

Menyimpang dari ikatan perjanjian itu, akibat yang akan dialami adalah “dikebas Allah dari rumahnya dan hasil jerih payahnya” (ayat 13) dan respon pemuka dan penguasa saat itu adalah AMIN (ayat 13 b).

Makna Teologinya
Persoalan yang dihadapi umat saat itu adalah penderitaan akibat praktek pemerasan dari pemuka dan penguasa yang adalah sesama orang Yahudi itu sendiri. Mengapa ini terjadi? Secara sosio-psikologis, pada umumnya manusia tidak tahan menderita, menghindari kesusahan dengan mengambil jalan pintas dan cepat (melalui pemerasan), sekalipun itu merugikan kebersamaan, terpaksa diambil. Praktek KKN di Indonesia kurang labih sama, dan ini menjadi serius. Intinya manusia kehilangan orientasi pada Tuhan sumber segala berkat, secara sosiologis umat pun kehilangan rasa pedulinya terhadap sesama. Kesadaran vertikal (takut akan Tuhan) mestinya melahirkan kesadaran sosial (horisontal) terhadap sesama yang menderita. Nehemia berkata benar dan tegas serta tepat dengan mengingatkan umat akan pentingnya kesadaran umat, tentang bagaimana membangun solidaritas terhadap sesama. Allah baik dan penuh kasih telah mengembalikan umat dari pembuangan di Babel. Ini harus diingatkan dan ditegaskan agar umat tidak kehilangan orientasinya pada Tuhan dan hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Percaya kepada Tuhan, berarti yakin akan kuasa-Nya yang mencukupkan kebutuhan hidup dan tidak perlu kuatir tentang apa pun, sebab Tuhan juga yang menyediakan segala sesuatu.

Aplikasi
Pada bulan Pelayanan – Kesaksian GPIB atau yang disebut bulan PelKes GPIB (jatuh setiap bulan Juni), warga GPIB baik secara individu / personal mau pun institusi / kelembagaan diingatkan tentang pentingnya hidup dalam bingkai kebersamaan secara sinodal. Perhatikan pernyataan Yesus dalam Injil Lukas 4:18-19 , serta seluruh tindakan pelayanan Yesus semasa hidup bersama murid-murid-Nya, misi Allah direalisasikan konkret tanpa berpikir “diri lebih dahulu ditolong baru menolong orang lain”, sama sekali tidak ! mengapa begitu? Jawabannya jelas dan tegas, segala sesuatu yang kita peroleh pun datangnya dari Tuhan. Jika Tuhan menghendaki kita menyatakan kepedulian terhadap sesama, itu tidak berarti orang lain senang lalu kita susah. Pola pikir seperti ini tentu saja melemahkan keuatan kebersamaan kita. Karena itu ntakan misi Allah itu dalam kehidupan dengan sesama dan ingat peringatan Nehemia di atas, Tuhan memberkati kita. AW-12/06/12


MADAH TENTANG KRISTUS

Bacaan KOLOSE 1 : 15-20
“Ia adalah Gambar Allah” (ay. 15)
Saudara terkasih ...
Nyanyian adalah komponen musik pendek yang terdiri atas lirik dan lagu.  Setiap lirik memiliki maksud tersendiri dan ketika dibawakan dengan ekspresi yang sesuai dengan maksudnya, tentu akan menghadirkan keindahan dan daya tarik bagi mereka yang menikmatinya.  Dengan nyanyian orang mengekspresikan isi hatinya tentang apa yang ia pahami, apa yang ia rasakan atau alami dalam kehidupan ini.
Nas pembacaan kita saat ini berisikan sebuah madah atau kata-kata pujian yang indah tentang jati diri Kristus.  Madah ini merupakan ekspresi iman dari Paulus dalam rangka memotivasi jemaat atas apa yang sedang digumuli terkait dengan kehadiran ajaran seat yang dapat saja menggoncangkan iman jemaat.  Madah ini juga bertujuan untuk menampilkan peranan Kristus dalam rencana keselamatan Allah, bahkan merupakan pernyataan teologis yang sangat penting mengenai pribadi Kristus.
Bahwa Kristus dipuji sebagai citra atau gambar Allah yang tidak kelihatan.  Artinya kehadiran Allah dimanifestasikan dalam diri Kristus.  Ia disebut yang suluh dari segala ciptaan karena segala sesuatu diciptakan melalui perantaraan-Nya.  Ia ada sebelum segala ciptaan dan paing unggul dari segala makhluk.  Segala sesuatu tunduk kepada-Nya. Ia menjadi kepala dari tubuh-Nya yaitu gereja.  Ia menjadi Pemimpin semesta alam.  Ia mewakili segenap keberadaan Allah.
Keutamaan Kristus yang ditampilkan dalam madah pujian tersebut merupakan modal yang kuat dalam menghadapi pengaruh buruk yang ada.  Maka berhadapan dengan kenyataan hidup yang kita jumpai dalam rupa-rupa konteks pelayanan kita, baiklah kita mengutamakan Kristus dan mengaminkan bahwa kehadiran-Nya adalah perwujudan dari kehadiran Allah yang merancangkan keselamatan bagi kita di dalam Dia.  Janganlah menyia-nyiakan anugerah keselamatan itu.  Tetaplah berpegang teguh pada pendirian mengutamakan Kristus dan wujudkan perintah-Nya dalam hidup saudara hari ini agar menjadi madah pujian bagi kemuliaan nama-Nya.(SBU 02062012)

HUT 62 Pelkat GP GPIB Sinodal di Denpasar

Tempat : Bali International Training and Development Center ( BITDEC )

Alamat : Jl. Pantai Nyanyi Dusun Nyanyi, Desa Beraban Tabanan - Bali

Tlp ( 0361 ) 880100; Fax ( 0361 ) 880094

Waktu Kegiatan : Kamis 26 Juli 2012 pukul 10.00 wita - Sabtu 28 Juli 2012 pukul 12.00 wita

Jadwal kegiatan disesuaikan dengan proposal kegiatan terlampir ( 3 hari 2 malam )

Kontribusi peserta: BPF + Konsolidasi = Rp 600.000,-

Konsolidasi = Rp 450.000,-

Tempat Ibadah Syukur : GPIB Maranatha Denpasar

Jl. Surapati No 11 Denpasar Tlp ( 0361 ) 222591; Fax ( 0361 ) 247514
Sabtu 28 Juli 2012 pukul 18.00 wita

Titik kumpul berada di GPIB Maranatha Denpasar Jl. Surapati No 11 Denpasar ( dekat dengan Lapangan Puputan Badung )


Jadi bagi teman2 yang datang baik dari Bandar Udara Ngurah Rai Tuban maupun Terminal Bus Ubung tidak ada penjemputan dari panitia. Kami mengarahkan langsung untuk datang ke titik kumpul guna melakukan proses registrasi / pendaftaran.


Fasilitas yang didapatkan oleh peserta BPF & Konsolidasi :

a. Transportasi dari titik kumpul ke tempat kegiatan dan selama kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan panitia.
b. Akomodasi ( sampai dengan hari Sabtu 28 Juli 2012 sebelum check out ), Konsumsi selama kegiatan BPF dan Konsolidasi berlangsung.
c. Buku Panduan

Bagi teman2 yang menginginkan service diluar fasilitas yang disebutkan diatas, kami panitia hanya memberikan rekomendasi dan bukan layanan pengantaran / penjemputan diluar kegiatan. Jadi mohon kerjasamanya untuk jauh2 hari menginformasikan ke kami seperti keperluan sewa kamar / hotel dan rental kendaraan


Contact person untuk kegiatan :

Noviani Christin Wilhelmina Ngantung : 085 792651085, 081 558101020

Yoan Anast Komalig : 081 64732588
Beatrix Septiana Elisabeth Lawalata : 083 119030990
Belandina Norma Ema Sennabu : 081 338501557
Juwitta Katriana Lasut : 085 792006468
Yonathan Jimmy Soemartono : 085 792631115

Media Online Panitia HUT GP ke-62

a. E-mail Account : panitiahutgp62@yahoo.com
b. Facebook Account : HUT GP Gpib Sinodal

Pembayaran melalui Bank BCA KCP Sesetan Denpasar 7670344571 a.n Belandina Norma Ema Sennabu

Pendaftaran paling lambat kami terima sampai dengan tanggal 25 Juni 2012 dan apabila ada perubahan nama selambat-lambatnya kami terima pada tanggal 11 Juli 2012

ALLAH MAHA MENDENGAR DAN MEMBERI APA YANG DIBUTUHKAN

KJ. 438 : 1, 2

Bacaan KELUARAN 16 : 11-14
Saudara Terkasih .....
"Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: 'Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti..." (ay. 12)
Persoalan perut adalah persoalan paling sensitif.  Orang yang tidak dapat mengendalikan dirinya segala hal bisa berantakan jika ia dalam keadaan lapar.  Keadaan lapar inilah yang dialami bangsa isael ketika mereka di padang gurun Sin.  Karena lapar mereka bersungut-sungut kepada Musa dan Harun.  Kita sudah dapat membayangkan kegaduhan yang terjadi pada saat itu.

Akan tetapi Tuhan tidak membiarkan umat pilihan-Nya itu berada dalam keadaan lapar, dan Tuhan juga tidak membiarkan Musa sebagai orang pilihan-Nya dipermalukan oleh orang-orang yang dipimpinnya.  Tuhan telah mendengar sungut-sungut bangsa yang kelaparan itu, dan Tuhan juga mengetahui kesukaran yang dialami Musa menghadapi sungut-sungut orang yang dipimpinnya.

Karena itu Tuhan menjumpai Musa untuk menegaskan bahwa Ia sudah mendengar sungut-sungut bangsa itu, dan Tuhan akan mewujudkan apa yang sudah dikatakan-Nya kepada Musa bahwa pada waktu senja mereka akan makan daging dan pada waktu pagi mereka akan kenyang makan roti; apa yang Tuhan lakukan ini supaya bangsa Israel itu tahu bahwa Tuhan yang berkuasa atas kehidupan di dunia ini.  Dan benar apa yang dikatakan Tuhan ketika petang tiba maka datanglah berduyun-duyun burung puyuh menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan mereka.  Ketika embun itu menguap, tampaklah pada permukaan padang sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti bersisik, halus seperti embun beku di bumi.  Itulah yang disebut Manna menjadi makanan bangsa itu.
Allah yang kita sembah adalah Allah yang berkuasa atas kehidupan kita.  Ia sangat mengerti dan mengetahui apa yang sedang kita alami.  Karena itu sebagai orang percaya mari kita selalu datang kepada Tuhan memohon kepada-Nya, bukan bersungut-sungut atas apa yang sedang kita alami.  Ketika kita bermohon maka Ia akan memberi apa yang kita butuhkan.SABDA BINA UMAT 10 MEI 2012 - PAGI
KJ. 438 : 3, 4

PERTANDINGAN IMAN

Bacaan :1 Timotius 6 : 11 – 16

Sabtu, 28 Apr 2012
Saudara Terkasi ...... 
Orang yang terpanggil untuk ikut pertandingan bukan saja untuk menjadi pemenang, tetapi juga mengharapkan hadiah sebagai penghargaan atas kemenangannya itu. Sebab itu demi mencapai harapannya maka ia mempersiapkan diri dengan latihan yang memadai, tanpa latihan kemenangan dan hadiah hanya sebatas mimpinya saja. Dalam bacaan kita saat ini, Rasul Paulus membicarakan bagaikan suatu pertandingan yakni pertandingan iman. Pertandingan iman tidak berorientasi pada latihan fisik tetapi pada latihan spiritual.
 Latihan spiritual adalah menyangkut ikrar sebagai ikatan kesetiaan kepada iman Kristen. Intinya seperti Yesus mengikrarkan ikrar yang benar di hadapan Pontius Pilatus (ay.13) Mengenai apa itu? Catatan kaki ayat 13 ini direferensikan ke Yohanes 18:37, yaitu kata Yesus kepada Pilatus "engkau sendiri yang mengatakan bahwa Aku adalah Raja"! Jadi, seperti itulah ikrar kita bahwa "Yesus adalah Raja dan Juru selamat kita". Ia adalah Penguasa tunggal, Raja atas segala Raja dan Tuan atas segala tuan (ay.15).
Mengikrarkan pengakuan terhadap Yesus bukanlah sekedar di bibir saja atau cuma ngomong. Mengaku Kristus seperti yang diteladani oleh Abraham, ia percaya juga dengan segenap hati dan kehidupannya yang setia dan taat (Kej 15 : 5-6). Kehidupan Kristen itu utuh, perbuatan harus selaras dengan iman atau pengakuannya.
Banyak orang Kristen mengaku Yesus hanya di bibir saja, hidupnya masih dikuasai kemlasan. Kemalasan merupakan akar kesuaman. Kalau hidup Kristen terlalu lama suam, akan dengan mudah dirasuk kejahatan dan akhirnya kekristenan dikuasai dosa.
Hidup baru dalam Kristus bukanlah suatu kemunduran tetapi terus menerus diperbarui menurut maksus Tuhan untuk kesempurnaan dan mencapai keselamatan sejati.

KJ.462 : 3,4
Doa: Tuhan, tolong kami dalam pertandingan iman yang benar. Amin

PEKERJAAN YANG MEMULIAKAN TUHAN

Bacaan 1 Raja-Raja 5 : 1 – 12
Sabtu, 21 Apr 2012
Salam sejahtera .....
Seorang anak meminta kepada ayahnya untuk diijinkan menyetir mobil ayahnya. Tetapi ayahnya menolak dengan alasan bahwa dia belum cukup umur untuk menyetir mobil berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagi sang ayah, memberikan kepada anaknya sesuatu yang belum waktunya, sama saja dengan tidak mendidik anaknya untuk taat kepada aturan, padahal manusia hidup menurut aturan yang berlaku. Terasa menyakitkan mungkin bagi si anak, tetapi tidak bagi si ayah. Melakukan sesuatu sesuai dengan waktu yang tepat adalah hal yang baik, terutama setelah segala sesuatunya siap.
Salomo memulai pekerjaan pembangunan Bait Allah setelah ia selesai dengan konsolidasi kekuasaan dan mendapatkan hikmat dari Tuhan. Itu ia lakukan dengan mempersiapkan semua kebutuhan bahan bangunan dengan Hiram, raja Tirus. Hiram dimintanya untuk mempersiapkan bahan bangunan bagi Bait Allah itu, sehingga pekerjaan pembangunan diharapkan tidak tersendat-sendat. Konsekuensinya ia juga harus membayar sesuai dengan kebutuhannya. Lalu terjadilah perjanjian antara Salomo dan Hiram. Raja Hiram mengakui kecerdasan Salomo yang telah mempersiapkan dan merencanakan semuanya dengan baik. Itulah sebabnya Hiram sangat mengagumi Salomo sebagai seseorang yang bijaksana menjadi raja atas bangsa Israel.
Pekerjaan yang disiapkan dan direncanakan dengan baik bukan saja menimbulkan kepuasan tersendiri karena jaminan berhasilnya pekerjaan itu. Pekerjaan yang teratur dan disiapkan dengan baik sesuai waktu yang tepat juga mendatangkan pujian juga. Sebagai umat Tuhan, pekerjaan kita tidak saja hanya harus dipahami dari sisi kita sendiri, tetapi juga melibatkan Tuhan. Pekerjaan kita yang terencana dan disiapkan dengan baik juga mendatangkan pujian bagi nama Tuhan.

KJ.460 : 2
Doa: Berikanlah kami kekuatan melakukan pekerjaan supaya nama Tuhan dimuliakan

KEBERANIAN MEMBUAT KEPUTUSAN

Bacaan 1 Raja-Raja 3 : 16 – 25

Kamis, 19 Apr 2012
Saudara terkasih ....
Membuat keputusan adalah tindakan yang tidak mudah. Tidak mudah karena dia bisa menimbulkan kekecewaan kepada pihak-pihak tertentu. Apalagi kalau keputusan itu haruslah memuaskan semua pihak, terutama pihak-pihak yang bertikai. Dapat dipahami kemudian kalau orang yang harus membuat keputusan itu membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum tiba kepada keputusan. Bahkan sering terjadi karena saking lamanya sehingga tidak diputus-putuskan. Akibatnya orang berada pada situasi yang tidak menentu. Karena itu, membuat keputusan bukanlah hal yang mudah, baik menyangkut isi keputusan, maupun menyangkut waktu membuat keputusan. Yang lebih sulit lagi adalah ketidakberanian untuk membuat keputusan. Ketidakberanian membuat keputusan jauh lebih buruk dari pada keputusan yang salah. Salomo bertindak cepat. Ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat keputusan. "Ambilkan aku pedang." Tahu bahwa perbantahan antara kedua perempuan sundal itu bisa bertele-tele karena belum ada tes DNA pada waktu itu Salomo bertindak cepat. Kecepatan bertindak ini paling tidak menguntungkan bagi kedua perempuan itu. Mereka tidak perlu berlama-lama menunggu keputusan itu. Ada kepastian segera siapa sebenarnya yang berhak dan yang tidak atas bayi itu.
Sering terjadi dalam kehidupan kita bahwa kita diberi wewenang untuk menentukan sesuatu bagi orang lain. Ada harapan yang tinggi dari orang-orang tersebut untuk mendapatkan kepastian dari kita. Semakin lama kita membuat keputusan, semakin lama pula orang-orang tersebut menunggu dalam ketidakpastian. Itu akan membuat banyak orang semakin merasakan kesulitan. Dalam situasi apapun, keputusan cepat sangat dibutuhkan. Lebih baik membuat keputusan yang salah dengan segera karena keputusan tersebut bisa diperbaiki dari pada tidak membuat keputusan. (Sabda Bina Umat)

KJ.432 : 2
Doa: Mampukan kami Tuhan, agar kami dapat menolong sesama kami dengan segera

PERMINTAAN YANG SEJATI

Bacaan1 Raja-Raja 3 : 1 – 9
Rabu, 18 Apr 2012

Mungkin kita pernah membaca dongeng tentang seorang miskin yang bertemu dengan jin dalam botol atau lampu ajaib yang menawarkan kepada si miskin tiga permintaan. Setelah dua permintaan berupa kekayaannya tidak menyenangkan bahkan menakutkan, ia akhirnya meminta kembali ke keadaan semula, sebelum ia bertemu si jin, yaitu tetap miskin. Itu permintaan berdasarkan keadaan miskinnya sehingga yang ia piker hanya kekayaan saja. Padahal, ia sendiri tidak siap hidup sebagai orang kaya. Itu permintaan yang berdasarkan dorongan jasmani saja. Permintaan yang demikian, biasanya tidak berdasarkan pertimbangan matang, bukan kebutuhan utamanya. Akibatnya, menyesal kemudian. Banyak orang melakukan kesalahan serupa tanpa disadarinya ketika ia harus memilih pekerjaan, atau pasangan hidupanya, atau agamanya: tiga pilihan penting dalam kehidupan seseorang. Itu juga yang terjadi dengan Salomo. Setelah ia mengkonsolidasikan takhtanya dan kuat, dalam mimpi ia diperkenan Tuhan meminta apa saja. Sambil mempertimbangkan semua yang sudah dikerjakan Tuhan bagi ayahnya, Daud, sehingga Daud menjadi seorang besar, maka yang ia minta hanya "hati yang faham menimbang antara yang baik dan yang jahat." Bukan kekayaan, bukan kekuasaan, dan bukan pula kemuliaan. Hati yang faham membedakan yang baik dan yang jahat. Itu akar dari semua keberadaan kita, terutama ketika seseorang berada dalam posisi berkuasa. Dengan kekuasaan yang dimilikinya, Salomo bisa berbuat apa saja, yang baik dan yang tidak. Itulah sebabnya ia membutuhkan sesuatu yang dapat menuntunnya menggunakan semua kekuasaan itu.
Sebagai pengikut Kristus, kita telah diberi teladan oleh Tuhan Yesus. Ia memilih menjadi berguna bagi manusia dari pada mementingkan dirinya sendiri.

KJ.416 : 2
Doa: Berikanlah kami hati yang faham memilah yang baik dan yang jahat

PENGANTARA YANG TIDAK EGOIS

Bacaan 1 Raja-Raja 2 : 13 – 21

Senin, 16 Apr 2012
Saudara Terkasih ....
Juru bisik dalam kehidupan politik, sangat menentukan. Karena penguasa sering tidak bisa melihat dan mendengar sendiri apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, maka ketergantungan dia kepada informasi yang diterimanya dari orang lain sangatlah besar. Itulah sebabnya, peran dari para juru bisik, yaitu orang-orang yang dekat dengan penguasa sangatlah penting. Tidak dipungkiri lagi kalau orang yang ingin mendapatkan sesuatu, sangat lihai dalam mencari tahu jalan-jalan yang tepat itu dengan cara mencari tahu para juru bisik itu. Sebaliknya, para juru bisik itu sering juga lalu memanfaatkan kedudukannya yang penting itu bagi keuntungan dirinya sendiri. Batsyeba, yang bukan saja jadi juru bisik bagi raja Salomo, akan tetapi juga seseorang yang turut berperan penting dalam proses membuat Salomo anaknya itu menjadi raja menggantikan Daud, didekati Adonia untuk menyatakan keinginannya agar disampaikan kepada raja Salomo. Adonia tidak salah memilih Batsyeba. Ia adalah orang yang tepat untuk itu, bukan nabi Natan, Benaya yang panglima atau Imam Zadok. Tetapi diantara mereka Batsyeba adalah yang terpenting. Adonia tahu itu dan karenanya dialah yang dipilih. Batsyeba melakukan tugasnya dengan baik, tanpa ada embel-embel bagi dirinya.
Menjadi yang terdekat dan terpenting tidaklah mudah, karena seseorang bisa memanfaatkan kedudukan istimewanya itu bagi kepentingan dirinya sendiri. Sebagai umat Tuhan, kita juga istimewa dan dekat dengan Tuhan. Umat adalah alat Tuhan. Karena itu mestinya kita tidak boleh melakukan fungsi keumatan itu supaya mengungtungkan diri kita kecuali bagi kepentingan Tuhan. Sebagai yang dekat dengan Tuhan, Yesus tidak berbuat begitu melalui kematian dan kebangkitan-Nya, tetapi taat sepenuhnya.

KJ.332 : 2
Doa: Ya Tuhan, ampuni kami kalau keistimewaan kedudukan kami sebagai Umat-Mu telah kami salah gunakan bagi kepentingan kami sendiri

GIATLAH SELALU DALAM PEKERJAAN TUHAN

Bacaan I Kor 15 : 56 – 58
SBU, Sabtu, 14 Apr 2012
Saudara terkasih ....
Rasul Paulus tidak mau orang-orang Yahudi terus melemahkan iman orang percaya. Karena itu, ia mengatakan bahwa "sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat." Artinya, bahwa orang tidak bisa mengharapkan kemenangan atas kuasa dosa dan maut dengan melakukan hukum Taurat. Kemenangan tersebut hanya kita peroleh di dalam dan melalui Yesus Kristus. Dan hal ini mesti menjadi dasar bagi kita untuk selalu bersyukur kepada Allah. Paulus juga menegaskan bahwa Kristus yang telah menang atas kuasa dosa dan maut adalah Tuhan kita, di mana kita adalah pelayan-pelayan-Nya.
 Sebagai Tuhan, Dia akan selalu menyertai kita dan bahkan turut bekerja di dalam dan bersama kita untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Karena itu, sebagai orang percaya, kita tidak boleh goyah iman dan bermalas-malasan dalam melakukan segala pekerjaan baik. Sebab Tuhan Yesus telah melakukan hal yang terbaik bagi kita dengan memberi kepada kita kemenangan secara cuma-cuma. Kita mesti tetap berdiri teguh dan semakin giat dalam pekerjaan Tuhan; dalam persekutuan dengan Tuhan. Sebab siapa yang teguh berdiri dan giat selalu dalam pekerjaan Tuhan serta bersekutu dengan-Nya, jerih payahnya tidak akan sia-sia.
Banyak warga jemaat yang tidak kuat menghadapi tantangan dan godaan sehingga tidak teguh berdiri dalam iman kepada Tuhan Yesus. Hal ini terjadi karena banyak pelayan di jemaat juga yang tidak giat bekerja dan tidak setia dalam persekutuan dengan Tuhan. Akibatnya, segala pekerjaan yang mereka lakukan di mana saja tidak berhasil; alias sia-sia.
Dalam rangka memilih para Diaken dan Penatua di jemaat, marilah kita berusaha memilih orang-orang yang mau giat bekerja dan selalu setia dalam persekutuan dengan Tuhan. Dengan begitu, kita boleh yakin bahwa semua pekerjaan yang kita lakukan, baik pribadi, keluarga maupun persekutuan, tidak sia-sia.
KJ.212 : 2,3
Doa: Minta kuasa Tuhan Yesus agar kita selalu giat dalam pekerjaan Tuhan

DOA; sangat besar kuasanya

YESUS MEMBUATMU BERHARGA